MinNeul's Home

Minelicius Story ~Everlasting Flower For My Everlasting Love


Everlasting Flower For My Everlasting Love

 

Karena bunga selalu mewakili
perasaan hati yang terdalam tentang cinta yang tersimpan

 

Seoul, hari ini

Di sebuah ruangan, gadis berwajah mungil itu sedang asik membuka-buka buku hariannya dan termenung mengenang kilasan peristiwa-peristiwa yang pernah mengisi hari-harinya. Ia berusaha mengingat setiap momen yang terlewati di kehidupannya.

Kirin Senior High School, Februari 2005

“Kalian tahu tentang bunga edelweiss?” tanya Ibu Guru Kim kepada murid-muridnya. Ia mengarahkan pandangannya ke seluruh penjuru kelas dan mendapati para siswanya mengangguk dan menjawab secara bersamaan. Ia pun melanjutkan penjelasannya, “Edelweis adalah bunga abadi. Nama latinnya edelweis adalah Anaphalis javanica. Nama bunga ini diambil dari bahasa Jerman, edel = noble (mulia), weiss = white (putih). Dari namanya, bunga ini melambangkan keagungan, kesucian, keabadian. Bunga ini merupakan tumbuhan gunung yang sangat terkenal, dapat mencapai tinggi 8 meter, batang dapat berukuran sebesar kaki manusia, dan amat sangat langka. Edelweis adalah pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan yang mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus, karena mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara. Bunga ini sangat disukai serangga, lebih dari 300 jenis serangga terlihat mengunjunginya. Jika cabang-cabang tumbuhan ini dibiarkan tumbuh kokoh maka dapat menjadi tempat bersarangnya burung-burung. Bagian-bagian edelweiss sering dipetik dan dibawa turun oleh para pendaki dengan alasan estetis, spiritual, atau sekedar untuk kenang-kenangan saja. Namun, sekali lagi keserakahan manusia menjadikan bunga ini menjadi amat langka padahal cara tumbuhnya amat mudah. Edelweis dapat diperbanyak melalui potongan cabang-cabangnya. Apakah diantara kalian sudah ada yang pernah membeli edelweis?” tanya Bu Guru Kim.

Seisi kelas, dengan kompak menjawab belum disertai dengan gelengan kepala. Bu Guru Kim tersenyum dan berkata kembali “Bagi yang sudah pernah membelinya, tentu tahu bahwa bunga ini tidak pernah layu. Walaupun ditaruh di vas tanpa air, bunga ini tetap akan mekar seperti saat dipetik. Memang tidak sewangi bunga mawar atau melati, tetapi keindahan dan kekuatannya membuat bunga ini amat disukai. Bunga edelweis tak ternilai, dan terlupakan. Ia bunga langka, yang sekarang ini cukup sulit di dapat. Ia bunga dengan rupa yang sangat sederhana. Kalau kalian tak pernah melihatnya, dan mendengar tentang bunga ini dari sini, kalian akan terkejut betapa rupanya begitu jauh dibandingkan artinya. Sudah dikatakan, ia bunga yang sederhana, dengan filosofi seluas langit. Perlambang cinta, yang takkan terlihat dari luarnya saja, itupun kalau kalian mau menyelami dan membaca keajaibannya.”

Gadis itu menyimak penjelasan yang sedang disampaikan oleh gurunya dengan penuh perhatian. Tak lupa, ia pun mencatat kalimat-kalimat yang menurutnya penting untuk ia catat. Ini  pertama kalinya ia mendapatkan penjelasan tentang filosofi bunga edelweiss. Dengan wajah cerah dan mata berbinar ia berkata pada dirinya sendiri, “Edelweis, tak kusangka filosofimu begitu luar biasa. Walau tak secantik mawar, tak harum seperti lili, bukan semenarik anggrek, dan tak istimewa seperti teratai Brazil, tapi edelweis tetaplah yang terunik. Aku ingin menjadi sepertimu, seperti bunga edelweis.”

*****

Pucha Café, Mei 2009

Gadis penyuka bunga edelweis itu kini sudah menjadi seorang mahasiswi di salah satu kampus populer di Korea, Seoul National University. Gadis itu menatap satu persatu koleksi gambar bunga edelweis yang ia kumpulkan dari hasil searching [1]di internet. Ia berkata pada dirinya sendiri, “Suatu saat, aku harus bisa menyentuhmu secara langsung. Oh my[2] edelweis, aku ingin menjadi sepertimu. Bunga yang ‘jujur’, yang tidak menunjukan secara langsung kecantikannya lewat warna atau wanginya, tetapi orang-orang justru terpikat oleh edelweis karena kau memang memiliki sesuatu yang luar biasa indahnya. Letakmu tinggi dan dingin. Bungamu kecil sangat memikat. Tumbuh di lereng penuh bahaya. Hanya yang terpilih mampu dapatkan. Hanya yang ‘terpilih’ dengan penuh perjuangan yang mampu memelihara bahkan memetiknya. Selain cantik, edelweis juga terjaga di puncak gunung, limited edition[3], sulit didapatkan orang, hanya pendaki-pendaki tangguh saja yg bisa melihat bunga ini.”

“Kau pasti bisa menjadi seperti edelweis,” sebuah suara terdengar dari arah depan yang membuat gadis itu mengalihkan perhatian dari edelweisnya. Ia pun menatap laki-laki yang berdiri di hadapannya dengan tatapan penuh tanda tanya.

Jwesonghamnida, nuguseyo[4]?” tanyanya.

Ahh, Mianhamnida.[5] Apakah kau masih ingat padaku? Kita pernah bertemu di kantor SMent.”

Gadis itu terlihat mengingat-ingat sesuatu, kemudian ia berkata, “Oh, ne5, aku ingat sekarang. Lee Sungmin-ssi [6]adalah rekan satu manajemen dengan Yunho Oppa[7] khan?”

Iyaaap, syukurlah kau masih mengingatku. Haneul-ssi, apa kabar?”

“Kabarku baik, bagaimana denganmu Sungmin-ssi?”

“Aku juga baik. Oh iya, bolehkah aku duduk disini?”

“Silahkan. Emm, kalau boleh tahu, apa yang sedang Sungmin-ssi lakukan disini?”

“Aku ada janji dengan adikku, tapi sepertinya dia telat. Kalau kau sendiri?”

“Aku sedang mengerjakan tugas kuliah. Kebetulan, Café ini milik temanku, jadi aku bisa berlama-lama ada disini, hehe.”

“Apakah tugasmu berhubungan dengan bunga edelweiss?”

Ne, Jamkanman[8]. Darimana Sungmin-ssi bisa tahu?”

“Tadi, sewaktu aku baru saja masuk kesini, aku tak sengaja mendengarkan Haneul-ssi menyebut edelweis berkali-kali.”

