MinNeul's Home

MinTeuk Story – Holiday (via The Cuties)


FF aslinya silahkan klik ini

Buat Minhwa Eonnie ~ ~ jeongmal gamsahaeyo sudah mau membuatkan FF Holiday ini… *pelukcium*😉

to all Reader : Happy Reading… (^o^)

Siang itu Minhwa sedang bergulat dengan laptopnya. Dia sedang membuat konsep iklan untuk clientnya. Sejak pagi tadi dia mengurung diri di ruang kerjanya, tanpa ingin diganggu oleh siapapun. Dia ingin menyelesaikan konsep iklan itu hari ini juga. Tapi tiba-tiba saja, Minhwa merasa ada seseorang yang sedang memperhatikannya. Perlahan Minhwa menghentikan kesibukannya membuat konsep iklan dan mengangkat wajahnya.

“Ah, omma ya!” seru Minhwa. Betapa terkejutnya dia saat mendapati seorang gadis sedang menatapnya sambil bertopang dagu. “Hya Jung Haneul! Neo!” omel Minhwa pada wanita yang ternyata adalah Haneul istri Sungmin. Haneul hanya tersenyum lebar memamerkan deretan giginya yang putih.

“Kenapa kau bisa ada di ruanganku?” tanya Minhwa.

“Tadi Daniel Oppa yang menyuruhku untuk langsung masuk ke ruang kerja Onnie, jadi aku masuk saja,” jawab Haneul santai.

Minhwa lalu menatap sinis Daniel yang kebetulan menyembulkan kepalanya di pintu masuk ruang kerjanya. “Aku tidak mungkin membiarkan gadis semanis Haneul menunggumu di lobby, kan Minhwa-ya,” ujar Daniel sambil tersenyum tanpa dosa. Minhwa mendengus pelan. “Jangan coba-coba merayunya, Daniel. Dia sudah memiliki suami,” kata Minhwa.

I know, kau tenang saja, aku hanya menganggapnya adik kecilku saja,” jawab Daniel santai. “Haneul-ah, annyeong,” Daniel melambai pada Haneul dan langsung melenggang menuju ruang kerjanya yang ada di sebelah ruangan Minhwa.

Annyeong Oppa,” Haneul balas melambai pada pria Inggris-Korea yang sudah pergi menjauh. “Onnie sedang sibuk?” tanya Haneul.

“Ya seperti yang bisa kau lihat, aku sedang sibuk membuat konsep iklan,” jawab Minhwa. “Kau sendiri kenapa tidak kuliah? Bukannya kau sedang ujian?”

“Aku baru saja selesai ujian, dan aku langsung kemari karena aku ingin meminta sesuatu pada Onnie.”

Mwondae?”

“Waktu itu kan aku tidak jadi ikut ke Paris, nah karena itu aku ingin meminta pada Onnie dan Teuki Oppa untuk membuat acara liburan, bagaimana?”

Minhwa berpikir sejenak, yang tadi dikatakan oleh Haneul memang benar, saat semua member Super Junior pergi ke Paris, Haneul terserang penyakit alergi, yang membuatnya tidak jadi ikut pergi ke sana.

“Anggap saja ini sebagai hadiah untukku,” ujar Haneul dengan wajah memohon. “Lagipula anggap saja ini sebagai perayaan atas pernikahan Onnie dan Teuki Oppa beberapa minggu yang lalu, aku yakin Oppa-deul yang lain pasti akan senang jika bisa rehat sejenak, tidak baik kalau mereka terlalu sibuk dengan persiapan album baru.”

Melihat wajah Haneul yang memohon seperti itu membuat hati Minhwa luluh juga. Dua minggu yang lalu dia memang sudah resmi menikah dengan Eeteuk dan saat itu baru mereka berdua saja yang pergi berlibur. Sedangkan member Suju yang lain dilarang ikut oleh Eeteuk. Mereka pasti akan senang jika bisa berlibur bersama dan rehat sejenak dari kesibukannya. “Baiklah, aku coba mengatakan hal ini pada Bee dulu,” Minhwa lalu mengambil ponselnya dari laci meja kerja dan men-dial nomor suaminya. Tak lama kemudian Minhwa mendengar suara Eeteuk.

“Iya, Ney,” sapa Eeteuk.

“Bee, bappa?” tanya Minhwa. Terdengar suara Eeteuk menghela nafas panjang. “Aku baru selesai latihan koregrafer bersama yang lain, kenapa? Kau merindukanku?” tanya Eeteuk. Minhwa tergelak mendengar pertanyaan itu. Suaminya ini memang sangat percaya diri.

“Ehm… Ada yang ingin aku katakan pada Bee, tapi sepertinya tidak enak kalau dikatakan melalui telepon,” ujar Minhwa.

