MinNeul's Home

Purple Cake For My Purple Boy


Purple Cake For My Purple Boy

 

21 Juni 2011 -Di dapur kecil sebuah apartemen –

“Taraaaa… akhirnya selesai juga,” ucap seorang gadis diiringi lengkungan senyum di wajahnya. Ia melirik arloji di pergelangan tangannya, “Aigooo, waktunya sebentar lagi,” ia pun bergegas menuju kamarnya, berganti pakaian, memoles wajahnya dengan sentuhan make up minimalis, dan tak lupa menghias rambutnya dengan bandana ungu favoritnya. Ia memandang wajahnya di cermin besar yang ada di hadapannya seraya berucap, “Shin Min Young Fighting!”. Ia melangkahkan kakinya keluar dari apartemen dengan membawa cake di tangan kanannya dan Teddy Bear ungu di tangan kirinya. Gadis itu merasa –sedikit- kerepotan dengan barang bawaannya sendiri, Ia pun teringat sesuatu, “Aisssh, kenapa aku tidak meminta bantuan pada Minhyuk saja? Ahh~tapi aku tidak ingin membuat Wookie Oppa kesal di hari ultahnya. Sudah cukup aku membuatnya kesal beberapa hari yang lalu.” Gadis itu terlihat berpikir, “Hmm, siapa yaa yang bisa aku minta bantuannya?” Banyak nama bermunculan di pikirannya dan ia menyebutkan sebuah nama, “Haneul, ia pasti mau menolongku.” Diraihnya ponsel yang ada di dalam tas ungunya dan tak lama, terdengarlah sebuah percakapan antara gadis itu dengan orang yang bernama Haneul. “Yoboseo, Haneul-ah.”

Ne, Eonnie, Waeyo?”

“Kau sedang ada dimana?”

“Aku sedang menemani Sungmin Oppa berlatih untuk drama musikalnya.”

“Bisakah kau menolongku? Aku butuh bantuanmu nae saranghaneun yeodongsaeng.”

“Apa yang bisa kubantu?”

“Jemput aku sekarang di apartemen. Aku kerepotan membawa banyak barang.”

“Memangnya kau mau kemana Eonnie?”

“Yya! Haneul-ah, masa kau tidak ingat, hari ini Wookie Oppa ulang tahun.”

Omo~Jwesonghamnida, aku lupa.”

“Yasudah, jemput aku sekarang juga yaa..”

“Tapi…”

Belum sempat Haneul melanjutkan perkataannya, Min Young sudah memutus sambungan teleponnya. Haneul mengerucutkan bibirnya dan berkata, “Aissh, Jinja!”. Ia pun mengirimkan pesan singkat pada Min Young.

Ne Eonnie, aku akan menjemputmu, tunggu saja aku disana. Tapi sebelumnya, aku harus berpamitan dulu pada Labu pandaku.

Min Young membaca pesan singkat dari Haneul dengan senyuman yang mengembang di wajahnya, “Kau memang bisa diandalkan Jung Haneul,” ungkapnya. Sambil menunggu kedatangan Haneul, Min Young melirik birthday cake yang ada di gengamannya. Ia memandang kue itu dan memperhatikan setiap detailnya, kemudian pikirannya terhubung dengan peristiwa-peristiwa beberapa hari yang lalu.

 

-Flashback sebulan yang lalu- At Dorm SJ

Min Young sedang duduk di sofa, ia terlihat sedang bercakap-cakap dengan beberapa member SJ.

“Apa kau yakin mau belajar membuat kue?” tanya Yesung.

Ne, Oppa. Bisa khan kalian membantuku.”

“Tapi, diantara kami semua, yang pintar memasak khan hanya wookie saja,” ungkap Sungmin.

“Lalu, apa yang harus kulakukan Oppa? Aku sangat ingin membuatkan Wookie Oppa birthday cake, tapi kalian tau sendiri khan bagaimana kemampuan masakku.”

“Tentu saja kami tau. Mana bisa kami lupa kejadian ketika kau dan kyuhyun hampir membuat dapur kami kebakaran dan ada lagi, aku sampai sakit perut berhari-hari setelah memakan bulgogi buatanmu itu,” ucap Eunhyuk terang-terangan.

Min Young menarik napas lemah, “Apa bisa aku membuatkan Wookie Oppa birthday cake?”

“Sebaiknya jangan! Atau kau akan mempermalukan dirimu sendiri.”ujar Kyuhyun

Yya! Cho Kyuhyun-ssi, sesama orang yang tidak bisa memasak dengan baik dan benar, janganlah saling meledek,” protes Min Young.

