MinNeul's Home

FanFiction

(Kang-Kang Couple) ~ Let’s be each other’s star


Kang-Kang Couple kembali exist disini!

Yang belum tahu tentang kopel yang satu ini dan sejarah tentangnya (?) bisa baca “To The Man Named Kang Minhyuk”

KLIK DISINI

Happy Reading ^^

(more…)


Protected: Born to belong together (BumSso Version) Part 13


This content is password protected. To view it please enter your password below:


Drabble~ It’s my mistake


Backsound : Mistake by Girls Generation

Sebuah kisah, tentang rasa -cinta- ?

Gadis itu duduk menyender pada dinding.

Dengan sebuah buku kecil dan pena dalam genggamannya, mulai menulis kata demi kata hingga menjadi sebuah kalimat

-I’m still at this place, still by your side-

Langit itu masih tetap sama, dengan awan yang berarak-arak, namun hari ini berbeda. Hanya ada aku, sendiri.. disini, dimana kau?..

aku memikirkanmu, seseorang yang telah membuat waktuku tersita dengan angan tentangmu..

-I’m tired of wandering-

Tak pernah tau atau -mungkin- tak kan mau tahu, kapan ini semua akan berakhir? Mencoba melupakan semua ini, tapi.. tak bisa, atau tak kan pernah bisa?

-Today again I’m stil spinning, flowing and flowing day after day, that’s how I’m here now-

Aku memang ada disini, menunggu? -mungkin- atau juga masih berharap ‘sesuatu’

berMIMPI? menginginkan dirimu?

-You knew, you knew of my hurting heart-

Tak perlu penjelasan secara detail, karena rasa sakit ini hanya aku yang tahu, hanya aku yang merasakannya

-I hurt more when you smile-

Senyum itu, senyum yang akan selalu dirindukan, senyum tanda kebahagian sekaligus senyuman yang menyakitkan

-For not making you love  me more, it’s my mistake, for making myself love you more, it’s my mistake, for not making you love me as much as I wanted you to, It’s my mistake-

Kesalahan ini, memang murni punyaku dan hanya aku yang bisa memperbaikinya

-How much more longer must  my tears fall?-

Air mata, ahhhh~rasanya itu sudah menjadi bagian dari keseharianku, belakangan ini.

-Believing in that promise-

Masihkan janji itu ada? Bisakah janji itu ditepati?

-The lies telling me to wait,  even my deceived selfishness is now-

Menunggu? Bagaimana rasanya? Sepertinya aku tak ingin berkenalan dengan kata ‘tunggu’ itu

-Tired and worn-

Lelah? Seperti apa? Hingga tak ingin merasakan hal itu

-You knew, you knew of my hurting heart-

Apa kau tahu tentang rasa sakit ini?

-There is no excuse to laugh and pretend not to know-

Yeah~ aku memang tidak bisa berpura-pura lagi

-For not making you love me more, it’s my mistake, for making myself love you more, it’s my mistake, for not making you love me as much  as I wanted you to, it’s my mistake

-Knowing that I cant’t have you-

Lalu aku harus memiliki siapa, jika bukan kau?

-My indulgent heart is still growing . After waiting alone all by myself, after regretting alone by my self. It seems that loving you was also a mistake-

Benarkah ini semua kesalahan? Akankah aku menyesal?

-For knowing that I will never forget the pain, it’s my mistake-

Sakit itu.. -memang- masih terasa

 

-I must look like such a fool, I knew I would get hurt and couldn’t  let go, It’s my mistake-

BODOH! Kenapa aku bisa menjadi BODOH?!

Dan benar, ini adalah sebuah kesalahan…

Even though it could be all my mistake, Even then, it ‘s okay as long as you are here -Always- Please forgive this kind of me, the me who loves you..

MAAF… Hanya itu yang bisa terucap..

 

Cukuplah, kusimpan ceritaku yang dulu

tentangku, tentang apapun yang membuatku tiada berarti

di persimpangan aku berdiri, membisu

harus ku putuskan kemanakah ku melangkah

aku tak tahu, kemana lagi aku harus berlari

kejar harapan yang sempat menghilang

biarkanlah ku hidup dengan nafas yang baru

nafas yang menyimpan kedamaian

“CUKUP JANUARI KEMARIN KUTINGGALKAN, KELABU”

Tentangku, tentang masa lalu yang membuatku tiada berarti

Aku, takkan percaya TERLALU banyak, tak kan cinta TERLALU dalam, takkan berharap TERLALU tinggi, karena akhirnya akan TERLALU menyakiti..

untukmu,

MAAF.. ini memang salahku..

Gadis itu menyudahi aktivitas menulisnya, menoleh ke kanan dan ke kiri, “Jalan mana yang harus ku tempuh? Meneruskan perjalanan ataukah menyudahinya saat ini juga?”

“Onyeee,” terdengar sebuah suara dan gadis itu pun menoleh. “Labu,” desisnya pelan.

“Apa yang sedang kau lakukan?” tanya pemuda itu

“Hanya menulis.”

“Tentang apa?”

“Tentang sebuah cerita.”

“Bolehkah aku membacanya?”

Gadis itu terlihat berpikir, cukup lama. Pemuda itu masih menunggu jawaban darinya dan kemudian, “Ini, baca saja.”

Menit demi menit berlalu, dan pemuda itu terlihat bingung, “Apa ini?”

“Cerita tentang seorang wanita yang mencintai seorang pria, namun pria itu tak pernah tau tentang perasaan sang wanita dan wanita itu pun merasa bersalah karena hanya ia yang memiliki cinta itu.”

“Ini, kisah nyata?”

“Emmm~mungkin.”

“Tapi yang pasti, ini bukan kisah Lee Sungmin dan Jung Haneul.”

“Yakin?”

Pemuda itu menganggukan kepalanya mantap.

“Bagaimana, jika iya?”

 

=======

FIN

I don’t know why, tiba-tiba pengen buat drabble kek gini -,-/Slapped~

To : Mr.Lee, Labumin Pandanya Haneul, maaf… kalau memang tidak berjodoh, mungkin kisah diatas memang akan terjadi *ngomong apa sayah (?)*/Kicked~


Minelicius Story ~ Fixing the HEARTQUAKE



Apakah yang terpenting dalam pernikahan?

Menikah dengan sosok sempurna, kah?

Menjalani hari-hari berkeluarga dengan cinta yang sama yang membawa kita ke gerbang pernikahan?