“Waaah, sepertinya aku tak menyadari kalau suaraku terlalu keras.”

Aniyo[9], telingaku saja yang memang peka, hehe. Oiya, bagaimana kabar SNU? Sudah lama aku tidak mengunjungi kampusku yang dulu.”

“SNU baik-baik saja, masih berada di tempatnya dan tidak bergeser sedikitpun.”

“Sekarang kau tingkat berapa?”

“Tingkat tiga, dan kalau tidak ada halangan, tahun depan aku sudah bisa menyusun skripsi.”

“Wahh, semangat yaa!”

Ne, kamsahamnida[10]. Oiya, kau tidak ingin memesan sesuatu?”

Haneul menyodorkan daftar menu pada Sungmin. “Apa Sungmin-ssi sudah pernah mencoba minuman andalan dari Café ini?” Sungmin menggeleng.

“Baiklah, kalau begitu aku merekomendasikan untuk mencoba orange float. Rasanya segar, apalagi di udara musim panas seperti sekarang ini.”

Sungmin pun menerima rekomendasi dari Haneul dan memesan satu gelas orange float ditambah dengan banana cupcake.

“Haneul-ssi, kalau tidak ada halangan, aku berencana untuk berkunjung ke SNU dalam waktu dekat ini.”

“Oh ya? Dalam rangka apa?”

“Dalam rangka mengobati kerinduanku terhadap suasana kampus yang sudah lama sekali tidak aku rasakan. Emm, kalau kau tak keberatan, bisakah kau menemaniku?”

“Jika aku sedang tidak ada kegiatan, dengan senang hati aku akan menemanimu Sungmin-ssi.”

“Terimakasih banyak Haneul-ssi,” ucap Sungmin diiringi senyuman di wajahnya.

*****

 

Taman Kampus, Seoul National University, Juni 2009

“Haneul-ah[11], apa kau tidak bosan sendiri terus?”

“Maksudmu?”

“Apa kau tidak ingin mempunyai namja chingu[12]?”

“Hyo-ya[13], sudah berapa kali kau menanyakan pertanyaan yang sama seperti ini? Dan jawabanku tetaplah sama bahwa tulang rusuk tak kan pernah tertukar. Dan aku yakin, suatu hari nanti, sang pemilik tulang rusuk ini akan datang menjemputku di saat yang tepat dan dengan cara yang tepat pula. For now, I’m just enjoying my time being single, is that wrong[14]?”

Ckckckckck,” Hyoseok menggeleng-gelengkan kepalanya “Haneul memang gadis yang luar biasa. Tetaplah pada pendirianmu.”

Haneul tersenyum seraya berkata “Hyoseok juga sahabat yang luar biasa, thank you for being my best friend[15].”

“Jadi khan kau menemaniku menonton Dream Concert?”

Emm, asal kau janji tidak melakukan hal-hal konyol seperti terakhir kali kita melihat performance[16] pangeran ikanmu itu.”

“Iya, aku janji. Tapi, bisakah kita menemui mereka di backstage? Aku sangat ingin sekali berfoto dan meminta tanda tangan Donghae Oppa. Kau bisa mengusahakannya khan.”

“Hyo-ya, aku bukan manajer mereka.”

“Tapi kau adalah adik sepupu dari leader[17] boyband [18]yang satu manajemen dengan mereka. Bisakah kau meminta bantuan pada Yunho-ssi?”

Ne, akan aku usahakan.”

Gomawoyo[19] Haneul-ah.” Hyoseok tersenyum riang. “Oh ya, ngomong-ngomong, kenapa kau tidak tertarik untuk menjadi seorang idol[20]? Bukankah semua sepupumu adalah idol? Dari mulai Jung Yunho, Jung Ilwoo, Jung Yonghwa dan Jung Somin.”

“Aku tidak tertarik Hyo-ya. Aku ingin jadi penulis saja.”

“Kalau seandainya sang pemilik tulang rusukmu nanti seorang idol, bagaimana?”

“Ahhh, kalau bisa jangan. Aku masih menginginkan kehidupan yang normal. Kehidupan yang jauh dari sorot lampu kamera, wartawan dan para netizen.”

*****

Perpustakaan Seoul National University, Juli 2009

Haneul sedang asik berkutat dengan buku bacaannya, ketika ponselnya berdering. “Yoboseyo[21]

“Haneul-ssi, ini aku Sungmin.”

Ne, Oppa. Waeyo[22]?”

“Aku sedang ada di SNU sekarang. Apa kau sedang ada di kampus?”

Ne, aku sedang ada di perpustakaan.”

“Bisakah aku menemuimu?”

“Tentu saja Oppa, kita bertemu di kantin saja, bagaimana?”

“Baiklah, see you there[23].”

Sungmin dan Haneul duduk berhadapan di kantin kampus sambil menyantap menu makan siang mereka.

“Jadi, kapan Oppa akan mengisi kuliah umum?”

“Pekan depan.”

Whoaaa, jinja[24]?”

Sungmin mengangguk.

Chukhahae.[25]

“Haneul-ssi, apakah setelah ini kau ada kuliah lagi?”

Aniyo, waeyo?”

“Bisakah menemaniku berjalan-jalan keliling kampus? Rasa-rasanya sudah lama aku tidak menengok kampus ini.”

“Dengan senang hati,” jawab Haneul riang.

Haneul mengajak Sungmin berkeliling kampus. Haneul bercerita tentang kenapa ia bisa masuk SNU, tentang impian dan cita-citanya, tentang rencana masa depannya.

Haneul berkata pada Sungmin, “Oppa, apa kau tahu seindah apapun rencana yang telah kita buat untuk hidup kita, jauh lebih indah rencana Tuhan. Takdir memang telah ditetapkan, yang perlu dilakukan seorang manusia adalah menjemput takdir itu dengan seni terindah.” Sungmin tertegun dengan apa yang baru saja disampaikan Haneul. Ia merasa sangat berterimakasih atas pertemuan hari itu, ada semangkuk ilmu yang ia dapatkan dari seorang Haneul. Sungmin menatap gadis yang sedang berjalan di sampingnya itu dengan tatapan kagum. “Gadis ini memang istimewa,” ungkapnya dalam hati. Sejak pertemuan kedua Sungmin dan Haneul di Pucha Café, mereka berdua seringkali berinteraksi. Dan tanpa mereka sadari, semakin hari hubungan mereka menjadi semakin dekat. Lihatlah bagaimana kini Haneul memanggil Sungmin dengan panggilan ‘Oppa’. Panggilan itu hanya akan Haneul pakai jika ia sudah merasa adanya kenyamanan dan keakraban yang terjalin antara ia dengan orang yang ia panggil dengan panggilan ‘Oppa’ itu.