“Ada yang butuh bantuan Angelteuk?” tiba-tiba terdengar sebuah suara dari seorang pria yang memiliki lesung pipi nan menawan.

“Leetuk Oppa,”Min Young tersenyum riang seakan-akan ia mendapatkan sebuah jalan keluar.

“Aku dengar ada yang mau belajar membuat kue, nugu?”tanya Leetuk

Semua pandangan tertuju pada Min Young.

“Ne Oppa, aku ingin belajar membuat kue untuk Wookie Oppa, bisakah Oppa membantuku.”

Hmm, aku memang tidak bisa membantumu, tapi aku pikir Minhwa pasti bisa membantumu, sebentar yaa aku coba menghubunginya dulu.”

“Oh iya, kenapa aku tidak ingat dengan Minhwa Eonnie yaa?” Min Young menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Min Young Pabo,” ujar Kyuhyun

Min Young mengarahkan –pandangan ingin membunuh- ke arah Kyuhyun. “Lihat saja, Cho Kyuhyun, aku pasti bisa membuat kue yang enak!”

“Min Young-ah, Minhwa bilang kau bisa datang ke apartemennya.”

Whoaaa, jincayo? Jeongmal kamsahamnida Oppa.”

Ne, Cheonmaneyo. Selamat berjuang Min Young, Oppa tunggu hasilnya yaa.. Emm, satu lagi, tolong foto Minhwa ketika ia sedang masak. Minhwa paling tidak mau difoto ketika sedang berkonsentrasi dengan masakannya, sedangkan aku ingin sekali mengabadikan ekspresi wajahnya ketika sedang memasak.”

“Siap laksanakan Oppa.”

 

*****

Hari-hari berikutnya, Min Young disibukkan dengan aktivitasnya belajar membuat kue dengan Minhwa. Ada kalanya mereka masak di dapurnya Min Young, dan kemudian di dapurnya Minhwa juga. Begitulah, yang dilakukan dua yeoja ini dalam mengisi hari-harinya. Dan, pihak yang paling tidak diuntungkan siapa lagi kalau bukan para member SJ. Hampir setiap hari, Min Young mampir ke dorm hanya untuk –memaksa- para member mencicipi kue buatannya.

Ahhh~ Min Young-ah, aku bosan tiap hari makan kue dengan rasa yang sama seperti ini!” protes Eunhyuk.

“Menurutku, rasa kuenya sudah lumayan ada perubahan dari hari ke hari, sudah tidak seaneh ketika pertama kali kau menyodorkannya pada kami,” ungkap Donghae.

Jincayo? Whoaaa,” Min Young tersenyum cerah.

“Min Young-ah, lihat Sungmin Hyung. Tubuhnya jadi melebar karna setiap hari dicekoki kue buatanmu ini. Sungmin Hyunglah yang paling banyak menghabiskan kuenya,” kata Kyuhyun.

Jwesonghamnida Sungmin Oppa. Dan terimakasih juga karena sudah mau mencicipi kue buatanku.”

Gwaencahana, Oppa tahu bagaimana tidak mudahnya belajar memasak. Tetap semangat yaa..” ujar Sungmin.

Hajiman, kalau dibandingkan dengan buatannya Wookie Oppa, kue buatanku belum ada apa-apanya.”

Yya! Min Young Pabo! Tentu saja! Mana bisa kau mengalahkan chefnya super junior,” ujar Kyuhyun.

Kali ini Min Young benar-benar ingin –membinasakan- seorang makhluk dengan senyuman evilnya yang bernama Cho Kyuhyun.

“Emm, apa Wookie tahu kalau kau belajar masak kue untuknya?” tanya Yesung

“Sepertinya tidak. Aku berusaha untuk tetap menyembunyikan hal ini sampai waktunya tiba.”

“Min Young-ah, sebenarnya apa yang terjadi antaramu dengan Wookie? Sudah beberapa hari ini, ia tidak seceria biasanya,” ungkap Yesung

Min Young terlihat mengingat-ngingat sesuatu, “Ah ya, Wookie Oppa agak kesal padaku karena akhir-akhir ini aku dekat dengan Minhyuk.”

“Minhyuk C.N Blue?” tanya Donghae memastikan.

Min Young mengangguk.

“Yya! Min Young-ah, untuk apa kau bermain-main dengan namja yang umurnya lebih muda darimu?” tanya Eunhyuk.