Menikmati kehidupan hingga masa tua, langgeng dan selalu bahagia tanpa pernah mengalami pengkhianatan cinta?

(more…)


Mineulicius Story~~ about Jung Haneul


Annyeong… ^^v

Postingan ini dibuat dalam rangka menjelaskan pada Lovely reader smua.. :) especially buat yang sering baca Minelicius story :D

Who’s Jung Haneul?

Haneul adalah tokoh fiksi yang die ciptakan sendiri.. She’s Lee Sungmin edelweiss Princess. ;)

Untuk penggambaran karakter & kehidupannya Haneul, a little bit same with me.. kekeke.. :p

I just wrote what I think and feel ~Cmiiiiw… XDD

Yang mau kenal Haneul lebih dekat, let’s cekidot.. ;)


Real Name : Jung Haneul

Place/Date Of Birth : Seoul/13 Oktober 1989

Height : 160 cm

Weight : 45 kg

School : Seoul National University (SNU) College Of Business

Favourite Things :

  • Food : Bulgogi, Samgyetang, Ddeokkbuki
  • Drink : Milkshake Orange, Orange Float, Bubble Tea and everything about ORANGE
  • Color : Orange
  • Film : Harry Potter
  • Singers : Super Junior, C.N Blue, 2AM (Seulong), Big Bang (GD)

Hobbies : Scrapbooking, Reading, Writing, Travelling, Selcas, Browsing

Blood : A

Character : Sanguinis-Melankolis, A little bit Childish

Family :

  • Full Parents – Jung  Ha Jin (Ayah) Jung Hye Ra (Ibu)
  • Young Brother – Jung Jin Young 
  • Young sister – Jung Hye Kung  

Facts about Haneul and her life

    • Ayahnya bekerja sebagai kepala bagian di sebuah perusahaan swasta di Seoul.
    • Ibunya adalah Guru Taman Kanak-Kanak. Sifat penyanyang dan keibuan yang dimiliki oleh Haneul menurun dari ibunya.
    • Moto hidupnya adalah “Jika tak bisa menjadi karang yang kokoh, maka menjadi rumput nan lemah lembut yang tak goyah dipukul angin ribut pun tetap mulia adanya.”
    • Kelemahannya : Moody, sering menunda-nunda pekerjaan dan kurang disiplin terhadap waktu.
    • Kelebihannya : Friendly, Full Of Spirit.
    • Haneul tidak mengerti musik dan tida tahu bagaimana cara bernyanyi dengan baik dan benar. Ia hanya tahu bagaimana cara menikmati musik saja.
    • Terlibat aktif dalam berbagai kegiatan/event yang berhubungan dengan dunia perempuan dan anak.
    • Cita-cita Haneul ingin menjadi seorang pengusaha yang juga seorang penulis serta aktivis yang memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak.
    • Sebelum resmi menjadi istri dari seorang Lee Sungmin, tipe pria idaman Haneul adalah Big Bang GD dan 2AM Seulong.
    • Haneul merupakan teman SMA dari Sungjin, adik laki-laki Sungmin.
    • Haneul belum pernah sekalipun menjalin hubungan dengan laki-laki selain Sungmin yang kini telah menjadi suaminya.
    • Haneul sangat menyukai warna jingga, tak heran jika atribut dan stuff yang ia miliki mayoritas berwarna jingga.
    • Bunga favorit Haneul adalah Edelweiss. Berkat bunga itu juga, Haneul mendapatkan nickname “Edelweiss Princess” dari Sungmin.
    • Pernah merasa kesal dengan Sungmin karena warna favoritnya Sungmin yang terkesan feminim. Namun, Haneul berusaha untuk menerimanya.
    • Haneul adalah adik kelas (junior/hoobae)-nya Sungmin di Seoul National University.
    • Menikah dengan Sungmin di usianya yang ke-21. Haneul memutuskan untuk menikah muda karena mengikuti jejak ibunya yang juga menikah di usia 20 tahun.
    • Pertama kali mengenal Sungmin tahun 2009.
    • Sangat menghindari dan paling tidak bisa dengan pelajaran atau mata kuliah yang berhubungan dengan hitungan.
    • Member Super Junior favorit Haneul adalah Yesung. Karena menurutnya, ketika Yesung menyanyi, maka suasana di sekitar akan berubah menjadi tenang nan damai.

People aroud Haneul

Haneul memiliki 4 saudara sepupu dari kalangan selebritis, mereka adalah

  • Jung Yunho
  • Jung Il Woo
  • Jung Yonghwa
  • Jung So Min
  • Walaupun keempat sepupunya adalah selebritis, Haneul sama sekali tidak tertarik untuk mengikuti jejak mereka.
  • Haneul berteman baik dengan Hyo Seok yang merupakan teman kuliahnya di SNU

Hyo Seok & Haneul spend their time together at skating area

  • Haneul juga memiliki hubungan yang baik dengan para wanita dari member Super Junior
  • Kang Minhwa (Leeteuk’s Wife)

  • Han Yeosin (Heechul’s Girlfriend)
  • Park Hyora (Donghae’s Girlfriend)
  • Shin Minyoung (Ryeowook’s Girlfriend)
  • Choi Ji Yoo (Hyukjae’s Girlfriend)

  • Shin Hyori (Kyuhyun’s Girlfriend) 
  • Eun Hee (Ki Bum’s Girlfriend)
  • Selain itu, karena sifat Haneul yang keibuan (?) ia pun memiliki 10 anak angkat yang sering memanggil Haneul dengan panggilan Eomma dan Bunda…
  • Lee Shinrin
  • Choi Hyeonra
  • Lee Soran
  • Han Chaerin
  • Shin Hyun Gi

Kang HyoriPark Mi La

  • Hwang Min Rin
  • Lee Min Rin
  • Shin Neul Young

========

Credits Pict : Google & Ulzzang Mania


Minelicius Story ~ Heartquake


Ketika bahasa tak lagi percaya pada kata, apakah yang masih bisa kita ucap?

CINTA…

 

Rasa sakit itu masih terasa. Melekat di jiwa, menorehkan lubang di hati. Ini sudah hari ketujuh sejak Haneul mendapatkan kabar itu. Entah bagaimana ia bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini. Tubuhnya terasa lemas, tak bertenaga. Ia hanya bisa terbaring dengan titik demi titik krystal bening yang masih saja membasahi kedua pipinya. Tidak ada seorang pun yang tahu kondisinya saat ini, termasuk Sungmin. Sejak sepuluh hari yang lalu, Sungmin memutuskan untuk meninggalkan apartemennya sementara dan tinggal di dorm SJ demi mempersiapkan album kelima mereka. Haneul berusaha untuk menerima keputusan itu dan mendukungnya. Lagipula saat ini Haneul sedang dalam pekan ujian dan ia pun butuh untuk berkonsentrasi. Jadilah kini mereka terpisah.