Hari-hari berikutnya, Haneul menjadi pendengar setia bagi Sungmin. Padahal, Sungmin bukanlah tipe orang yang senang membagi ceritanya dengan orang lain. Bukan karna ia tidak punya kisah yang bisa ia ceritakan, hanya saja ia takut menyakiti orang lain dengan ceritanya. Tapi di hadapan Haneul, dengan lancarnya Sungmin bercerita tentang hal-hal yang ia alami di kehidupannya. Sungmin mulai menjadikan Haneul sebagai orang penting di hidupnya.

*****

 Seoul Worldcup Stadium, Oktober 2009

Berkat bantuan dari Yunho, Haneul dan Hyoseok sudah berada di waiting room Super Junior. Mereka baru saja selesai di make up dan sedang menunggu giliran untuk performance. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Hyoseok. Ia langsung berjalan ke arah pangeran ikannya dan memperkenalkan dirinya. Haneul yang melihat tingkah sahabatnya itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Putri Edelweis,” panggil seseorang yang sudah Haneul kenal suaranya dengan baik. Haneul menoleh dan mendapati seorang lelaki tersenyum ke arahnya.

Annyeong [26]Sungmin Oppa,” sapa Haneul.

“Putri edelweis?” tanya Eunhyuk penuh tanda tanya.

“Bukannya namanya Jung Haneul, adik sepupu dari Yunho Hyung khan” tambah Ryeowook. Sungmin dan Haneul tersenyum penuh arti.

“Hayo, ada hubungan apa di antara kalian berdua?” tanya Kyuhyun.

Yya! Kalian semua jangan berpikir macam-macam. Haneul ini juniorku di SNU.”

Jinjayo?” tanya Eunhyuk.

Ne, “jawab Haneul.

“Kau kesini bersama dengan temanmu itu?” tanya Sungmin

Ne, Oppa. Temanku ingin sekali bertemu dengan Donghae Oppa secara langsung.”

“Haneul-ssi, berhati-hatilah pada Sungmin Hyung[27], sikap manisnya itu selalu ia tunjukkan pada semua perempuan yang ia kenal,” ungkap Eunhyuk.

“Ditambah aegyoface[28] dan sifat perhatian yang dimilikinya, tak jarang banyak perempuan yang mensalahartikan sikapnya itu,” tambah Kyuhyun.

“Sungmin Hyung ini memiliki banyak teman wanita, itu karena banyak sekali bakat yang ia punya,” ungkap Ryeowook.

“Kalian ini berbicara apa sih? Sudah, jangan membuat Haneul bingung,” kata Sungmin.

Gwaenchanayo[29] Oppa,” Haneul mencoba untuk bersikap dengan tenang dan seakan-akan tidak terjadi apa-apa padanya. Tapi sejujurnya ada sesuatu yang membuatnya merasa tidak nyaman, dan itu terihat jelas di wajahnya. Haneul memang tipe orang yang tidak bisa menyembunyikan apa yang sedang ia rasakan, ekspresi wajahnya langsung berubah, menyiratkan tanda tanya besar.

*****

            Sesampainya di rumah, Haneul langsung membenamkan tubuhnya di kasur. Tanpa perlu dikomandoi titik demi titik krystal bening itu mengalir di pipinya.

“Jung Haneul, kenapa kau harus menangis? Kenapa dada ini terasa sesak dan sakit?”

Ini pertama kalinya Haneul menangis untuk seorang lelaki. Haneul merasa lemah dan tak kuasa mengendalikan hati dan perasaannya sendiri. Haneul menatap gambar bunga edelweis yang terpampang dengan jelas di dinding kamarnya. “Aku adalah edelweiss. Dan seorang edelweis tidak akan mudah menyerahkan keindahannya pada seorang pendaki yang biasa-biasa saja. Hanya pendaki yang tangguh yang bisa memetik dan membawaku pulang bersamanya. Jung Haneul, ingat! Jangan terlalu berharap banyak padanya. Belum tentu, ia adalah sang pemilik tulang rusukmu. Lagipula, ia bukan tipe idealku. Aku tidak suka wajah cute[30]nya, aku tidak suka lelaki yang terlihat feminim, aku tidak suka warna yang disukainya. Aku tidak suka padanya!” tegas Haneul pada dirinya sendiri.

Haneul membuka lembaran buku hariannya dan mulai menulis kata demi kata,

Keinginanku sederhana, aku hanya ingin menjadi perempuan yang bisa menjaga hatinya untuk seseorang yang telah ditakdirkan untuk menjadi pasangan jiwanya.

Aku ingin dipertemukan dengan

Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku
ketika aku berbuat salah
Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku
di sisinya

 

Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang
yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna

Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku
untuk membuat hidupnya menjadi sempurna

 

*****

            Sudah beberapa minggu ini, Sungmin agak kesulitan untuk menghubungi Haneul. Rasa kehilangan mulai Ia rasakan. Ia akui, Haneul memang tidak terlalu cantik. Apalagi jika dibandingkan dengan junior-juniornya yang lain. Tapi, ada sesuatu yang menarik di dalam dirinya yang selalu saja membuat Sungmin ingin lebih dekat dan mengenalnya. Sepertinya Sungmin tidak bisa membohongi perasaannya. Ia merindukan merindukan sosok Haneul, dan ia pun menemui Yunho yang merupakan orang terdekat Haneul.

“Sungmin-ah, aku dengar kau sedang dekat dengan Haneul, apakah itu benar?”

Sungmin mengangguk.

“Apa kau menyukai Haneul?”

“Aku tidak tahu, tapi aku merasa nyaman ketika sedang bersama dengannya. Perasaan nyaman yang selama ini belum pernah aku temukan ketika aku dekat dengan wanita manapun, kecuali ibuku tentunya. Oh ya, bisakah kau menceritakan tentang sosok Haneul dari sudut pandangmu?”