“Ya sudah, bagaimana kalau sekarang kita makan siang bersama? Kebetulan jadwalku sudah kosong,” tawar Eeteuk.

“Sebenarnya aku ingin sekali, tapi sayangnya aku sudah janji akan makan siang bersama timku,” jawab Minhwa.

“Ya sudah, nanti malam saja kita membicarakannya di rumah, bagaimana?”

“Ide yang bagus Bee, sampai jumpa di rumah,” kata Minhwa. Dia lalu memutuskan pembicaraannya dengan Eeteuk. Setelah meletakkan kembali ponselnya ke dalam laci meja, Minhwa lalu mengalihkan pandangannya pada Haneul. “Nanti malam, aku coba membujuk Bee, dan mudah-mudahan saja dia setuju.”

“Wah, gomawo Onnie, aku benar-benar tidak sabar menunggu jawaban dari Teuki Oppa,” kata Haneul.

“Nanti aku akan memberitahumu jawaban dari Bee dan kau tenang saja, aku akan membujuknya sampai dia setuju, karena sudah lama kita tidak pergi liburan bersama,” jawab Minhwa. Yang sukses membuat kedua mata Haneul berbinar-binar. “Onnie memang sangat mengerti diriku,” puji Haneul.

Minhwa hanya bisa tersenyum kecil melihat tingkah istri Sungmin itu, biar sudah menikah, Haneul masih saja seperti anak kecil. Minhwa lalu melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, tanpa dia sadari saat ini sudah hampir jam makan siang.

“Haneul-ah, apa kau mau ikut makan siang bersamaku?” tanya Minhwa. “Dan aku bisa pastikan, Daniel akan senang kalau kau ikut,” tambah Minhwa.

Haneul terkekeh pelan. “Dan Onnie mau Labu Pandaku marah?” Giliran Minhwa yang terkekeh pelan. “Kau akan makan siang dengannya?” tanya Minhwa dan dijawab anggukan oleh Haneul. Dia lalu beranjak dari duduknya. “Kalau begitu aku tunggu kabar baik dari Onnie saja,” kata Haneul dan Minhwa mengangguk.

“Aku permisi dulu Onnie, annyeong,” pamit Haneul.

Ne, hati-hati di jalan, dan sampaikan salamku pada Labu Pandamu,” pesan Minhwa. Haneul tersenyum dan mengangguk. Dia lalu berjalan keluar dari ruang kerja Minhwa.

-oo0oo-

“Jadi begitu Bee, Bee setuju, kan?” tanya Minhwa. Dia baru saja selesai menceritakan rencana liburan yang Haneul bicarakan siang tadi. Namun, tampaknya Eeteuk tidak begitu bersemangat dengan perkataan Minhwa itu. Sejak tadi dia hanya asyik menonton televisi, sambil sesekali menyesap peach tea yang dibuatkan Minhwa untuknya.

Melihat Eeteuk yang tidak bereaksi dengan perkataannya tadi, membuat Minhwa sedikit kesal. “Bee!” seru Minhwa sambil memukul lengan Eeteuk. “Bee mendengar perkataanku tadi, kan?”

Eeteuk melirik sekilas ke arah Minhwa yang ada di sebelahnya dan kembali menonton televisi. “Ney, filmnya sangat bagus, coba Ney lihat,” Eeteuk lalu merangkul Minhwa dan memaksa istrinya itu untuk ikut menonton film yang sedang ditayangkan. Kekesalan Minhwa semakin memuncak. Buru-buru dia melepaskan diri dari rangkulan Eeteuk dan menatap Eeteuk dengan wajah memberengut.

Melihat wajah istrinya yang memberengut seperti itu, Eeteuk tahu sekali kalau saat ini, istrinya itu sedang kesal. Eeteuk lalu merubah posisi duduknya jadi menghadap Minhwa. “Aku dengar semua Ney, tapi kenapa Haneul memintaku untuk mengajaknya liburan? Kenapa dia tidak meminta pada suaminya saja?”

“Bukankah tadi aku sudah bilang, anggap saja ini sebagai perayaan untuk pernikahan kita, lagipula sepertinya kalian membutuhkan liburan sebentar, kalian terlalu sibuk dengan persiapan album baru ini,” kata Minhwa.

“Kalian? Maksud Ney, Haneul mau kita mengajak semua member Suju dengan para wanitanya untuk liburan?” tanya Eeteuk dengan wajah shock.

Minhwa mengangguk mantap. “Tentu saja semuanya harus ikut, masa hanya kita bersama Haneul dan Sungmin saja, nanti kalau yang lain tahu, pasti akan terjadi kecemburuan sosial,” jawab Minhwa santai. Tiba-tiba Eeteuk merasakan leher bagian belakangnya terasa sakit. Ide liburan ini benar-benar keterlaluan.