(more…)


MinTeuk Story – Holiday (via The Cuties)


FF aslinya silahkan klik ini

Buat Minhwa Eonnie ~ ~ jeongmal gamsahaeyo sudah mau membuatkan FF Holiday ini… *pelukcium* ;)

to all Reader : Happy Reading… (^o^)

(more…)


Everlasting Flower For My Everlasting Love


Title                       : Everlasting Flower For My Everlasting Love

Author                  : Dina Amalia

Genre                    : Romance

Cast                       :

- Jung Haneul

- Lee Sungmin

and other member Super Junior

Length                  : One Shot

Karena bunga selalu mewakili
perasaan hati yang terdalam tentang cinta yang tersimpan

 

Seoul, hari ini

Di sebuah ruangan, gadis berwajah mungil itu sedang asik membuka-buka buku hariannya dan termenung mengenang kilasan peristiwa-peristiwa yang pernah mengisi hari-harinya. Ia berusaha mengingat setiap momen yang terlewati di kehidupannya.

 

Kirin Senior High School, Februari 2005

“Kalian tahu tentang bunga edelweiss?” tanya Ibu Guru Kim kepada murid-muridnya. Ia mengarahkan pandangannya ke seluruh penjuru kelas dan mendapati para siswanya mengangguk dan menjawab secara bersamaan. Ia pun melanjutkan penjelasannya, “Edelweis adalah bunga abadi. Nama latinnya edelweis adalah Anaphalis javanica. Nama bunga ini diambil dari bahasa Jerman, edel = noble (mulia), weiss = white (putih). Dari namanya, bunga ini melambangkan keagungan, kesucian, keabadian. Bunga ini merupakan tumbuhan gunung yang sangat terkenal, dapat mencapai tinggi 8 meter, batang dapat berukuran sebesar kaki manusia, dan amat sangat langka. Edelweis adalah pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan yang mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus, karena mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara. Bunga ini sangat disukai serangga, lebih dari 300 jenis serangga terlihat mengunjunginya. Jika cabang-cabang tumbuhan ini dibiarkan tumbuh kokoh maka dapat menjadi tempat bersarangnya burung-burung. Bagian-bagian Edelweiss sering dipetik dan dibawa turun oleh para pendaki dengan alasan estetis, spiritual, atau sekedar untuk kenang-kenangan saja. Namun, sekali lagi keserakahan manusia menjadikan bunga ini menjadi amat langka padahal cara tumbuhnya amat mudah. Edelweis dapat diperbanyak melalui potongan cabang-cabangnya.

Gadis itu menyimak penjelasan yang sedang disampaikan oleh gurunya dengan penuh perhatian. Tak lupa, ia pun mencatat kalimat-kalimat yang menurutnya penting untuk ia catat. Ini  pertama kalinya ia mendapatkan penjelasan tentang filosofi bunga edelweiss. Dengan wajah cerah dan mata berbinar ia berkata pada dirinya sendiri, “Edelweis, tak kusangka filosofimu begitu luar biasa. Walau tak secantik mawar, tak harum seperti lili, bukan semenarik anggrek, dan tak istimewa seperti teratai Brazil, tapi edelweis tetaplah yang terunik. Aku ingin menjadi sepertimu, seperti bunga edelweis.”

*****

Pucha Café, Mei 2009

Gadis penyuka bunga edelweis itu kini sudah menjadi seorang mahasiswi di salah satu kampus populer di Korea, Seoul National University. Gadis itu menatap satu persatu koleksi gambar bunga edelweis yang ia kumpulkan dari hasil searching [1]di internet. Ia berkata pada dirinya sendiri, “Suatu saat, aku harus bisa menyentuhmu secara langsung. Oh my[2] edelweis, aku ingin menjadi sepertimu. Bunga yang ‘jujur’, yang tidak menunjukan secara langsung kecantikannya lewat warna atau wanginya, tetapi orang-orang justru terpikat oleh edelweis karena kau memang memiliki sesuatu yang luar biasa indahnya.”

“Kau pasti bisa menjadi seperti edelweis,” sebuah suara terdengar dari arah depan yang membuat gadis itu mengalihkan perhatian dari edelweisnya. Ia pun menatap laki-laki yang berdiri di hadapannya dengan tatapan penuh tanda tanya.

Jwesonghamnida, nuguseyo[3]?” tanyanya.

Ahh, Mianhamnida.[4] Apakah kau masih ingat padaku? Kita pernah bertemu di kantor SMent.”

Gadis itu terlihat mengingat-ingat sesuatu, kemudian ia berkata, “Oh, ne5, aku ingat sekarang. Lee Sungmin-ssi [5]adalah rekan satu manajemen dengan Yunho Oppa[6] khan?”

Iyaaap, syukurlah kau masih mengingatku. Haneul-ssi, apa kabar?”

“Kabarku baik, bagaimana denganmu Sungmin-ssi?”

“Aku juga baik. Oh iya, bolehkah aku duduk disini?”

“Silahkan. Emm, kalau boleh tahu, apa yang sedang Sungmin-ssi lakukan disini?”

“Aku ada janji dengan adikku, tapi sepertinya dia telat. Kalau kau sendiri?”

“Aku sedang mengerjakan tugas kuliah. Kebetulan, Café ini milik temanku, jadi aku bisa berlama-lama ada disini, hehe.”

“Apakah tugasmu berhubungan dengan bunga Edelweiss?”

Ne, Jamkanman[7]. Darimana Sungmin-ssi bisa tahu?”

“Tadi, sewaktu aku baru saja masuk kesini, aku tak sengaja mendengarkan Haneul-ssi menyebut edelweis berkali-kali.”

“Waaah, sepertinya aku tak menyadari kalau suaraku terlalu keras.”

Aniyo[8], telingaku saja yang memang peka, hehe. Oiya, bagaimana kabar SNU? Sudah lama aku tidak mengunjungi kampusku yang dulu.”

“SNU baik-baik saja, masih berada di tempatnya dan tidak bergeser sedikitpun. Oiya, kau tidak ingin memesan sesuatu?”

Haneul menyodorkan daftar menu pada Sungmin. “Apa Sungmin-ssi sudah pernah mencoba minuman andalan dari Café ini?” Sungmin menggeleng.