“Ne, tentu saja Sungmin-ah,” jawab Yunho diselingi dengan senyuman di wajahnya. Ia pun mulai bercerita,“Jung Haneul adalah gadis yang unik. Kenapa aku bilang ia unik? Karena di abad yang sekarang ini, sangat jarang kau temukan gadis sepertinya. Haneul tidak mau terburu-buru untuk memberikan hatinya pada seorang lelaki, maka tak heran jika sampai saat ini ia masih sendiri. Bukannya Haneul terlalu pemilih, tapi ia hanya berusaha untuk mencari yang terbaik untuk masa depannya. Menurutku, Haneul adalah cerminan dari bunga edelweis. Bunga yang sejak dulu selalu ia jadikan inspirasi dalam hidupnya. Dimana ada edelweis, disitu pasti ada Haneul. Seakan-akan, edelweis dan Haneul sudah menjadi sebuah kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Oh ya, kau perlu tahu, tidak mudah untuk menaklukkan hatinya. Ia begitu menjaga dirinya dengan baik. Hal itu juga berkat didikan dari kedua orangtuanya. Aku, Il wo, Yonghwa, Haneul, dan So min tumbuh bersama. Sejak kecil, kami memang tidak terpisahkan. Kami saling menyayangi dan melindungi satu sama lain. Jika aku bukan kakak sepupunya, aku rasa aku akan jatuh cinta pada sosoknya. Haneul mempunyai cara sendiri untuk membuat dirinya terlihat istimewa. Namun, tak banyak yang menyadari keistimewaan yang dimilikinya itu. Satu hal yang ingin aku sampaikan padamu, jika kau memang benar-benar serius dengan Haneul, jangan pernah mempermainkan perasaannya. Datanglah padanya, dan bersikaplah sebagai seorang ksatria, karena seorang bidadari tidak akan bisa dijemput dengan cara yang biasa-biasa saja.”

“Yunho-ya, terimakasih atas informasimu tentang Haneul, aku merasa jadi semakin mengenal sosoknya. Tapi, entah kenapa aku belum memiliki keberanian untuk menyatakan perasaanku padanya.”

“Apa kau ragu?”

“Mungkin.”

“Berdialoglah dengan hatimu, Sungmin-ah. Karena terkadang, ada beberapa hal yang tidak bisa dipikir dengan logika, namun bisa dirasakan dengan hati. Jangan sampai kau menyesal karena telah membiarkan bunga edelweiss itu pergi begitu saja.”

“Yunho-ya, apakah kau mendukungku untuk bisa bersama dengan Haneul?”

“Tentu saja aku mendukung kalian. Walau Haneul tidak bercerita padaku tentangmu, tapi dari raut wajahnya dan sorot matanya, aku bisa melihat bahwa Haneul sangat senang ketika sedang bersama denganmu.”

“Benarkah?”

Ne, aku bisa memastikan hal itu.”

“Lalu, apa yang harus aku lakukan?”

“Temuilah Haneul secepatnya dan ungkapkanlah apa yang kau rasakan. Sebentar lagi Haneul berulang tahun, aku rasa saat itu tepat untukmu.”

Gomawoyo Yunhyo-ya.”

Ne, Cheonmaneyo[31], Good luck [32]yaaa.”

Setelah perbincangan di hari itu, Sungmin berusaha untuk semakin memantapkan dan meyakinkan hatinya bahwa ia membutuhkan Jung Haneul di hidupnya. Dengan segenap kekuatan yang telah ia kumpulkan, suatu pagi di tanggal 13 Oktober 2009, Sungmin pergi menuju rumah kediaman orangtua Haneul. Ia bertekad untuk menyampaikan perasaannya.

13 Oktober 2009

Saengil Chukahamnida [33]putri edelweis,” suara itu mengagetkan Haneul ketika ia baru saja membuka pintu rumahnya. Di hadapannya kini berdiri seorang lelaki dengan senyum khasnya membawa beberapa tangkai bunga mawar di tangan kanannya dan sebuah bingkisan di tangan kirinya. Haneul masih memandangi sosok itu hingga sebuah suara menyadarkannya.

“Siapa yang datang Haneul-ah?” seorang wanita mengampiri Haneul.

“Ahh, eh, ini,” Haneul terlihat gugup.

Tanpa pikir panjang, Sungmin memperkenalkan dirinya, “Annyeong haseyo, Jonen Lee Sungmin imnida, bangapseumida[34],” Sungmin mengakhiri kalimatnya sambil membungkukkan badannya.

“Ahh, Annyeong Sungmin-ssi, saya ibunya Haneul. Mari masuk.”

“Tidak perlu Eomma[35], lagipula aku sudah mau berangkat kuliah,” cegah Haneul. “Sungmin Oppa, bisakah mengantarkanku ke kampus?”

Sungmin pun mengiyakan permintaan Haneul.

Dalam perjalanan menuju kampus, Haneul lebih banyak diam. Sungmin agak bingung dibuatnya. Akhirnya ia berinisitiaf untuk memulai percakapan, “Hari ini pasti adalah hari yang istimewa untukmu bukan? Apakah kau ingin pergi ke suatu tempat?”

Oppa, bisakah aku minta sesuatu padamu?”

Ne, katakan saja.”

“Tolong, jangan bersikap terlalu baik padaku. Bersikaplah biasa saja, seperti yang lain.”

“Maksudmu?”

“Seperti Leetuk Oppa, Yesung Oppa, Shindong Oppa dan yang lainnya, bisa khan!”

Sungmin menghela nafas perlahan, “Sepertinya aku tidak bisa.”

Waeyo? Aku bukanlah siapa-siapa untukmu khan Oppa. Tolong jangan biarkan orang lain salah paham dengan hubungan kita ini.”

“Kalau aku bilang, aku suka padamu, bagaimana?”

Haneul terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya. Sungmin menghentikan aktivitas menyetirnya dan menepikan mobilnya ke pinggir jalan.

“Jung Haneul, dengarkan aku. Saat ini aku memang belum bisa menjadi seorang pendaki yang tangguh, saat ini aku sedang dalam perjalanan mendaki puncak tertinggi untuk dapat meihat bunga edelweisku, bisakah kau memberikanku kesempatan? Aku pasti akan bisa mencapai puncak tertinggi itu, lalu memetikmu dan membawamu pulang bersamaku. Maukah kau menungguku? Sang pendaki ini sedang dalam perjalanan menuju kesana.”

Haneul menatap Sungmin dan mulai berbicara, “Maafkan aku. Tapi, aku memang tidak pernah mau mengucapkan janji atau menerima janji dari pria manapun. Jika Oppa memang benar-benar ingin memiliki bunga edelweis itu, maka buktikanlah.”

*****

Juli 2010

            Sungmin terlihat sedang menyiapkan berbagai peralatan untuk mendaki. Ia memberikan tanda ceklis pada list barang-barang yang sudah ia masukkan ke dalam tasnya. “Hyung, ada yang bisa aku bantu?” tanya Ryeowook.

Gwaenchana, sebentar lagi aku selesai kok.”

Hyung, apa kau yakin akan pergi mendaki?” tanya Eunhyuk

“Sangat yakin Hyukie-ya. Aku telah mempersiapkan semua ini dari jauh-jauh hari. Aku harus bisa membawa pulang bunga edelweissku.”

Hyung, kau beneran serius?” kali ini Donghae yang bertanya.

“Apa aku terlihat sedang bercanda?” tanya balik Sungmin dengan wajah seriusnya.

Hyung, mianhae. Kami tidak bisa menemanimu,” ucap Kyuhyun.

Gwaenchana Kyuhyun-ah. Keberadaan adikku Sungjin sudah cukup untuk membantuku.”