Melihat suaminya seperti itu, Minhwa langsung merangkul lengan Eeteuk. “Ayolah Bee, bukannya sudah lama kita tidak pergi bersama,” kata Minhwa dengan senyum penuh harap. Eeteuk menoleh sebentar dan terlihat kembali berpikir.

“Mau, ya Bee,” kata Minhwa lagi sambil menatap Eeteuk dengan wajah memohon. Dia terus akan merayu suaminya itu, agar mau menyetujui rencana liburannya.

“Oh please, jangan berikan tatapan itu, Ney tahu, aku paling tidak bisa melihat wajah memohon Ney itu,” kata Eeteuk sambil mengalihkan pandangannya. Minhwa tersenyum kecil. Sepertinya sebentar lagi suaminya itu akan mengabulkan permintaannya. “Baiklah, aku setuju,” putus Eeteuk. Bingo! Tepat dugaan Minhwa. Eeteuk suaminya ini memang sangat tidak bisa melihat wajah memohon Minhwa, kalau Minhwa sudah menatap Eeteuk dengan wajah memohon, Eeteuk pasti akan langsung mengabulkan semua permintaan Minhwa.

“Hwa… Gomawo Bee,” Minhwa lalu memeluk Eeteuk erat. “Saranghae.”

Ne, sama-sama,” kata Eeteuk. “Tolong Ney yang siapkan semuanya, karena aku tidak ada waktu, persiapan album ini benar-benar menyita waktuku,” tambah Eeteuk sambil berjalan ke arah dapur.

“Beres. Nanti biar aku dan Haneul yang menyiapkan semuanya.”

Senyum kemenangan masih tersungging lebar di wajah Minhwa, diam-diam dia mengambil ponselnya yang ada di atas meja. Dengan gerakan jari yang cepat, dia mengetik sebuah pesan untuk Haneul.

Dia setuju! Beritahu yang lain ^^

Setelah selesai mengetik pesan singkat itu Minhwa lalu menekan tombol ‘send’. Selang beberapa detik kemudian, malah ponsel Eeteuk yang berbunyi. Tadinya Minhwa kira itu hanya kebetulan biasa, jadi dia tenang-tenang saja duduk di sofa sambil menonton televisi. Minhwa sama sekali tidak memperhatikan wajah Eeteuk yang mengernyit bingung membaca pesan yang baru masuk itu.

“Ney,” kata Eeteuk tanpa mengalihkan pandangan dari layar ponsel di tangannya.

“Ya?”

“Kenapa Ney mengirim pesan yang seperti ini ke nomorku?”

“Hah? Mana?” Minhwa lalu menghampiri Eeteuk yang berdiri di dekat pintu masuk dapur. Matanya kontan melebar saat sadar itu adalah pesan yang dia kirim ke Haneul tadi. “Ya ampun! Aku salah kirim!”

Karena terlalu terburu-buru, Minhwa salah memilih nama orang yang dituju. Nama Jung Haneul berada persis di atas nama Eeteuk yang dia tulis dengan nama ‘Jung My Bee’.

Silly!” ujar Eeteuk sambil mengacak rambut Minhwa. Dia tertawa keras melihat istrinya yang salah tingkah.

“Hapus, hapus…!” tangan Minhwa berusaha merampas ponsel Eeteuk dari tangan pemiliknya, tapi sialnya selalu gagal.

Sireo!”

“Beeeee!”

-oo0oo-

Okay, sekarang kalian pilih mau liburan kemana,” kata Minhwa. “Nami atau Jeju?”

Sore itu Minhwa sedang duduk berkumpul bersama dengan Haneul, Minyoung, Hyora, Shinrin, Hyeonra, Chaerim, dan Soran di ruang tengah rumahnya. Setelah mendapatkan kabar dari Haneul, mereka semua tampak sangat bersemangat untuk membantu Minhwa dan Haneul menyiapkan liburan yang akan diadakan minggu depan.

“Jeju~~” jawab Haneul, Minyoung, Hyora, Shinrin, Hyeonra, Chaerim, dan Soran dengan kompak yang sukses membuat Minhwa menutup kedua telinganya, karena suara keras dari ketujuh perempuan itu.

Mwo? Kenapa harus Jeju? Aku dan Bee baru dua minggu yang lalu berbulan madu ke Jeju,” keluh Minhwa.

“Tapi kami ingin ke sana, Onnie. Dan aku ingin menginap di hotel yang sama dengan tempat kalian berbulan madu kemarin,” kata Shinrin dengan wajah memohon.

“Lagipula kata Hae Oppa, hotel tempat kalian menginap itu dekat dengan pantai Jungmun, dan aku ingin belajar bermain jetski dengan Hae Oppa di pantai itu,” tambah Hyora adik ipar Minhwa.

“Kalau aku ingin naik kuda di gunung Halla,” giliran Chaerim membuka suara.