“Aku tidak bermain-main dengannya Lee Hyukjae! Dia yang mendekatiku.”

Terdengar nada cemoohan yang terlontar dari mulut Kyuhyun dan Eunhyuk.

“Dia hanya menganggapmu sebagai Noonanya, Min Young-ah,”ujar Donghae.

Ne, arasoyo Oppa. Lagipula, aku tetap pada Wookie Oppaku.”

“Yakin nih?” tanya Kyuhyun dengan pandangan meragukan.

“Hehehehe… Let’s see” jawab Min Young.

 

*****

-Flashback ending-

Min Young tersenyum penuh arti membayangkan hari-harinya sebulan yang lalu. Hari-hari yang penuh dengan warna. Dimulai dari aktivitasnya membuat kue, lalu berlanjut dengan membuat scrapbook yang isinya memuat tentang photo-poto selama ia belajar membuat kue dan tak lupa ia pun membuat sebuah video ucapan selamat ulang tahun yang ia ambil di 25 tempat berbeda disesuaikan dengan jumlah umurnya Ryeowook tahun ini. Masih jelas dalam ingatannya, wajah tidak menyenangkan yang ditujukkan Ryeowook ketika mendengar nama Minhyuk yang terlontar dari bibirnya. Dan yang tak mungkin dilupakan adalah akis –petak umpet- yang dilakukannnya untuk menyembunyikan aktivitas belajar masaknya agar tidak ketahuan Ryeowook. Di saat sedang asik dengan pikirannya sendiri, seorang gadis dengan baju bernuansa jingga telah muncul di hadapannya. “Annyeong  haseyo Eonnie,” sapa gadis itu.

Annyeong Haneul-ah, oh kau sudah sampai toh.”

Whoaaa, Min Young Eonnie, neomu yeoppo,” puji Haneul.

“Hehehe.. Gomawoyo Haneul-ah. Yuk kita berangkat sekarang.”

Kedua gadis itu pun berjalan beriringan, Min Young membawa birthday cakenya dan Haneul yang membawa teddy bear ungu.

“Kita akan menemui Wookie Oppa dimana?” tanya Haneul.

“Di tempat latihan drama musikalnya.”

“Oh, Ne.”

 

Sesampainya di tempat yang dituju…

“Haneul-ah, bagaimana penampilanku?” tanya Min Young.

Haneul mengangkat kedua jempolnya.

“Apa ada yang kurang?” tanya Min Young memastikan.

“Tidak Eonnie. You look so beautiful. Wookie Oppa pasti senang meihat gadisnya dengan warna favoritnya ini.”

“Ini juga warna favoritku Haneul-ah.”

Ne, Mr. Purple & Miss.Purple, kalian memang sehati.”

Min Young tersenyum dan melangkahkan kakinya keluar dari mobil menuju sebuah gedung yang digunakan sebagai tempat latihan. Haneul mengikuti di sebelahnya.

Eonnie, mianhae. Aku hanya bisa mengantarmu sampai disini, tak apa-apa khan.”

Gwaenchana. Terimakasih untuk bantuannya.”

Ne, sampai bertemu di dorm yaa Eon, malam ini kita semua berkumpul disana khan..”

Keureu, sampai bertemu lagi.”

 

Merekapun berpisah. Haneul berjalan kea rah parkiran, sementara Min Young masuk ke dalam gedung. Ia melangkahkan kakinya dengan hati-hati, dilihatnya sekelilingnya penuh dengan orang yang berlalu lalang hilir mudik. Min Young pun mencoba mencari keberadaan Ryewook. Terdengar suara melengking nyaring dari arah sebelah kanannya. Ia sangat kenal dengan suara itu. Suara favoritnya di Super Junior. Suara yang selalu ia nantikan dan ia rindukan. Suara itu kini menyenandungkan sebuah lagu, Min Young menerka ini adalah lagu yang akan digunakan dalam drama musikal Temptation of Wolves. Min Young menikmati setiap lyric dan alunan nadanya. Hingga tanpa sadar, ada seorang ahjussi yang menyapanya, “Agashi, ada yang bisa dibantu?”

Min Young tersadar dan menengok kea rah ahjussi tersebut sambil berkata, “Annyeong haeyo ahjussi, Jonen.. Shin Min Young imnida. Aku datang kesini untuk memberikan kejutan pada Wookie Oppa.”

“Oh ne, kalau begitu kau tunggulah. Sebentar lagi latihannya selesai.”

Kamsahamnida Ahjussi.”