“Semoga berhasil membawa pulang edelweismu itu, kami disini akan membantu dengan doa. Hati-hati Sungmin-ah.”

Ne, Teuk Hyung. Gomawoyo. Aku pamit dulu.”

Sungmin dan Sungjin memulai perjalanan mereka mendaki pegunungan untuk menjumpai bunga edelweiss. Bunga yang kata banyak orang adalah bunga abadi perlambang cinta yang abadi.

Seoul, hari ini

Haneul membuka lembaran terakhir di buku hariannya, tertulis keterangan : Juli 2010. Ada beberapa kalimat yang ditulis oleh sang pendaki untuk bunga edelweisnya.

Bunga edelweiss memang tidak begitu indah bentuknya tetapi perjuangan untuk memperolehnya telah membuatnya sangat berkesan dan indah untuk diceritakan. Untuk mendapatkannya, kita akan mengalami kepanasan, kedinginan, kehujanan (bila sedang musim hujan), memasuki hutan yang lebat, dan menempuh perjalanan yg jauh. Namun, apapun akan dilakukan untuk melihat dan menikmati bunga EDELWEIS. Bagi seorang pecinta alam, ia pasti TIDAK AKAN MEMETIKNYA UNTUK DI BAWA PULANG bila mereka menyebut dirinya sebagai PECINTA ALAM.

Di balik keindahan dari bunga edelweis ternyata tersimpan sebuah mitos, dimana bagi yang memberikan bunga ini kepada pasangannya, maka cintanya akan abadi. Tidak sedikit para pencinta yang menjadikan bunga abadi ini menjadi salah satu hadiah spesial bagi pasangannya. Konon, hal itu dimaksudkan agar cintanya abadi. Butuh perjuangan untuk mendapatkannya, karena bunga yang satu ini biasanya tumbuh di puncak-puncak atau lereng-lereng gunung.

Oleh karena itu bisa dibayangkan betapa susahnya untuk bisa memetik si bunga abadi ini. Orang bilang, “Untuk mendapatkan bunga edelweis yang indah, maka semakin besar resiko yang dihadapi”, karena nyawa adalah tantangannya. Mengingat bahwa bunga edelweis telah menjadi bunga yang langka dan dilindungi, razia juga salah satu resiko yang harus ditanggung.

Hal terakhir yang ingin aku katakan adalah, kita tidak akan pernah mendapatkan cinta abadi (dari sekuntum bunga abadi), tapi adalah cinta sejati (juga bukan dari sekuntum bunga delweiss). Dan kita justru tidak akan mendapatkan keduanya jika kita tidak meyakini apa yang sedang kita rasakan.

Di bagian akhir dari tulisan sang pendaki itu, terpampang fotonya ketika sedang mencapai puncak tertinggi dan di sebelahnya ada bunga edelweiss. Di bawah foto itu tertulis sebuah kalimat “For my edelweiss princess[36], aku memang tidak bisa memetik edelweiss ini dan membawanya pulang untukmu, karena ia terlalu berharga untuk kusentuh. Tapi satu hal yang pasti, aku sangat ingin memiliki bunga langka ini. Bisakah aku memilikinya?”

            Haneul membaca jawaban yang ia tulis untuk sang pendaki setahun yang lalu, “Bunga edelweiss ini kini sudah menjadi milikmu. Jagalah ia agar ia menjadi bunga yang tak lekang oleh waktu.”

Tepat ketika Haneul menutup buku hariannya, sang pendaki tangguh itu telah duduk di sebelahnya sambil memperlihatkan senyumannya. “Mau makan ice cream?” tanyanya.

Haneul mengangguk dan melingkarkan lengannya di lengan lelaki itu.

-FIN-


[1] Mencari

[2] Kepunyaan

[3] Langka

[4] Mohon maaf (formal) anda siapa

[5] Iya

[6] Partikel

[7] Panggilan Kakak laki-laki untuk adik perempuan

[8] Tunggu sebentar

[9] Tidak

[10] Terimakasih

[11] Partikel

[12] Kekasih laki-laki

[13] Partikel

[14] Untuk sekarang, aku ingin menikmati waktu kesendirianku, apakah itu salah

[15] Terimakasih telah menjadi sahabat baikku

[16] Penampilan

[17] Pemimpin

[18] Grup vocal laki-laki

[19] Terimakasih

[20] Idola

[21] Sapaan ketika mengangkat telepon

[22] Ada apa

[23] Sampai bertemu disana

[24] Benarkah

[25] Selamat

[26] Sapaan

[27] Kakak laki-laki untuk adik laki-laki

[28] Wajah lucu

[29] Tidak apa-apa

[30] Lucu

[31] Sama-sama

[32] Semoga berhasil

[33] Selamat Ulang Tahun

[34] Perkenalan diri

[35] Ibu

[36] Untuk Putri Edelweissku

Berjumpa lagi dengan ^^Orange Pumpkin Girl^^ disini…😀

Minelicius Story kali ini mengisahkan tentang asal muasal Min & Neul bisa jadi couple,, heuheu…😉 kira-kira beginilah kisahnya…

Gimana?… Gimana?…

yang komen… yang komen… ditunggu komennya…😀

Mau komen memuji, mengkritik, apalagi kalau ngasih masukan & saran, saiia terima dengan senang hati… ^^

Asal jangan jadi Silent Reader or plagiator aja.. Saiia ga kenal tuh… /ngeloyor pergi…

49 responses

  1. bunda… aish, jinjja, keren banget. ff bunda itu selalu always gk pernah never memberikan pelajaran pelajaran baru buatku. oh, jd gt ceritanya, so sweet.. next part ditunggu bunda🙂

    July 2, 2011 at 6:36 AM

  2. va elfishy wife

    eonni ah kau selalu membuat cerita yang romantis
    dengan kata kata yang ah jeongmal bagussss kerennn
    betapa inginnya sungmin ingin memiliki haneul eonni sampai2 dia mendaki gunung ah so sweet
    kerennnn akh bikin os atau ff lagi eonni

    July 2, 2011 at 7:01 AM

    • Iyaaa va~ cerita romantis akan muncul kalo eonnie lg keingetan sama Ming… hanya bisa menyalurkannya lewat tulisan… hwhwhwh
      oh iya dong, Haneul khan limited edition, ga gampang buat dapetinnya,, kkkk XDD

      Okehh~ nanti bakalan ada terus koq Minelicius storynya dan tentunya FF yg lain jg. Makasiih yaa udah baca..😀 *hughug*

      July 2, 2011 at 7:30 AM

  3. Din, ini FF yg mau diikutin lomba itu yah? Kok diposting? Emang boleh yah? Hihihihihi

    Ehm… Jadi gitu toh awal ketemunya Haneul ma Umin dan mereka jadian karena bunga edelweis… Wow keren deh hehehehe…

    Okay sekarang aku mau lanjut jalan-jalan lagi….