“Baiklah, kalau begitu aku merekomendasikan untuk mencoba orange float. Rasanya segar, apalagi di udara musim panas seperti sekarang ini.”

Sungmin pun menerima rekomendasi dari Haneul dan memesan satu gelas orange float ditambah dengan banana cupcake.

Sejak pertemuan kedua Sungmin dan Haneul di Pucha Café, mereka berdua seringkali berinteraksi. Dan tanpa mereka sadari, semakin hari hubungan mereka menjadi semakin dekat. Haneul pun sudah mulai terbiasa memanggil Sungmin dengan panggilan ‘Oppa’. Panggilan itu hanya akan Haneul pakai jika ia sudah merasa adanya kenyamanan dan keakraban yang terjalin antara ia dengan orang yang ia panggil dengan panggilan ‘Oppa’ itu.

Hari-hari berikutnya, Haneul menjadi pendengar setia bagi Sungmin. Padahal, Sungmin bukanlah tipe orang yang senang membagi ceritanya dengan orang lain. Bukan karna ia tidak punya kisah yang bisa ia ceritakan, hanya saja ia takut menyakiti orang lain dengan ceritanya. Tapi di hadapan Haneul, dengan lancarnya Sungmin bercerita tentang hal-hal yang ia alami di kehidupannya. Sungmin mulai menjadikan Haneul sebagai orang penting di hidupnya.

 

*****

 Seoul Worldcup Stadium, Oktober 2009

 

Haneul dan sahabatnya Hyoseok sedang berada di backstage Dream Concert. Jika bukan karena permintaan Hyoseok, Haneul tidak akan mau berlama-lama ada di ruangan itu. Haneul mengamati sekitar, terlalu banyak orang disini. Ia tidak suka keramaian. Perasaan Haneul sedang tidak baik ditambah ia melihat sebuah pemandangan yang membuat nuansa hatinya menjadi semakin berantakan. Ia melihat lelaki itu. Lelaki yang bisa dibilang cukup dekat dengannya belakangan ini. Haneul melihatnya dikelilingi banyak sekali yeoja. Lelaki pemilik senyum aegyo itu telihat sedang bercakap-cakap dan sesekali terdengarlah tawa renyahnya. Haneul merasa ada pecahan beling yang menusuk hatinya. Perih. Apakah ini yang dinamakan cemburu?

*****

            Sesampainya di rumah, Haneul langsung membenamkan tubuhnya di kasur. Tanpa perlu dikomandoi titik demi titik krystal bening itu mengalir di pipinya.

“Jung Haneul, kenapa kau harus menangis? Kenapa dadaku ini terasa sesak dan sakit?”

Ini pertama kalinya Haneul menangis untuk seorang lelaki. Haneul merasa lemah dan tak kuasa mengendalikan hati dan perasaannya sendiri. Haneul menatap gambar bunga edelweis yang terpampang dengan jelas di dinding kamarnya. “Aku adalah Edelweiss. Dan seorang edelweis tidak akan mudah menyerahkan keindahannya pada seorang pendaki yang biasa-biasa saja. Hanya pendaki yang tangguh yang bisa memetik dan membawaku pulang bersamanya. Jung Haneul, ingat! Jangan terlalu berharap banyak padanya. Belum tentu, ia adalah sang pemilik tulang rusukmu, tegas Haneul pada dirinya sendiri.”

Haneul membuka lembaran buku hariannya dan mulai menulis kata demi kata,

Keinginanku sederhana, aku hanya ingin menjadi perempuan yang bisa menjaga hatinya untuk seseorang yang telah ditakdirkan untuk menjadi pasangan jiwanya.

Aku ingin dipertemukan dengan

Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku
ketika aku berbuat salah
Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku
di sisinya

Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang
yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna

Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku
untuk membuat hidupnya menjadi sempurna

 

*****

            Sudah beberapa minggu ini, Sungmin agak kesulitan untuk menghubungi Haneul. Rasa kehilangan mulai Ia rasakan. Ia akui, Haneul memang tidak terlalu cantik. Apalagi jika dibandingkan dengan junior-juniornya yang lain. Tapi, ada sesuatu yang menarik di dalam dirinya yang selalu saja membuat Sungmin ingin lebih dekat dan mengenalnya. Sepertinya Sungmin tidak bisa membohongi perasaannya. Ia merindukan sosok Haneul, dan ia pun menemui Yunho yang merupakan kakak sepupu dari Haneul. Sungmin terlihat salah tingkah ketika hendak memulai percakapan dengan Yunho.

“Yunho-ya, annyeong,” akhirnya Sungmin berhasil mengendalikan dirinya sendiri.

“Sungmin Hyung, annyeong,” Yunho tersenyum kepada Sungmin dan melanjutkan perkatannya, “Apa Hyung menemuiku karna Haneul?” pertanyaan yang baru saja dilontarkan Yunho tepat sasaran. Semburat kemerahan terpancar dari wajah Sungmin dan ia pun menganggukan kepalanya.

“Apa Hyung menyukai Haneul?”

“Aku tidak tahu, tapi aku merasa nyaman ketika sedang bersama dengannya. Perasaan nyaman yang selama ini belum pernah aku temukan ketika aku dekat dengan wanita manapun, kecuali ibuku tentunya. Oh ya, bisakah kau menceritakan tentang sosok Haneul dari sudut pandangmu?”

“Ne, tentu saja Hyung,” jawab Yunho masih dengan senyuman di wajahnya. Ia pun mulai bercerita,“Jung Haneul adalah gadis yang unik. Kenapa aku bilang ia unik? Karena di abad yang sekarang ini, sangat jarang ditemukan gadis sepertinya. Haneul tidak mau terburu-buru untuk memberikan hatinya pada seorang lelaki, maka tak heran jika sampai saat ini ia masih sendiri. Bukannya Haneul terlalu pemilih, tapi ia hanya berusaha untuk mencari yang terbaik untuk masa depannya. Menurutku, Haneul adalah cerminan dari bunga edelweis. Bunga yang sejak dulu selalu ia jadikan inspirasi dalam hidupnya. Dimana ada edelweis, disitu pasti ada Haneul. Seakan-akan, edelweis dan Haneul sudah menjadi sebuah kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Tidak mudah untuk menaklukkan hatinya. Ia begitu menjaga dirinya dengan baik. Hal itu juga berkat didikan dari kedua orangtuanya. Aku, Il wo, Yonghwa, Haneul, dan So min tumbuh bersama. Sejak kecil, kami memang tidak terpisahkan. Kami saling menyayangi dan melindungi satu sama lain. Jika aku bukan kakak sepupunya, aku rasa aku akan jatuh cinta pada sosoknya. Haneul mempunyai cara sendiri untuk membuat dirinya terlihat istimewa. Namun, tak banyak yang menyadari keistimewaan yang dimilikinya itu. Satu hal yang ingin aku sampaikan padamu, jika Hyung memang benar-benar serius dengan Haneul, jangan pernah mempermainkan perasaannya. Datanglah padanya, dan bersikaplah sebagai seorang ksatria, karena seorang bidadari tidak akan bisa dijemput dengan cara yang biasa-biasa saja.”