 

Tak lama kemudian, latihan telah benar-benar usai. Sesuai dengan rencana, Min Young berjalan menghampiri Ryeowook dengan membawa birthday cake buatannya. Ryeowook terkejut dengan kedatangan Min Young. Padahal, beberapa hari yang lalu, hubungan meraka agak bermasalah. Kini, gadis berbaju ungu itu ada di hadapannya dengan senyuman dan sebuah cake di gengamannya, “Saengil Chukahamnida Oppa,” ucapnya lembut. Ryeowook tidak bisa menyembunyikan semburat merah yang mulai memenuhi wajahnya.

Ia terharu sekaligus senang. Ditambah para kru musikal yang melihat ke arahnya dan Min Young. “Ini untukmu Oppa,” ujar Minyoung sambil memberikan kue buatannya. “Kue ini aku yang buat sendiri.”

Jeongmalyo?” tanya Ryeowook tak percaya.

Min Young mengangguk dengan penuh percaya diri.

“Min Young-ah, jeongmal gomawoyo.”ucap Ryeowook.

“Maafkan aku Oppa, beberapa hari yang lalu, aku menjelma menjadi orang yang sangat tidak menyenangkan untuk Oppa, aku pasti membuat Oppa kesal khan.. Tapi itu semua ada penjelasannya. Semuanya bisa Oppa baca di scrapbook ini,” ujar Min Young sambil memberikan sebuah buku yang bersampul ungu.

Anio. Bagiku, kau tetaplah Shin Min Young. Min Youngnya Kim Ryeowook.”

Kali ini Min Young yang wajahnya berubah jadi kemerah-merahan.

Saengil Chukahamnida Ryeowook-ssi,” ucap seorang Ahjussi yang tadi berbicara dengan Min Young.

Ne, kamsahamnida PD-nim.”

“Jadi ini?”tanya Ahjussi itu seraya melirik kea rah Min Young.

“Oh, kenalkan. Dia Min Young, Shin Min Young,” ucap Ryeowook.

Min Young pun mengenalkan dirinya pada Ahjussi itu.

“Min Young-ah, setelah ini aku berencana mentraktir para kru makan malam, kau ikut denganku yaa. Setelah itu, baru kita ke dorm, bagaimana?”

Ne, Oppa,” Min Young menganggukan kepalanya.

 

“Hari ini adalah hari ulang tahunku ^ ^ kya kya kami, hyung dan noona merayakannya, Aku yang memegang kue dan mengambil sebuah foto.. Mohon tunggu kedepannya untuk musikal-ku juga!! ! AOH ~ ~ ~ ~ ㅋ ㅋ”

 

Dalam perjalanan menuju Dorm

“Min Young-ah, aku ingin ke Namsan Tower,” ungkap Ryeowook.

“Sekarang?”

Ne,” jawab Ryeowook.

“Tapi, bagaimana dengan yang lain? Meraka sudah menunggu kedatangan kita di dorm.”

“Kali-kali megerjai mereka, tidak apa-apa khan,” Ryeowook tersenyum jail.

“Mau apa ke Namsan Tower?”

“Aku akan mengatakannya ketika kita sudah sampai disana.”

“Baiklah,” ujar Min Young.

 

Mereka berdua pun menuju Namsan Tower. Tempat yang cocok untuk melihat pemandangan Seoul di malam hari. Lampu kerlap-kerip menghiasi indahnya Seoul.

Sesampainya disana, Min Young mulai merasakan suasana yang membuatnya merasa nyaman. Langit yang begitu cerah bertabur bintang, udara musim panas yang hangat, dan yang terpenting adalah kebersamaanya dengan sosok yang ada di sampingnya saat ini. Kim Ryeowook. “Min Young-ah, aku ingin menyanyikan sebuah lagu untukmu.”

Lalu terdengarlah suara khas Ryeowook mengalun lembut di telinga Min Young.

 