    July 2, 2011 at 12:35 PM

    • Hu um teh, hasil lombanya udah keluar dan aku ga masuk 10 besar…😦
      maka dari itu daripada basi (?) yaudah diposting disini ajah… hwhwhwhw

      fufufufu… Edelweis adalah bunga yang bersejarah buat Mineul couple *tsaaah*😉

      makasiih yaa teh udah baca plus ninggalin jejak…😀

      July 2, 2011 at 1:14 PM

  4. Ya ampun… Sapa aja gitu yang masuk 10 besar? Sabar yah, belum waktunya aja buat menang🙂

    Widiw keren deh bunganya bunga edelweis hihihihi

    July 2, 2011 at 5:43 PM

    • kebanyakan yang masuk 10 besar itu main castnya bervariasi… ga hanya SJ aja, sedangkan FFku khan main castnya only Super Junior, hehe..
      iya teh,, justru itu jadi semacam suntikan penyemangat buat lebih semangat nulis dan tentunya memperbaiki kualitas & kuantitas tulisan *tsaah gaya beuth bahasa saiia*😉

      July 2, 2011 at 7:26 PM

  5. s'ELF'ania

    hohohohohoho si simbiosis jamur muncul *mikoriza* tertarik tuk menelitinya… tp ngga kebayang susahnya!! hahahhahahaha

    terlalu sering berinteraksi memang berefek. *apa sih*

    Chukaee!! di beliin ice cream *loh*

    kalo urusan hati sungguh sangat berat. *yah gaje lagi*

    ceritanya bagussss ^^

    July 2, 2011 at 7:18 PM

    • *garuk-garuk pala* Eon, ini ceritanya tentang bunga edelweis disambungin sama pelajaran biologi,,, aya-aya wae… kkk XDD

      kalo peribahasa jawanya, witing tresno jalaran soko kulino, bener ga sih nulisnya/Slapped…

      seSUJU sama eon,, hati hatilah dengan hati (?)

      makasiih yaa eon udah nyempetin baca plus komen *hughug*😀

      July 2, 2011 at 7:33 PM

  6. Betul banget Din, terus semangat menulis yah uri dongsaeng…. ( ◦˘ з(◦’ںˉ◦)~♡

    July 2, 2011 at 9:07 PM

    • teteh juga yaaa..😀
      mari kita sama-sama terus berkarya… writing and writing…😀

      July 3, 2011 at 6:11 PM

  7. Snow Girl

    aaahhhh… suka bgt sm kata2…

    “Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna”

    aigooo… so touched me… ^///^

    die, as always… daebak!
    another great FF from you… sungmin edelweiss princess…😀

    July 2, 2011 at 9:28 PM

    • Me too … pas nulis bagian itu, bener2 merinding gimana gitu… hwhwhw

      Gomapseumnida Eonnie… *blushing* suka sama kata-katanya eonnie yang pas endingnya itu… I’m sungmin edelweiss princess~~ yeah, that’s me… !! *terbaaaang ke langit ketujuh (?) kkk XDD

      July 3, 2011 at 6:10 PM

  8. q datang dengan muka manyun -_- gr2 nie FF crtnya minelicius PASTI bkn q cemburu…
    tarik nafas dl >_>yakkk si umin buat q wkwkwkwk
    “Sudah beberapa minggu ini, Sungmin agak kesulitan untuk menghubungi Haneul. Rasa kehilangan mulai Ia rasakan” ^saya gantung diri*
    hah Umin bawa bunga mawar ahhh bkn ngiri jah. ^hati sy pecah*
    Saat umin blng suka ma haneul *sy mati sekarat*
    Ihh sungjin mncl wkwkwk cakep jg tuh namja mirip ma si umin *genit mode on*
    Jiahh si umin demi haneul naik gunung ahhhh *sy mulai kehabisan oksigen*
    Sungmin kepanasan n kehujanan tenang sy bw payung, kedinginan tenang sy bawa selimut wkwkwk >>menghibur diri<<
    wew Ice cream knp nyambung ke Haneul mengangguk dan melingkarkan lengannya di lengan lelaki itu
    yakkk pa yg kalian lakukan hah??
    onnie tega2nya y bkn sy pecah berkeping2 gr2 ngiri hahahaha romantis amat sie ah.
    sebel sebel sebel *cubit2 umin*

    July 2, 2011 at 9:35 PM

    • yakk ngomong panjang lebar ternyata kpotong wkwkwk mian y onn gr2 tuh jd penuh dah nie halaman.
      q datang dengan muka manyun -_- gr2 nie FF crtnya minelicius PASTI bikin q cemburu…
      tarik nafas dl >_>yakk si umin buat q wkwkwk
      “sudah beberapa minggu ini,sungmin agak kesulitan untuk menghubungi haneul. rasa kehilangan mulai ia rasakan: ^saya gantung diri*
      hah umin bawa bunga mawar ahhh bikin ngiri jah.^hati sy pecah^
      pah umin blng suka haneul *sy mulai kehabisan oksigen*
      iiih sungjin mncl wkwkwk cakep jg tuh bocah mirip ma si umin *genit mode on*
      jiahhh si umin demi haneul naik gunung ahhh *sy mati sekarat*
      sungmin kepanasan n kehujanan tenang sy bw payung, kedinginan tenang sy bw selimut wkwkwk >>menghibur diri<<
      wew ice cream knp nyambung ke haneul mengangguk dan melingkarkan lengannya di lengan lelakinya yakk apa yg kalian lkkn hahaha
      onnie tega2ny y bkn sy pecah berkeping2 gr2 ngiri hahahah romantis amat sie ah.
      sebel..sebel…sebel…*cubit2 umin*

      July 2, 2011 at 10:19 PM

      • sabar-sabar… WP emang lagi bikin senewen ini…
        gpp koq fit, jadi keliatan banyak yang komennya,, hwhwhwh
        bikin orang cemburu adalah salah satu keahliannya (?) eonnie~~ dilempar…
        dari kemaren-kemaren bilang mau gantung diri. ga jadi-jadi/Slapped~
        Hati pecah, kehabisan oksigen, itu tanda-tanda kalooooo…. bentar lagiiii… Oppss,, ga jadi bilang ahhh~~
        tuh khan bener… Fit mati sekarat… HOREEEE ~di injek…
        Fit mau tau aja niiyy apa yang dilakuin sama penganten baru (?)

        andwaaaeee~~ nanti Uminnya bengkak (?) kalo dicubitin terus… >.<
        makasii yaa udah baca… walo sering buat hatimu panas dengan cerita ini,, tapi fit tetep setia bacanya *terharuuu*