“Yunho-ya, terimakasih atas informasimu tentang Haneul, aku merasa jadi semakin mengenal sosoknya. Tapi, entah kenapa aku belum memiliki keberanian untuk menyatakan perasaanku padanya.”

“Apa kau ragu?”

“Mungkin.”

“Berdialoglah dengan hatimu, Hyung. Karena terkadang, ada beberapa hal yang tidak bisa dipikir dengan logika, namun bisa dirasakan dengan hati. Jangan sampai Hyung menyesal karena telah membiarkan bunga Edelweiss itu pergi begitu saja.”

“Yunho-ya, apakah kau mendukungku untuk bisa bersama dengan Haneul?”

“Tentu saja aku mendukung kalian. Walau Haneul tidak bercerita padaku tentangmu, tapi dari raut wajahnya dan sorot matanya, aku bisa melihat bahwa Haneul sangat senang ketika sedang bersama denganmu.”

“Benarkah?”

Ne, aku bisa memastikan hal itu.”

Gomawoyo Yunhyo-ya.”

Ne, Cheonmaneyo[9] Hyung.”

Setelah perbincangan di hari itu, Sungmin berusaha untuk semakin memantapkan dan meyakinkan hatinya bahwa ia membutuhkan Jung Haneul di hidupnya. Dengan segenap kekuatan yang telah ia kumpulkan, suatu pagi di tanggal 13 oktober 2009, Sungmin pergi menuju ruang kediaman orangtua Haneul. Ia bertekad untuk menyampaikan perasaannya.

 

13 Oktober 2009

Saengil Chukahamnida [10]Putri edelweis,” suara itu mengagetkan Haneul ketika ia baru saja membuka pintu rumahnya. Di hadapannya kini berdiri seorang lelaki dengan senyum khasnya membawa beberapa tangkai bunga mawar di tangan kanannya dan sebuah bingkisan di tangan kirinya. Haneul masih memandangi sosok itu hingga sebuah suara menyadarkanya.

“Siapa yang datang Haneul-ah?” seorang wanita mengampiri Haneul.

“Ahh, eh, ini,” Haneul terlihat gugup.

Tanpa pikir panjang, Sungmin memperkenalkan dirinya, “Annyeong haseyo, Jonen Lee Sungmin imnida, bangapseumida[11],” Sungmin mengakhiri kalimatnya sambil membungkukkan badannya.

“Ahh, Annyeong Sungmin-ssi, saya ibunya Haneul. Jung Ha Ni. Mari masuk.”

“Tidak perlu Eomma[12], lagipula aku sudah mau berangkat kuliah,” cegah Haneul. “Sungmin Oppa, bisakah mengantarkanku ke kampus?”

Sungmin pun mengiyakan permintaan Haneul.

 

Dalam perjalanan menuju kampus, Haneul lebih banyak diam. Sungmin agak bingung dibuatnya. Akhirnya ia berinisitiaf untuk memulai percakapan, “Hari ini pasti adalah hari yang istimewa untukmu bukan? Apakah kau ingin pergi ke suatu tempat?”

Oppa, bisakah aku minta sesuatu padamu?”

Ne, katakan saja.”

“Tolong, jangan bersikap terlalu baik padaku. Bersikaplah biasa saja, seperti yang lain.”

“Maksudmu?”

“Seperti Leetuk Oppa, Yesung Oppa, Shindong Oppa dan yang lainnya, bisa khan!”

Sungmin menghela nafas perlahan, “Sepertinya aku tidak bisa.”

Waeyo? Aku bukanlah siapa-siapa untukmu khan Oppa. Tolong jangan biarkan orang lain salah paham dengan hubungan kita ini.”

“Kalau aku bilang, aku suka padamu, bagaimana?”

Haneul terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya. Sungmin menghentikan aktivitas menyetirnya dan menepikan mobilnya ke pinggir jalan.

“Jung Haneul, dengarkan aku. Saat ini aku memang belum bisa menjadi seorang pendaki yang tangguh, saat ini aku sedang dalam perjalanan mendaki puncak tertinggi untuk dapat meihat bunga edelweisku, bisakah kau memberikanku kesempatan? Aku pasti akan bisa mencapai puncak tertinggi itu, lalu memetikmu dan membawamu pulang bersamaku. Maukah kau menungguku? Sang pendaki ini sedang dalam perjalanan menuju kesana.”

Haneul menatap Sungmin dan mulai berbicara, “Maafkan aku. Tapi, aku memang tidak pernah mau mengucapkan janji atau menerima janji dari pria manapun. Jika Oppa memang benar-benar ingin memiliki bunga edelweis itu, maka buktikanlah.”

 

*****

Juli 2010

            Sungmin terlihat sedang menyiapkan berbagai peralatan untuk mendaki. Ia memberikan tanda ceklis pada list barang-barang yang sudah ia masukkan ke dalam tasnya. “Hyung, ada yang bisa aku bantu?” tanya Ryeowook.

Gwaenchana, sebentar lagi aku selesai kok.”

Hyung, apa kau yakin akan pergi mendaki?” tanya Eunhyuk

“Sangat yakin Hyukie-ya. Aku telah mempersiapkan semua ini dari jauh-jauh hari. Aku harus bisa membawa pulang bunga edelweissku.”

Hyung, mianhae. Kami tidak bisa menemanimu,” ucap Kyuhyun.

Gwaenchana Kyuhyun-ah. Keberadaan adikku Sungjin sudah cukup untuk membantuku.”

“Semoga berhasil membawa pulang edelweismu itu, kami disini akan membantu dengan doa. Hati-hati Sungmin-ah.”

Ne, Teuk Hyung. Gomapseumnida. Aku pamit dulu.”