“Aku ingin bermain di museum Teddy Bear bersama dengan Labu Pandaku,” ujar Haneul.

“Aku juga ingin ke sana,” kata Soran tak mau kalah.

Mendengar celotehan itu Minhwa hanya bisa menghela nafas panjang. Anak-anak ini memang banyak maunya. Andai saja saat ini ada Hyorin Onnie, pasti wanita itu bisa membantunya menyelesaikan masalah ini, namun sayangnya wanita itu saat ini sedang pergi ke Rumah Sakit untuk periksa kehamilannya. “Baiklah, kita pergi ke Jeju,” putus Minhwa yang disambut sorak gembira dari ketujuh perempuan itu.

“Nanti biar aku dan Wookie Oppa yang memasak makanannya,” kata Minyoung dengan percaya diri. Semua mata langsung menatap gadis itu dengan pandangan takut.

Sireo!” seru mereka bersamaan.

Waeyo?” tanya Minyoung dengan wajah polos.

“Minyoung-ah, aku masih ingin hidup, jadi aku tidak mau mengambil resiko keracunan karena menyicipi masakanmu,” ujar Minhwa yang langsung disambut anggukan oleh yang lainnya.

Minyoung langsung memberengut. “Kalian ini benar-benar keterlaluan.”

“Kau dan Wookie tidak usah memasak, kita makan di restoran hotel saja,” putus Minhwa.

Onnie, masa kita harus makan makanan restoran? Oppa-deul pasti sudah bosan dengan makanan hotel,” kata Hyeonra.

“Lalu?”

“Bagaimana kalau kita mengadakan acara barbecue di pinggir pantai? Pasti akan seru,” usul Hyeonra.

“Betul Onnie, pasti seru,” Soran menyetujui usul Hyeonra. Minhwa berpikir sejenak sebelum akhirnya mengatakan, “Baiklah, jadi nanti kita cari bahannya di sana saja,” kata Minhwa.

“Kau sudah mencatat semua yang kita butuhkan Soran-ah?” tanya Haneul yang dijawab anggukan oleh Soran. Saat mereka sedang asyik berdiskusi, terdengar suara pintu rumah Minhwa terbuka. Minhwa beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu untuk memeriksa siapa yang masuk. Ternyata Eeteuk suaminya yang datang.

“Ney, kenapa aku melihat banyak sepatu di sini? Apakah sedang ada yang berkunjung?” tanya Eeteuk sambil mengganti sepatunya dengan sandal rumah. Belum sempat Minhwa menjawab, ketujuh perempuan yang sedang berkumpul di ruang tengah langsung menyapa Eeteuk dengan serempak. “Annyeonghaseyo Teuki Oppa~~”

Kedua mata Eeteuk langsung melebar melihat ketujuh perempuan yang berkumpul di ruang tengah rumahnya. “Annyeong,” balas Eeteuk. “Apa yang kalian lakukan disini?” tanya Eeteuk.

“Kami sedang membantu Minhwa Onnie mempersiapkan acara liburan nanti,” jawab Minyoung. Eeteuk lalu menoleh ke arah Minhwa. “Bukannya tadi Ney, aku antar ke tempat kerja? Kenapa Ney bisa bersama mereka di sini?”

“Tadi saat makan siang, mereka semua datang ke tempat kerja dan menculikku kemari, mereka sangat bersemangat untuk menyiapkan acara liburan nanti,” jawab Minhwa dan Eeteuk hanya mengangguk kecil. Tiba-tiba dia langsung menatap ke arah Hyora adiknya yang duduk di sebelah Haneul. “Hya Park Hyora! Apa kau ikut juga?” tanya Eeteuk.

Geurom, Hae Oppa ikut, masa aku tidak ikut,” jawab Hyora. Eeteuk langsung mencibir. “Amma pasti tidak akan memberikanmu ijin,” kata Eeteuk santai.

“Aku akan bilang pada Amma kalau Minhwa Onnie yang mengajakku, pasti Amma akan memberikan ijin, betul kan Onnie?” Hyora meminta persetujuan Minhwa.

“Bee tenang saja, tadi aku sudah bicara dengan Omonim dan Hyora diijinkan untuk ikut,” kata Minhwa yang disambut senyum kemenangan oleh Hyora.

“Baiklah kalau begitu, kalian selamat melanjutkan acara diskusinya, aku mau ke kamar dulu,” kata Eeteuk sambil berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai dua.

“Haneul-ah, tolong kau bantu Soran untuk menyelesaikan catatan kebutuhan selama liburan nanti, ya. Aku mau menemani Bee dulu,” ujar Minhwa pada Haneul yang langsung disambut anggukan kecil oleh Haneul.

“Memangnya kita akan liburan kemana?” tanya Eeteuk pada Minhwa yang baru saja menutup pintu kamar mereka.

“Jeju.”

Mwo? Jeju? Tto?”