        July 3, 2011 at 5:54 PM

  9. rosiyani 'oci'

    aku dahhhh baca ternyata ini. hhe.
    baca lagi yang kedua kali tetep memukau wahhh. senyum aja terus.
    kerennn, yang paling seneng dan ditunggu2 dr FF bunda itu pasti kalimat2 penuh maknanya itu. hmmm jadi kalo baca FF bunda berasa abis belajar dapet sesuatu gtu jadinya. hoho…
    di FF ini pelajarannya adalah jadilah wanita yang sangat berharga seperti edelweiss dan wanita itu hanya akan menemukan seorang pria sejati yg tangguh yg sanggup mendapatkan wanita berharga itu *tsahhhhhh
    paling suka kata2 kalo seseorang tidak akan pernah tertukar tulang rusuknya dan ia akan mendapatkan pasangan tulang rusuknya di suatu hari itu. behhhh mantap hehe

    mantap umin bisa menemukan tulang rusuknya yaitu jung haneul *kedap-kedip hihi

    July 2, 2011 at 10:44 PM

    • Kyaaaaaa~~~ bunda juga selalu suka komen-komennya oci… panjang & bermakna…😀
      makasiih yaa sayang… dukungan dari oci dan reader-reader yang lain bisa ngebuat bunda jadi lebih semangat utk nulis & menghasilkan karya-karya yang berkualitas… Seperti kata ocii, smoga FFnya bunda kedepan bisa selalu “ngasih sesuatu” buat yang bacanya…🙂
      Ociii cerdas udah bisa menyimpulkan sendiri… *jempol*

      *pelukpelukpeluk*😉 / Labu panda jealous pengen dipeluk juga (?) hwhwhwhw

      July 3, 2011 at 5:46 PM

  10. Ttok… Ttok ttok
    deson coming… Akhirnya bisa bc ff kaka lg
    aq suka lupa alamat nya kkkk
    Aku juga suka bunga edelwise n punya kisah trags kkkkk*g da yg nanya*
    kaka lahir tgl 13oktober??? Beda 5 hari ma aku dong
    Ayo ah kita ngerayain ultah berempat maa abang donge n henri kkkk
    abang umin so sweet. Jd ingiri

    July 3, 2011 at 10:02 AM

    • *ceklek*~~bukain pintu… mari-mari masuk neng… ^^
      ada angin apa niy seorang Han Yeosin berkunjung kesini? hwhwhwhw
      jiyaaah~ tinggal klik aja avanya kakak trus khan ntar langsung terhubung neng…😉
      Mwo?.. O.o kisah tragis?.. apa itu?.. *naluri netizennya muncul (?)*
      JinJa?!! whoaaa~ mari kita buat bulan oktober menjadi bulan yang CERIA… kkk XDD
      hihiw,, iyaa dong.. Uminnya siapa dulu?.. *wink*
      makasiih yaa neng udah berkunjung kesini, udah baca juga plus komen… *hughug* sering-sering yaa main2 kesini, huehehehe…

      July 3, 2011 at 5:41 PM

      • oh iyaa… iyah…. klo ava nya d klik kan langsung nyambung *babo gateun*

        dulu aku pernah di kasih bunga edelwise sama kakak sepupu… kakak sepupu aku itu anak pecinta alam….
        aku masii g ngerti yg begituan… aku buang aja bunganya di depan dia…
        mungkin dia troma atau masih sebel ma aku
        sampai sekarang dia g pernah ngasih lagii…

        babo gateuna Y.Y

        July 8, 2011 at 9:56 PM

  11. bunda aku datang………. *lari kepelukan bunda, si mingie toss sama ayah umin , berasa keluarga bahagia awaw*
    suka”🙂 aku jd tau banayk ttng bunga itu
    keren lah ff bunda ahahahhaha
    so sweet bgt dah bunda sma ayah
    huah ngiri deh kyahahahahha
    lanjut bunda d tunggu d tunggu

    July 3, 2011 at 7:42 PM

    • Yeahh~ we are happy family…😀
      mari-mari kita foto keluarga… hwhwhwhw😉

      makasiih yaa sayaang… dita selalu setia baca FFnya bunda… Edelweiss memang istimewa… seISTIMEWA anaknya bunda yang satu ini…😀

      July 3, 2011 at 9:03 PM

  12. Chinguuuu kereennn bangettt sumpahh dehhh ~~kyaaaaaaaaa~~
    sekali lagii chingu bikin hati aku cemburuu sama umin oppa nihhh!!!! “Siwonn oppaa pelukkk aku” wkwk aduhh aku jadi ngiri nihh ngeliat kalian hehehe pokoknya nanti aku juga aahh mau share cerita aku sama siwon oppa wkwkwk *peluk siwon oppa

    (sekilas info) asal chinguu tahu lohh.. bunga edelweiss tuhh bunga kesukaan akuu!!! kyaaa berarti kita sehatiii hehehe daripada bunga lain aku lebih suka bunga edelweiss hehehe🙂

    July 3, 2011 at 8:16 PM

    • ayoooo… buat juga cerita tentang kalian… aku pasti baca… beneran loh yaa dibikin….

      *toss* bunga favoritnya kita samaaa…😀 syalalalala… fufufufu… *dancingdancing*😀
      aku suka -hampir- semua bunga siy, tapi EDELWEISS itu tetap yg teristimewa *tsaaah*

      July 3, 2011 at 9:09 PM

  13. bsrj63_

    huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    aku pikir aku baca ulang ff yg aku baca soalnya ini potongan2 dari ff kk kan.. hahhhahahah ternyata gak.. wkwkwkwwkwkwkk

    huaaaaaa aku pikir ada cerita pas jalanin kehidupan rumah tangganya ternyata cuma flashback gitu ya..

    aku baca tanpa nafas.. *lebay* hahhahahhaahahaah
    kdg senyum2, ngakak2… hahahahahaha

    bagus kak
    isi hati author nih kyknya *sotoy*

    July 3, 2011 at 8:21 PM

    • Mimiquwh… akhirnya dirimu menongolkan (?) diri juga disini… *pelukpeluk*

      Hu um~~ memang di FF ini banyak kata-kata yg aku ambil dari FFku yg sebelum-sebelumnya… Mimi hebat niy masih inget aja… *jempol*
      ada koq cerita tentang kehidupan rumah tangga Mineul Couple… silahkan baca Minelicius story yang sebelumnya,, hehehe…

      Omo~ baru kali ini ada orang yang ga nafas masih bisa hidup (?) hwhwhwhw

      Yuph2~ you’re right dear… Minelicius story memang dibuat untuk menumpahkan isi hati pada tempat yang benar (?)/halah~~~
      makasiih yaa udah baca…😀