-It’s you-

It’s only you

It’s you

I do not want any person else, it’s only you

When you ask once more, it’s only you

Even if you already have an additional love

I can’t forget you, I can’t turn back around

Oh ~

The moment my eyes began to burn

The moment my heart was captured by you

I have no regret, I chose you

That’s appropriate, it’s you

Oh whatever anyone anyone says, it doesn’t matter to me

Oh whoever whoever curses me, I’ll only look at you

Even when I’m born again, it’s still only you

(Still Still) Even as time goes by

Oh when you tell me you love me

When you tell me thousands and millions of times

Even when my heart sets on fire, my dry lips wear out

Even when I’m born once more, it’s still only you

(Still Still) Even as time goes by

I don’t want any words

 it’s just you

 “Min Young-ah, dengarkan Oppa. Mungkin aku memang tidak setampan Siwon Hyung, sekeren Eunhyuk Hyung, sebaik Sungmin Hyung, sedewasa Teuk Hyung. Aku hanya lelaki kecil yang sedang bertumbuh untuk menjadi dewasa. Aku hanya lelaki biasa-biasa saja yang mencoba untuk menjaga gadis yang dicintainya dengan sepenuh jiwanya. Aku hanya punya senyuman yang bisa selalu ku perlihatkan di hadapanmu. Tapi, percayalah padaku. Aku hanya ingin kau tetap ada disini, disampingku, membersamaiku. Menjadi Min youngku yang bahagianya adalah bahagiaku dan tangisnya adalah tangisku. Bisakah kau melakukan hal itu?”

 

Kelopak mata Min Young mulai berkaca-kaca, “Oppa, maafkan aku. Maafkan gadismu ini. Maafkan aku yang lebih sering membuatmu khawatir, maafkan aku yang masih belum bisa menerimamu dengan segala kelebihan dan kekurangan yang kau punya. Tapi Oppa, aku akan belajar. Aku akan belajar menjaga cinta ini.”

 

“Janji yaaa, tidak akan melirik yang lain lagi.”

Min Young tersipu malu dan mengiyakannya. “Asal Oppa juga mau berusaha untuk jadi the real namja. Namja yang kuat, yang bisa melindungi gadisnya. Namja yang bisa menjadi tempat sandaran yang nyaman bagi gadisnya.”

“Baiklah, kita sama-sama berusaha menepati janji kita yaa.. Namsan Tower ini yang menjadi saksi bisu dari janji yang telah kita buat,” ungkap Ryeowook.

 

Mereka berdua pun melingkarkan jari kelingkingnya dan tersenyum secara bersamaan. Ryeowook mendekat ke a rah Min young dan membisikan sesuatu di telinganya, “Saranghae.”

 

Sementara itu di Dorm SJ

“Aissh, Wookie dan Min Young kemana siih? Mereka tidak tahu apa kalau kita sudah menunggunya sejak tadi?” keluh Heechul. “Yesungie, coba kau hubungi ponselnya.”

“Sudah Hyung, dan ponsel keduanya tidak aktif.”

Hyaaaa! Sebenarnya apa yang sedang mereka lakukan?!” Heechul mulai menunjukan gelagat –ingin melempar sesuatu-

Leetuk berusaha mengontrol situasi, “Kita tunggu saja beberapa menit lagi. Heenim-ah, jangan emosi dulu.”

“Haneul-ah, bukankah tadi kau mengantar Min Young?” tanya Sungmin

Ne Oppa.”

“Apa kau tahu Wookie & Minyoung kemana?”

Haneul menggeleng.

“Manajar Hyung bilang, setelah dari gedung latihan, Wookie & Minyoung makan bersama dengan para kru, lalu setelah itu mereka pulang.”

“Tapi kenapa sampai saat ini mereka blum juga sampai?” tanya Eunhyuk.

“Poo~ini sudah hapir larut malam, aku harus segera pulang, kalau tidak, Eomma tidak akan mengizinkanku untuk pergi bersamamu lagi.”ungkap Ji Yoo pada Eunhyuk.

“Aku juga harus pulang,” kata Yeosin sambil melirik kea rah Heechul.

“Aku juga,” tambah Hyori dengan menunjukan pandangan meyakinkan pada Kyuhyun.

“Sungmin Oppa, aku juga ingin pulang. Besok aku ada jadwal kuliah pagi,” ungkap Haneul.

“Haneul-ah, bareng yaa.. aku juga mau pulang, boleh yaa Oppa,”pinta Hyo ra pada Donghae.

“Minhwa-ya, apa kau minta pulang juga?” tanya Leetuk.

“Hehehe.. Ne Oppa, semua dongsaeng-dongsaengku minta pulang, masa aku ditinggal sendiri,” jawab Minhwa.

“Baiklah, semua yeoja sebaiknya pulang saja, lagipula ini sudah waktunya untuk istirahat.”

“Lalu, bagaimana dengan acara kejutan ini?” tanya Yesung.

“DIBATALKAN,” kata Leetuk.

 

Semua yang hadir di ruangan itu menunjukkan ekspresi yang hampir sama —__—

 

Minyoung & Ryeowook masih memandang langit Seoul di malam hari sambil menghirup udara hangat musim panas ditemani dengan senandung lagu Only One person yang tak bosan-bosannya dinyanyikan oleh Ryeowook untuk gadisnya Min Young.