Minhwa mengangguk. “Dan mereka ingin menginap di Seaes Hotel,” beritahu Minhwa. Eeteuk hanya bisa mendegus pelan.

“Oh iya Bee, boleh aku meminjam kartu kredit milik Bee?”

Eeteuk yang sedang melepas dasinya langsung menoleh ke arah Minhwa. “Untuk apa?”

“Tentu saja untuk membayar hotel, tiket pesawat PP, dan juga membeli kebutuhan untuk liburan nanti,” jawab Minhwa santai.

Mendengar itu Eeteuk kembali mendengus pelan. Sepertinya kali ini dia benar-benar diperas oleh istri dan adik-adiknya. Dengan berat hati Eeteuk mengeluarkan kartu kredit dari dalam dompetnya dan menyerahkan pada Minhwa. Tanpa banyak bicara Minhwa langsung menyambar kartu kredit itu. “Gomawo Bee,” Minhwa lalu mengecup singkat pipi Eeteuk dan berlalu dari kamar menuju kembali ke ruang tengah.

“Habis sudah semua simpananku,” keluh Eeteuk saat Minhwa sudah pergi meninggalkannya.

-oo0oo-

Akhirnya hari yang ditunggu datang juga, pagi itu, Eeteuk, Minhwa, Heechul, Hyorin, Donghae, Hyora, Eunhyuk, Yesung, Ryeowook, Minyoung, Kyuhyun, Shindong, dan Siwon sudah berkumpul di depan bandara Gimpo, setengah jam lagi mereka akan berangkat ke Jeju dan saat ini mereka sedang menunggu kedatangan dari Sungmin, Haneul, dan keempat ‘anak asuh’ Haneul, Chaerim, Soran, Hyeonra, dan Shinrin saja.

Berkali-kali Heechul terlihat melirik jam tangannya. “Kemana mereka? Kenapa belum juga datang?” tanyanya dengan gusar.

“Ney, sudah menghubungi Haneul?” tanya Eeteuk dan Minhwa mengangguk. Tak lama setelah itu akhirnya sosok yang sedang mereka tunggu muncul juga. “Mianhae, tadi kami terjebak macet,” ujar Sungmin.

Wajah Kyuhyun langsung memucat saat melihat keempat gadis yang berjalan di belakang Sungmin dan Haneul. “Aish, kenapa Sungmin Hyung membawa keempat gadis itu?” tanya Kyuhyun sambil menunjuk keempat gadis yang sejak tadi sudah mengumbar senyum manis padanya.

Hya Cho Kyuhyun, mereka itu anak-anak kami, jadi mereka harus ikut kemana kami pergi,” Haneul yang mewakili Sungmin untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun tadi. Kyuhyun hanya bisa mendengus. Dia lalu menyumpal telinganya dengan earphone dan mulai mendengarkan lagu dari ipodnya.

“Kyuppa~” Shinrin menghampiri Kyuhyun dan langsung merangkul lengan Kyuhyun. “Kenapa wajah Oppa terlihat kesal?” tanyanya. Kyuhyun hanya melirik sekilas ke arah gadis yang ada di sebelahnya dan kembali membuang mukanya.

Oppa tahu tidak, aku senang sekali bisa pergi liburan bersama denganmu,” giliran Hyeonra yang bergelayut manja di lengan Kyuhyun yang lain.

Hya Choi Hyeonra! Cepat singkirkan tanganmu dari lengan Kyuhyun Oppa!” seru Soran. Gadis itu lalu dengan cepat menepis tangan Hyeonra dari lengan Kyuhyun. Dan gantian, dia yang bergelayut manja disana. “Oppa nanti kita bermain air di pantai, ya,” kata Soran dengan senyum termanisnya.

“Tidak boleh! Kyuhyun Oppa harus pergi menemaniku berkuda di gunung Halla,” ujar Chaerim sambil bertolak pinggang. Kyuhyun hanya bisa mendengus kencang mendengar itu semua. Dia ingin sekali berteriak kencang pada keempat gadis itu, namun sebisa mungkin Kyuhyun meredam emosinya.

Sudah menjadi rahasia umum kalau Chaerim, Hyeonra, Soran, dan Shinrin memperebutkan Kyuhyun. Keempat gadis itu terus berusaha mendekati Kyuhyun, namun sayangnya Evil kecil itu tampak sama sekali tidak tertarik pada keempat gadis itu.

“Chaerim, Hyeonra, Shinrin, dan Soran,” panggil Sungmin lembut. “Sudah jangan ganggu Kyuhyun, lebih baik kalian di sini temani Appa,” tambahnya. Keempat gadis itu hanya bisa mengangguk dan langsung berjalan mendekati Sungmin.