Sungmin dan Sungjin memulai perjalanan mereka mendaki pegunungan untuk menjumpai bunga edelweiss. Bunga yang kata banyak orang adalah bunga abadi perlambang cinta yang abadi.

 

Seoul, hari ini

Haneul membuka lembaran terakhir di buku hariannya, tertulis keterangan : Juli 2010. Ada beberapa kalimat yang ditulis oleh sang pendaki untuk bunga edelweisnya.

Bunga edelweiss memang tidak begitu indah bentuknya tetapi perjuangan untuk memperolehnya telah membuatnya sangat berkesan dan indah untuk diceritakan. Namun, apapun akan dilakukan untuk melihat dan menikmati bunga EDELWEIS. Bagi seorang pecinta alam, ia pasti TIDAK AKAN MEMETIKNYA UNTUK DI BAWA PULANG bila mereka menyebut dirinya sebagai PECINTA ALAM.

Di balik keindahan dari bunga edelweis ternyata tersimpan sebuah mitos, dimana bagi yang memberikan bunga ini kepada pasangannya, maka cintanya akan abadi. Tidak sedikit para pencinta yang menjadikan bunga abadi ini menjadi salah satu hadiah spesial bagi pasangannya. Konon, hal itu dimaksudkan agar cintanya abadi.

Di bagian akhir dari tulisan sang pendaki itu, terpampang fotonya ketika sedang mencapai puncak tertinggi dan di sebelahnya ada bunga edelweiss. Di bawah foto itu tertulis sebuah kalimat “For my edelweiss princess[13], aku memang tidak bisa memetik edelweiss ini dan membawanya pulang untukmu, karena ia terlalu berharga untuk kusentuh. Tapi satu hal yang pasti, aku sangat ingin memiliki bunga langka ini. Bisakah aku memilikinya?”

            Haneul membaca jawaban yang ia tulis untuk sang pendaki setahun yang lalu, “Bunga edelweiss ini kini sudah menjadi milikmu. Jagalah ia agar ia menjadi bunga yang tak lekang oleh waktu.”

Tepat ketika Haneul menutup buku hariannya, sang pendaki tangguh itu telah duduk di sebelahnya sambil memperlihatkan senyumannya. “Sedang apa?” tanyanya.

“Seperti yang Oppa lihat, aku sedang membaca kembali kisah kita,” jawab Haneul.

“Kisah kita?”

“Kisah tentang bunga edelweiss dan pendaki tangguhnya.”

“Bagaimana akhir dari kisahnya?”

Haneul tersenyum sambil menyandarkan kepala dibahu lelakinya dan berkata, “Kisah ini tak kan pernah berakhir, kisah ini akan terus berlanjut because our story is never ending story.”

 

-SELESAI-



Protected: Fanfic Contest


This content is password protected. To view it please enter your password below:


To me~ Kim Beom is


Annyeong… ^^

Ditengah-tengah aktivitas UAS, nyempetin waktu buat posting “something” for Kim Sang Beom…

Judulnya adalah To me~ Kim Beom is…  *terinspirasi dari KimSangBum International* yang ngadain project buat birthdaynya gitu…

Nah~ jadilah muncul ide untuk membuat hal yang sama… :D

Apa kata orang-orang terdekat tentang sosok Kim Beom *let’s cekidot*

Ini berdasarkan FFku yang judulnya Dream, Love & Friendship… yang belum baca, silahkan baca dulu biar lebih nyambung, hehe… ;)

(more…)


Minelicius Story ~Everlasting Flower For My Everlasting Love


Everlasting Flower For My Everlasting Love

 

Karena bunga selalu mewakili
perasaan hati yang terdalam tentang cinta yang tersimpan

  (more…)


My Special Angel


My Special Angel

 

(more…)


To the man named ~ Kang Min Hyuk


This story about me & him. Kang Min Hyuk and Kang Hyo ri

(more…)


Protected: Minelicius Story ~ I will be alright


This content is password protected. To view it please enter your password below:


Purple Cake For My Purple Boy


Purple Cake For My Purple Boy

 

21 Juni 2011 -Di dapur kecil sebuah apartemen -

“Taraaaa… akhirnya selesai juga,” ucap seorang gadis diiringi lengkungan senyum di wajahnya. Ia melirik arloji di pergelangan tangannya, “Aigooo, waktunya sebentar lagi,” ia pun bergegas menuju kamarnya, berganti pakaian, memoles wajahnya dengan sentuhan make up minimalis, dan tak lupa menghias rambutnya dengan bandana ungu favoritnya. Ia memandang wajahnya di cermin besar yang ada di hadapannya seraya berucap, “Shin Min Young Fighting!”. Ia melangkahkan kakinya keluar dari apartemen dengan membawa cake di tangan kanannya dan Teddy Bear ungu di tangan kirinya. Gadis itu merasa –sedikit- kerepotan dengan barang bawaannya sendiri, Ia pun teringat sesuatu, “Aisssh, kenapa aku tidak meminta bantuan pada Minhyuk saja? Ahh~tapi aku tidak ingin membuat Wookie Oppa kesal di hari ultahnya. Sudah cukup aku membuatnya kesal beberapa hari yang lalu.” Gadis itu terlihat berpikir, “Hmm, siapa yaa yang bisa aku minta bantuannya?” Banyak nama bermunculan di pikirannya dan ia menyebutkan sebuah nama, “Haneul, ia pasti mau menolongku.” Diraihnya ponsel yang ada di dalam tas ungunya dan tak lama, terdengarlah sebuah percakapan antara gadis itu dengan orang yang bernama Haneul. “Yoboseo, Haneul-ah.”

(more…)


Mineulicius Story ~ welcome home^^



“Welcome home Labu Panda,” Haneul menyambut lelakinya dengan wajah berseri-seri seperti bintang iklan di televisi (?)

“eh~ Panda?” Sungmin mengernyitkan dahinya dan mengangkat sebelah alisnya.

Nee ~Panda. Another nickname for you.”

“But why you call me Panda?”

“Because you look like a Panda, ahahahaha..” Haneul tertawa dengan riangnya.

Ekspresi Sungmin langsung berubah –_–  “Maksudmu aku gendut?”

“Nee ~you look more fat than before.”

“Arayo,” Sungmin menghembuskan nafasnya dengan berat.

“Omo~you don’t like that nickname?”

“Sedikit” -_-

“Why? Panda is kyeopta.. (^o^) you know what?.. uri aegi usually call me “bunda”, and they want to call you “Panda”. It’s nice combination right?”