      July 3, 2011 at 9:14 PM

  14. knp sy g bs ngereplay diatas WP eror lg…
    wkwkwkwk egp ah sy nongkrong dsn jah…
    tuh sbnrnya q coment lbh panjang onn pi te2p kepotong *putus asa*
    seneng bgt bkn orang cmbr hahahahaha
    wew tiap mau gantung diri umin selalu menggagalkan onn kan jd g jd *halah*
    heeeemmm mengantin br >>tu2p mata tu2p telinga<<
    ajigilee onn q kan dah prnh blng seneng bgtzzzz nemu blognya die onn jd wlupun kebakar te2p jah doyan bc wkwkkwk
    *curcol*
    q g bs msk twitter onn gr2 keblok dilaptopQ *manyun*
    jd g bs ngobrol2 ma die onn pnjng lbr..
    g tau lg si umin lg ngapain.
    ti2p bntr y onn tar q ambl lg uminnya hahahaha

    July 3, 2011 at 8:32 PM

    • Hush… hush… disini bukan tempat tongkrongan (?)
      gwaenchana~~eon ngerti koq.. saking fit ngefansnya sama Mineul coupe jadi pengennya ngomentarin sebanyak-banyaknya khan… ayo ngaku, hwhwhwhw

      Iyaa,, iyaaa… tenang ja, umin aman sentosa kalo bareng eonnie..😉

      July 3, 2011 at 9:23 PM

      • wkwkwkwk aye ngepans sm mineul *bunuh diri hampir jadi*
        min jah kali wkwkwk neul cm dkt *ddo’in haneul cpt bnh diri*
        hahahahhahahahahahaha yg pntng umin bhgia ma siapapun
        pi aslnya g rela *nangs diketek umin*

        hmpr gila q onn g bs msk twitt, g bs tebar cnt keumin.
        g bs ngomong2 bnyk ma chingudeul ^kyk terkenal jah^

        July 3, 2011 at 9:41 PM

      • Eitsss~ hati-hati loh fit, jangan sampe Haneul manyun apalagi sampe mewek… ntar yg turun tangan banyak… Yunho Oppa, Ilwoo Oppa, Yonghwa Oppa, itu smua kakak sepupunya Haneul… krn mereka sama2 Jung Family. Belum lagi ditambah sama Kim Heechul… Haneul tuh adik ipar favoritnya Heenim… ntar bakalan ada cerita ttg Jung Family di chapter-chapter selanjutnya… ~~~ Haneul punya banyak Namja yg ngelindungin dia,,, hwhwhwhw belum lagi ditambah sama Labu pandanya… *lirik fit yang kehabisan nafas (?)* kkkk XDD

        July 3, 2011 at 9:55 PM

  15. sweetmarshmallowgirl

    hwo??? Jung Hye Kung?? nugu??
    andweee maunya namanya Han Rae Joon wkwkwk H-A-N R-AE J-O-O-N….
    lahh laahh aku bingungg mau jadi adeknya siapa yaa hmm unnie apa haneul??? hmm gini aja kalian perebutkan akuu nanti aku milihh dehh jadi adek siapa?? #ngarep diperebutin wkwkwk

    oh iya kak ini wordpress aku lohh hehe gimana??gimana?? komentarin dongg wkwk #ngarep bangett sih wkwk

    July 3, 2011 at 9:55 PM

    • sweetmarshmallowgirl

      salah-salahh ini bukan comen yang pengen aku posting disini!! aduhh noh kan aku bingung nggak ketolongan….

      ini baru comen yang pengen aku ngomong “Ok aku bakal buat yang paling Romantiss dan serasiii hehehe pokoknya cucok dahh wkwk… kalo aku selain bunga edelweiss aku juga suka bunga lily hehehe pokoknya lily is my fav bunga dehh hehe”

      July 3, 2011 at 10:05 PM

  16. sblm diserbu kabuuuuuurrrrrrr >>seret umin<<<<<
    beraninya maen keroyokan wkwkwkwk

    July 3, 2011 at 10:02 PM

  17. Pingback: Fanfic Contest « orangepumpkingirl

  18. kerennnnnnnnnnn bbgtt eomma….. sungmin perjuangan keren bgt… ahhhh so sweet …..smoga aq ktmu dngn sosok ky sungmin appa…..ihihihihihi……^^

    July 13, 2011 at 6:44 PM

    • Aaamiin…🙂
      buat bertemu dengan sosok sang pendaki tangguh, kita perlu belajar jadi bunga edelweis yang istimewa dulu…😀

      July 14, 2011 at 8:37 AM

      • ammiinnn…..🙂

        July 14, 2011 at 9:38 AM

  19. Pingback: [Free Writer] Mineulicius Story~ Everlasting Flower For My Everlasting Love « Fanfiction Lovers~

  20. Pingback: [Free Writer] Mineulicius Story~ Everlasting Flower For My Everlasting Love « Fanfiction Lovers~

  21. -oliviapetty-

    salam kenal, aku reader baru
    ff nya bagus banget, apalagi kata katanya:’)
    Keinginanku sederhana, aku hanya ingin menjadi perempuan yang bisa menjaga hatinya untuk seseorang yang telah ditakdirkan untuk menjadi pasangan jiwanya.
    Aku ingin dipertemukan dengan
    Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
    Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
    Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku
    ketika aku berbuat salah
    Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku
    Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
    Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku
    di sisinya
     
    Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang
    yang tidak sempurna,
    sehingga aku dapat membuatnya sempurna
    Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
    Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
    Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
    Seseorang yang membutuhkan diriku
    untuk membuat hidupnya menjadi sempurna

    March 19, 2012 at 12:05 PM

  22. Oh… gitu toh awalnya….
    so sweet…
    gegara edelwis (bener gak sih tulisannya)

    aku merinding baca yang ini eonn, “For my edelweiss princess[36], aku memang tidak bisa memetik edelweiss ini dan membawanya pulang untukmu, karena ia terlalu berharga untuk kusentuh. Tapi satu hal yang pasti, aku sangat ingin memiliki bunga langka ini. Bisakah aku memilikinya?”

    So sweet…..😀😀

    Next😀

    November 1, 2013 at 6:08 PM

    • huahahaha.. jadi malu..

      nulis cerita ini pas lagi suka-sukanya banget sama Sungmin😉

      November 2, 2013 at 7:41 PM

      • lagi suka sukanya? Ehmmm… perlu diperjelas tuh maksudnya? Jadi sekarang…..????

        November 2, 2013 at 7:43 PM

      • klo sekarang bukan suka lagi, tapi udah jadi semacam kebutuhan (?)

        He’s one of my mood booster indeed!😄

        November 2, 2013 at 7:55 PM

      • eehh ciyee ciyeee si eonni…. bisa sajong….. hihihihi…..😀😀😀

        November 2, 2013 at 9:11 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s