Tak lama terdengar panggilan yang meminta para penumpang untuk segera masuk ke dalam pesawat. Mereka semua lalu berjalan masuk ke dalam bandara. Saat sudah masuk ke dalam pesawat, keributan yang tadi terjadi di depan bandara kembali terjadi. Chaerim, Hyeonra, Shinrin, dan Soran berebut ingin duduk di sebelah Kyuhyun. Namun, sayangnya Evil kecil itu malah memilih untuk duduk bersama dengan Siwon. Melihat keributan kecil itu, Minhwa hanya bisa tersenyum geli, sedangkan Eeteuk suaminya kembali memijat pelipisnya yang berdenyut. Sepertinya keputusannya untuk mengajak orang-orang ini pergi berlibur adalah suatu kesalahan besar.

Begitu pesawat yang mereka tumpangi mendarat, mereka lalu diantar oleh supir yang sudah Eeteuk siapkan menuju hotel Seaes tempat mereka menginap. Setelah sampai di lobby Eeteuk lalu membagikan kunci kamar kepada adik-adiknya, Eeteuk sengaja membagi dua orang untuk satu kamar, karena jumlah mereka yang ganjil, maka Kyuhyun mendapatkan satu kamar untuk dirinya sendiri.

“Bagaimana kalau aku berada di kamar yang sama dengan Kyuppa?” tanya Shinrin dengan wajah memohon.

“Shinrin-ah,” tegur Haneul. Shinrin lalu tersenyum memamerkan deret gigi putihnya. “Mianhae, Bunda.”

“Setelah meletakkan tas kalian di kamar, kalian bebas melakukan apa saja,” kata Eeteuk yang langsung disambut sorak gembira dari semua yang ada di sana. Mereka semua lalu sibuk menentukan apa yang akan mereka lakukan.

“Onyee, kita jadi pergi ke museum Teddy Bear, kan?” tanya Sungmin pada Haneul yang ada di sebelahnya.

“Tentu saja, Labu,” jawab Haneul mantap. “Minhwa Onnie dan Teuki Oppa mau ikut?” tawar Haneul.

“Sepertinya kami tidak bisa ikut, karena kami ingin pergi membeli keperluan untuk acara barbecue,” jawab Minhwa. Haneul mengangguk mengerti. “Lalu ada yang mau ikut dengan kami?” tanya Haneul.

“Aku bersama Hae Oppa mau bermain di pantai saja, benar kan Oppa?” Hyora meminta persetujuan Donghae yang langsung disambut anggukan oleh Donghae.

Hya Lee Donghae! Kau harus menjaga adikku baik-baik, kalau dia sampai terluka sedikit saja, aku akan membuatmu menyesal telah mengenalku,” ujar Eeteuk dengan wajah mengancam. Donghae terkekeh pelan. “Hyung tenang saja, aku akan menjaga Hyora dengan baik,” jawab Donghae sambil merangkul bahu Hyora.

“Hyuk, kau jadi ikut dengan kami, kan?” tanya Donghae pada Eunhyuk.

“Tentu saja, aku, Yesung Hyung, Shindong Hyung akan ikut bermain di pantai denganmu,” jawab Eunhyuk.

“Kyuhyun Oppa kau mau kemana?” tanya Chaerim.

“Ke neraka,” jawab Kyuhyun ketus. “Kau mau ikut?”

Mendengar itu Chaerim hanya bisa cemberut. Dia tidak menyangka kalau Kyuhyun akan menjawab dengan ketus seperti itu. Chaerim makin memajukan bibirnya saat melihat Shinrin, Hyeonra, dan Soran menertawakannya.

“Sudahlah Chaerim-ah, lebih baik kau ikut Bunda dan Ayah Panda ke museum Teddy Bear saja,” bujuk Haneul sambil menenangkan Chaerim.

“Shirin, Hyeonra, dan Soran, kalian juga ikut dengan kami, kan?” tanya Sungmin.

“Shirin dan Hyeonra saja yang ikut dengan kalian, sedangkan aku ingin bermain di pantai saja bersama dengan Hyora Onnie,” jawab Soran.

“Minyoung-ah, kau mau kemana?” tanya Ryeowook.

“Bagaimana kalau kita ikut Haneul dan Sungmin Oppa saja, sepertinya akan menyenangkan kalau kita melihat boneka beruang,” jawab Minyoung.

“Baiklah, kalau begitu kita ikut dengan Sungmin Hyung,” kata Ryeowook.

“Lalu yang lain?” tanya Eeteuk.

“Aku ingin berkuda di gunung Halla, ada yang mau ikut?” tanya Siwon.

“Bunda, bolehkah aku ikut dengan Siwon Oppa?” tanya Chaerim pada Haneul dengan wajah memohon. Melihat wajah memohon yang diperlihatkan oleh Chaerim akhirnya Haneul mengangguk memberi ijin. “Siwon, tolong jaga Chaerim, ya,” pesan Sungmin.