“Uri Aegi? Sejak kapan kita punya anak?”

“Gedubrak… >.< My honey bunny rabbit pumpkin minimi, bukankah sebelumnya aku pernah bercerita tentang sekumpulan gadis-gadis yang sering menjadikanku sebagai tempat mereka curhat dan berbagi cerita. Aku sudah menganggap mereka sebagai anakku sendiri.”

“Oh, Nee~ aku ingat sekarang, hehe.. Kapan aku bisa bertemu dengan anak-anakku?”

Mereka sedang sibuk ujian. Mungkin setalah ujian, kita bisa mengatur waktu pertemuan itu, sekalian liburan, bagaimana?”

“Hmm~ boleh-boleh, diatur sajalah.

“Oppa~ mana oleh-oleh untukku? Selama berbulan-bulan kalian di Taiwan, pasti banyak barang yang dibeli khan!”

Sungmin meraih beberapa kantong belanjaan dan memberikannya untuk Haneul, “Igo.”

“Sebanyak ini? Whoaaa, Jinja! Lee Sungmin daebak!”

“Yee~kata siapa itu untukmu. Kau harus membaginya dengan Jung Aboji, Jung Eomoni, Hye Kyung, dan Han Woo.”

“Tapi aku tetap senang ^_^ kau memperhatikan seluruh keluargaku dengan baik.”

“Karena keluargamu juga merupakan keluargaku bukan? Oh ya Onyeee, kau mau lihat, tempat-tempat indah yang ada di Taiwan tidak?”

“Mauuuuuuu… aku mau liat.”

Sungmin mengeluarkan kamera LSRnya dan menunjukan beberap foto pada Haneul. “Ini sewaktu aku syuting di pasar malam di Taiwan,

makanan di sana enak-enak. Aku paling suka bubble teanya. Dalam sehari, aku bisa meminum bergelas-gelas bubble tea, makanya tak heran badanku bisa segemuk ini sekarang. Nah, kalau yang ini, pada saat aku sedang syuting di salah satu taman hiburan disana.

Kami semua benar-benar gembira bermain disana. Tapi, aku jadi teringat padamu. Waktu itu kau bilang ingin pergi ke Disneyland bersamaku bukan?”

Haneul mengangguk, “Kalau foto yang itu dimana?”

“Foto ini ketika kami sedang syuting di pantai.

Udaranya sangat bagus dan cerah. Ahhh~benar-benar merasa seperti sedang liburan,” Sungmin tersenyum ceria dengan memperlihatkan gigi kelincinya. Senyuman yang berbulan-bulan ini selalu dirindukan oleh Haneul. “Akhirnya, aku bisa melihat senyuman itu kembali,” ungkapnya dalam hati. Haneul menatap lembut lelaki di hadapannya itu. Memang benar, kini lelakinya terlihat lebih gemuk. Lihat saja pipinya, Haneul gemas ingin mencubitnya. Lihat saja lengannya, Haneul merasa ingin menggigitnya (?)

I wanna lay my head on your tight shoulder, bolehkah?” tanya Haneul

“Of course YES, come to me dear.”

Haneul langsung menghambur ke dalam pelukan lelakinya itu. “Oppa, aku dengar, kalian ada jadwal ke Indonesia yaa.. Benarkah?”

“Nee~ 4 Juni ini, aku dan member lainnya ada performance di acara KIMCHI.”

“Aku boleh ikut?”

“Tentu saja. Aku akan bilang pada Manajer Hyung untuk mengizinkanmu ikut, sudah lama bukan kita tidak jalan-jalan?”

“Ahh~ aku ingin sekali ke Indonesia. Tiap kali mendengar cerita dari Ghasanny Eonnie tentang negaranya itu, aku jadi penasaran seperti apakah Indonesia sebenarnya.”

“Tapi, Siwon tidak bisa ikut kesana.”

“Mwo? Wae?”

“Siwonnie masih harus menyelesaikan syutingnya di Taiwan.”

“Aigooo~lalu bagaimana dengan Ghasanny Eonnie?”

Nah itu dia. Siwon sudah berusaha untuk membujuk Manajer Hyung agar mengatur ulang jadwalnya, tapi tetap tidak bisa. Siwon bilang, Ghasanny agak kesal dengan hal itu.”

“Kalau aku jadi Ghasanny Eonnie , sepertinya aku juga akan bersikap seperti itu. Ini pertama kalinya Super Junior datang ke Indonesia bukan? Dan itu merupakan tanah kelahiran Ghasanny Eonnie. Tapi ternyata, lelaki yang diharapkannya akan datang, malah tidak bisa datang.”

“Tapi itu juga bukan kemauan Siwon.”

“Nee~ini karena situasi dan kondisi saja yang kurang mendukung. Oh ya, bagaimana dengan yang lain?

“Teuk Hyung akan mengajak Minhwa, Heechul Hyung akan membujuk Yeosin untuk ikut walaupun katanya kemungkinannya sangat kecil karena padatnya jadwal Yeosin, Shindong Hyung akan mengajak Nari, kalo Eunhyuk katanya dia tidak akan mengajak Jiyoo karena ia tahu Jiyoo sedang mempersiapkan kuliahnya, Donghae sudah pasti ditemani oleh Hyoseok, sedangkan Kyuhyun sama sekali tidak berminat mengajak Hyori, begitu katanya.”

“Euuung~ kalau aku tidak ikut bagaimana?”

“Aku sih tidak masalah.”

“Benarkah? Mianhae Labu pandaku. Bukannya aku tidak ingin ikut kesana, tapi kau tahu sendiri bagaimana jadwal kuliahku, belum ditambah dengan aktivitas-aktivitasku yang lain.”

“Nee~ aku sangat tahu bagaimana dirimu Onyee.”

*blushing* >.< “Gomawoyo, labu panda,” Haneul melingkarkan lengannya di lengan lelakinya itu dan kembali merebahkan kepalanya di bahunya. Sungmin mengelus lembut rambut Haneul dan membisikan sesuatu di telinganya, “Kita ke Paris saja, bagaimana?”

“Paris?” tanya Haneul dengan antusias.

Nee~setelah dari Indonesia, akan ada SJM Fan Party di Taiwan, setelah itu dilanjut dengan SM Town di Paris.”

“Kyaaaa ~ kalau ke Paris, aku sangat ingin ikuuuuuut….”

“ahahaha.. aku sudah bisa menebaknya. Kita akan pergi kesana bersama-sama.”