 

-FIN-

FF Special for eternal member Kim Ryeowook & Shin Min Young Eonnie… 🙂

Happy bornday for you… *pelukcium*

Longlasting yaa kalian berdua…

Buat Wookie Oppa, jagain Min Young Eonnie biar ga lirik-lirik yang lain lagi,,, kkkk XDD

Buat Min Young Eonnie a.k.a Eonnie Yuni Dwi, ini FF hasil imajinasiku untukmu Eonnie..😀 smoga bisa membuatmu melengkungkan senyuman kecil,, hehehe…

-Regards-

Jung Haneul

^^Orange Pumpkin Girl^^

9 responses

  1. rosiyaniocii

    Hyaaaaaa ketawa guling2 aku bacanya. Ngebayangin itu semua bener terjadi. Hadoooh eunhyuk oppa kalo ngomong jujur bgt sih. ‎​ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮. Aku ngebayangin kyu masak kan mang hebohhhh bgt. Bhaha. Good job itu min young eonnie yg sudah berhasil buat kue buat wokkieppa. Hayoooo awas ya kalo lirik2 yg lain. Huaaaa oppadeul dah pny yeojachingu semua *nangisdipojikan. Hiks. Aishhhh ini si wookieppa ma min youmg eonnie tega deh malah ga pulang2 itu yg lain dah buat kejutan jg. Huffft. Bunbun,lucuuu FF-nya sukses buat aku ngakak d siang bolong. Hehe

    June 23, 2011 at 2:21 PM

    • waduuuh~ ampe guling-guling?… awas nubruk cii,, kkkk XDD
      Hyuk Oppa khan emang cas cis cus blak-blakan gitu, secara dia khan rapper *apa hubungannya (?)*/Slapped
      Kyu khan emang ga bisa masak —__— kalo dia masaka, alamat bakal terjadi gonjang ganjing di dunia perkulineran *apadeh*

      makasiih yaa cii udah baca plus ninggalin jejak disini *hughug*😀

      June 23, 2011 at 4:52 PM

  2. Woaaaa.. Kaget bgt, baru bangun tidur dikasih tau ff ini udah di post.

    Pengen kayang2 rasanya baca nya, ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ lebay..

    Gomawoyo haneuuuuuuuul.. Baguuuuuuuus, suka suka suka banget. Pas bgt aku emang pengen bs masak buat wookie, dan pengen kasih boneka teddy bear ungu yg gede buat wookie.. Huaaaa, seneng bangeeeet.. Peluk cium peluk cium..

    Ps: pas jg aku emang aku sebel sm kyuhyun, apalg sm istri nya berantem melulu (baca: sisi)

    June 23, 2011 at 4:40 PM

    • Hehehehe… maap yaa eon dipostingnya telat 2 hari niy, harusnya khan pas tanggal 21 Juninya…

      Cheonmaneyo Min Young Eonnie…😀 sesama istrinya Oppadeul kita kudu kompak yaaa… ayo semangat belajar masaknya, nanti aku icip-icip yaaa… I know eon, Kyu khan emang nyebelin.. >.< *dilirik sisi*

      June 23, 2011 at 4:56 PM

  3. Aku lg belajar jd min young yg setia koq oppa.. Aku janji.. *apasih*

    June 23, 2011 at 4:43 PM

  4. Pingback: Purple Cake for My Purple Boy « The Journal

  5. aku baru baca yg ini. wahh, seru, seru. hehehe.. eunhyuk oppa ngomongnya jujur banget, malah terlalu jujur xD trus wookkie oppa sama min young eonnie malah asik asikan di namsan tower sdngkn yg lain nunggu mereka. kasiaan.. hehehe ^^vaku baru baca yg ini. wahh, seru, seru. hehehe.. eunhyuk oppa ngomongnya jujur banget, malah terlalu jujur xD trus wookkie oppa sama min young eonnie malah asik asikan di namsan tower sdngkn yg lain nunggu mereka. kasiaan.. hehehe ^^v

    July 5, 2011 at 6:30 AM

  6. Awwwie~~~ >.,<
    Ngebayanginnya aja syuda senyam senyum sendiri~ cute cute cute cute cute😄
    Hehehe~

    July 18, 2011 at 1:20 PM

  7. Cute seperti authornya yaaa?… *wink*/dilempar~~ hwhwhwhw

    July 19, 2011 at 7:10 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s