“Beres, Hyung. Kau tenang saja, Chaerim aman bersamaku,” kata Siwon.

“Bebeb, kita ikut dengan Siwon saja, yuk, aku ingin belajar berkuda,” kata Hyorin pada Heechul.

“Baiklah, kita ikut Siwon berkuda,” jawab Heechul.

Sepertinya semua sudah menentukan pilihannya mau melakukan apa, dan tinggal Kyuhyun sendiri yang belum memutuskan untuk kemana. Evil kecil itu sibuk berpikir. Kalau dia ikut Donghae bermain di pantai, ada Soran di sana. Kalau dia ikut Sungmin ke Museum Teddy Bear, ada Shinrin dan Hyeora. Begitu juga kalau dia ikut berkuda dengan Siwon, ada Chaerim. Sepertinya dia tidak memiliki pilihan lain lagi selain untuk ikut Minhwa dan Eeteuk berbelanja.

“Teuki Hyung, aku ikut denganmu saja,” ujar Kyuhyun cepat. “Kebetulan ada beberapa barang yang ingin aku beli,” tambah Kyuhyun saat melihat semua orang menatapnya heran.

“Baiklah, kalau begitu, kita akan berkumpul lagi di pinggir pantai saat matahari tenggelam,” ujar Eeteuk. “Selamat bersenang-senang,” pesan Eeteuk. Mereka semua langsung berpisah menuju tempat yang mereka ingin.

-oo0oo-

Saat matahari mulai tenggelam, semua member Super Junior bersama dengan wanitanya sudah berkumpul di pinggir pantai. Kemarin Eeteuk sengaja meminta pihak hotel menyiapkan tempat dan peralatan untuk melakukan barbecue.

Ryeowook yang dibantu oleh Eeteuk dan Yesung sedang sibuk membakar sosis dan daging, untuk mereka semua. Tadinya Minyoung bermaksud untuk membantu Ryeowook, namun dengan cepat Heechul melarangnya, karena dia tidak mau Minyoung membakar semua yang ada di sana.

Sedangkan Minhwa dibantu Haneul dan Hyorin menata meja dan meletakkan beberapa alat makan dan juga wadah yang berisi setumpuk selada. Saat sedang sibuk menata meja, tiba-tiba…

HOEK… HOEK… HOEK… Hyorin buru-buru menutup mulutnya.

Melihat itu Minhwa dan Haneul langsung menghampiri Hyorin. “Onnie kenapa?” tanya Minhwa dengan wajah khawatir.

“Aku juga tidak tahu, tiba-tiba saja aku merasakan mual,” kata Hyorin sambil kembali menutup mulutnya.

“Minum ini, Onnie,” Haneul menyerahkan segelas air putih hangat pada Hyorin.

Gomawo, Haneul-ah,” Hyorin mengambil gelas itu dan meminum isinya.

“Mungkin Onnie tidak kuat mencium bau asap, lebih baik Onnie beristirahat di sana saja,” kata Minhwa. “Hyora-ya, tolong temani Hyorin Onnie,” pinta Minhwa pada Hyora yang kebetulan baru datang bersama Donghae.

“Ayo Hyorin Onnie,” Hyora yang dibantu Donghae, langsung membawa Hyorin menjauh dari tempat Ryeowook membakar makanan.

“Makanan siap~~” seru Ryeowook. Langsung saja, semua orang yang sedang sibuk dengan dunianya masing-masing, berbondong-bondong menuju meja makan panjang yang ada. Lagi-lagi sebuah keributan kecil terjadi. Chaerim, Soran, Shinrin, dan Hyeonra berebut tempat duduk, mereka semua ingin duduk di sebelah Kyuhyun, namun akhirnya Soran dan Shinrin lah yang berhasil duduk di samping kiri dan kanan Kyuhyun. Sedangkan Chaerim dan Hyeonra harus puas hanya bisa duduk di hadapan Kyuhyun.

Oppa, coba buka mulutmu,” ujar Shinrin sambil memegang daging yang sudah dibungkus dengan daun selada. Mau tidak mau Kyuhyun membuka mulutnya dan memakan bungkusan daging itu.

“Giliranku!” Soran juga tidak mau kalah. Dia juga langsung menyuapkan bungkusan daging yang telah dibuatnya ke mulut Kyuhyun. Lagi-lagi mau tak mau Kyuhyun membuka mulutnya.

Na doNa do…” Hyeonra ikut-ikutan menyuapi Kyuhyun dan membuat Kyuhyun kesulitan untuk mengunyah karena mulutnya yang penuh.

Saat Chaerim ingin menyuapi Kyuhyun, gadis malang itu malah mendapat semburan amarah dari Kyuhyun. “Hya! Geumanhae! Aku bisa makan sendiri!” omel Kyuhyun yang sukses membuat Chaerim menunduk sedih.