“ahhh~ menara Eiffel, we’re comiiiing” (^o^)

=========================

Tadinya niatnya mau buat Drabble, eh~ malah jadinya kepanjangan gini/Slapped  ~ *bowing*

Komen-komen dari para reader sangat dinanti dan ditunggu loh,, buat yang komen, dikasih Chuu~ satu-satu,, kkkk XDD


Protected: Minelicius Story ~ I must stick with you forever


This content is password protected. To view it please enter your password below:


Mineulicius Story ~ Introduction





Jja… Jjang…. ~

We are Mineulicius ~

This story about Min and Neul or Lee Sungmin and Jung Haneul. Sepasang suami istri yang baru saja merasakan dunia pernikahan (?) Bagaimana kisah kehidupan mereka ? Semuanya akan terangkum dalam Mineulicius Story.

Lee Sungmin to Jung Haneul



Jung Haneul? Siapa itu ? ( Haneul : –__– *lempar bantal*, Sungmin : Just kidding  *aegyo face) Haneul bagiku adalah sosok perempuan biasa saja, nothing special (Haneul manyun, acak-acak rambut), yang telah mendiami salah satu ruang di hatiku (Haneul mulai berbunga-bunga) yang akan menjadi Ratu di kerajaan yang baru saja akan kubangun, sang tulang rusuk yang selama ini aku cari (Haneul loncat kegirangan). Apa yang bisa kuceritakan tentangnya? Ahh~ bukannya aku tak ingin cerita, aku hanya takut orang yang membacanya merasa tersakiti dengan cerita kemesraan kami (?) (Haneul : Yakin bakalan ada yang baca cerita model gini ? =.=). Sebelum menikah denganku, tidak banyak yang mengenal sosoknya. Namun, semenjak ia menjadi bagian dari keluarga besar SUPER JUNIOR, followers di twitternya meningkat drastis. (Haneul : Thanks to you *Hug & kiss*)

Onyeee~ (Haneul nengok) sekarang giliranmu menceritakan tentangku! (Haneul : Ohh~tidak bisa! lanjutkan dulu ceritamu) Sungmin mengerucutkan mulutnya. (Haneul : Yya! Labuuu~ Stop pouting your mouth!) Sungmin : No, I’m not, It’s just refleks. Lanjuuut ~ Haneul adalah anak kecil yang terperangkap di tubuh seorang dewasa. (Haneul : Maksudnya? O.o *garuk-garuk pala*) Sifatnya yang terkadang childish, suaranya yang seperti anak kecil, tingkah polahnya yang pecicilan. Huft! Sebenarnya aku menikah dengan yeoja berumur 21 tahun atau anak TK berumur 5 tahun? –__–  (Haneul manyun again, STOP! sekarang giliran aku).

Jung Haneul to Lee Sungmin

Shining Star~ like a little diamond, makes me love (Sungmin : *tutup kuping* Suaramu itu tak lebih bagus dari suaraku, Haneul : *merong*). Yoyoyo, it’s me… the cutest one Jung Haneul imnida…

Lee Sungmin bagiku adalah seorang pria dewasa yang terperangkap di tubuh anak kecil (Sungmin : Yya! Mau membalas perkataanku rupanya, Call me Oppa!, Haneul : Shireo! I will call you Labuuu~). Ia yang telah melamarku dengan lagu andalannya “Now and Forever”. Kalian tau khan lagu itu? Biar aku nyanyikan sedikit liriknya (Sungmin menyumpal mulut Haneul, tidak perlu nyanyi, lanjut saja ceritanya)  Aku rasa tak perlu terlalu banyak menceritakan tentang dirinya, kalian tinggal ketik keyword Lee Sungmin di search engine, lalu akan banyak bermunculan news tentangnya. (Sungmin : Ga kreatif! =.=) Bagi para penggemar K-pop khususnya ELF dan terlebih khusus lagi Oppaya, Mings atau vitaMIN.. pasti sudah  mengenal sosoknya dengan amat sangat baik… Tapi bagiku, Labuuuu adalah Labuuuu… Labuuuku yang baik, Labuuuku yang dewasa, Labukuuu yang perhatian, Labukuuuu yang perfectionist, Labukuuu yang cerewet, Labuuuku yang jago masak, Labuuuku yang (Sungmin : Labu yang cintaaaaa sama Onyeeee, Haneul : Huuuuueew, Gombal).

^^^^^^

yang mau baca kisah tentang Mineul couple, silahkan baca Mineulicius Story~ klik aja page Fanfiction :D

Bagi yang ingin memberikan saran dan kritik bagi pasangan ini, silahkan-silahkan… diterima dengan senang hati…

Gamsahamnida… :D

Credits pics : Google


Born to belong together (Part 12)


Author: Dina Amalia (Dierenz) ^^Orange Pumpkin Girl^^

Main cast: Kim Bum dan Kim So Eun

Cast: Park Shin Hye, Go Ara, Seohyun, Jang geun suk, U-Know Yunho, Jung Yong hwa, Go Hye Sun, Park Ji Yeon, Lee Min Ho, Yoo Seung Ho, Lee Sungmin.

Genre: Romantic, Family, Friendship, Drama

Type: Sequel

Annyeong haseyo chingudeul… Mates..

Maaf lagi, part yang ini kelamaan dipostingnya.

langsung aja buat yang ingin tau kelanjutannya…

Happy reading.. :D

Born to belong together

Part 12

(more…)


(MiNeuLicius) ~ Mamoru & Usagi kecil ^^


(more…)


Protected: Born to belong together (Part 11)


This content is password protected. To view it please enter your password below:


Protected: Born to belong together (Part 10)


This content is password protected. To view it please enter your password below:


Protected: Our story just begun… (Belum ada judul yg pas sebenernya)


This content is password protected. To view it please enter your password below:


3 M (My Dream, My Love & My Friendship) Cast & Synopsis + Part 1


3 M (My Dream, My Love and My Friendship)

(Cast, Synopsis + Part 1)


Author: Dina Amalia ^^Orange Pumpkin Girl^^

Cast: Leetuk, Yesung, Sungmin, Ryeowook, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Kyuhyun, Ki Bum, Heechul

Genre: Romantic, Family, Friendship, Drama

Type: Sequel

Annyeong Haseyo chingudeul… ^^

Sebenarnya ni FF udah pernah diposting dengan judul Dream, Love and Friendship dengan Main castnya Bumsso. Tapi, author lagi mau buat versi SJnya juga.. jadilah FF 3M ini… :)

Happy Reading all.. :D

(more…)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 812 other followers