“Chaerim-ah, bagaimana kalau kau menyuapi Appa saja?” tanya Sungmin yang duduk di sebelah Chaerim. Chaerim menoleh ke arah Sungmin dan kemudian mengangguk pelan. Sungmin lalu membuka mulut, lalu Chaerim menyuapkan bungkusan daging-yang tadinya untuk Kyuhyun- masuk ke dalam mulut Sungmin.

Setelah mereka selesai makan malam bersama, beberapa pelayan hotel datang, dan merapikan peralatan makan yang tadi digunakan. Sedangkan member yang lain kembali asyik melakukan kegiatan masing-masing. Kebanyakan dari mereka kembali bermain di pantai. Eunhyuk yang tadi membawa kembang api, mengajak Heechul, Hyorin, Yesung, Shindong, Siwon, Donghae, Hyora, Ryeowook, Minyoung, dan Kyuhyun untuk bermain bersama. Sedangkan Sungmin di repotkan oleh Haneul istrinya dan juga keempat ‘anak asuhnya’ yang rebutan meminta untuk digendong di belakang.

Minhwa yang sedang duduk tak jauh dari tempat itu, hanya bisa tertawa kecil melihat semua itu. Eeteuk suaminya memang sengaja meminta pihak hotel memberikan obor-obor besar di sepinggir pantai, agara biarpun malam, mereka masih bisa bermain di pantai. Eeteuk benar-benar menyiapkan semuanya dengan sangat sempurna. Minhwa lalu mengedarkan pandangannya mencari sosok suaminya itu, dan tak lama kemudian dia melihat pria itu sedang berjalan pelan ke arahnya.

“Bee, darimana saja?” tanya Minhwa saat Eeteuk sudah duduk di sebelahnya. Bukannya menjawab, Eeteuk malah melingkarkan kedua tangannya di pinggang Minhwa. “Ney sudah puas?” tanya Eeteuk pelan.

Minhwa menoleh dan menatap Eeteuk dengan bingung. “Maksud Bee?”

“Maksudku apa Ney sudah puas dengan acara liburan ini?” tanya Eeteuk.

Minhwa tersenyum kecil. “Tentu saja, dan sepertinya semua juga sangat menikmati liburan ini, Bee juga, kan?” tanya Minhwa.

Eeteuk menarik nafas panjang. “Kalau liburan ini tidak menggunakan semua uangku, mungkin aku akan mengatakan aku puas dan menikmati liburan ini, tapi sayangnya…”

Eeteuk tidak melanjutkan kalimatnya dan kembali menarik nafas panjang. Melihat itu Minhwa lalu terkekeh pelan. Suaminya ini memang terkenal sangat perhitungan, jadi maklum saja kalau dia akan ‘sedikit’ mengeluh karena uangnya habis untuk acara seperti ini.

“Ya ampun, Bee. Sudahlah, tidak usah dipikirkan lagi, bukankah menyenangkan melihat wajah para member yang tampak ceria? Aku yakin setelah acara liburan ini, kalian pasti akan kembali bersemangat dalam mengerjakan album baru kalian,” ujar Minhwa. Eeteuk diam, dia seperti sedang mencerna setiap kata yang baru Minhwa katakan.

“Ya sepertinya Ney benar, belum pernah aku melihat mereka begitu gembira seperti hari ini,” kata Eeteuk pada akhirnya. “Gomawo sudah mau repot-repot merencanakan liburan ini,” ujar Eeteuk. “Walaupun menguras hampir semua simpananku,” tambah Eeteuk.

Minhwa terkekeh pelan. “Berterima kasihlah pada Haneul, karena ini semua ide darinya, aku hanya membantunya untuk merealisasikannya saja,” jawab Minhwa.

“Ya bagaimanapun kalian berdua sukses membuatku bangkrut dalam waktu satu hari,” kata Eeteuk dan Minhwa kembali terkekeh. “Dasar pelit,” ejek Minhwa.

Kedua mata Eeteuk membesar. “Ney, aku ini tidak pelit, tapi aku hanya berhemat saja,” protes Eeteuk. Minhwa tertawa pelan. Inilah suaminya. Pria yang dikatakan malaikat tanpa sayap ini, sebenarnya adalah orang yang sangat perhitungan dalam hal keuangan, tapi Minhwa tahu, sebenarnya jauh dilubuk hati Eeteuk yang paling dalam, pria itu pasti juga sangat menikmati liburan ini, dan dia hanya pura-pura mengeluh saja.

“Teuki Oppa~ Minhwa Onnie~ ayo kemari~” Hyora melambaikan tangannya memanggil Minhwa dan Eeteuk. Minhwa menoleh sekilas ke arah Eeteuk dan langsung menggandeng tangan suaminya itu dan berjalan menuju gerombolan member Super Junior dan yang lain, yang sedang asyik bermain di pantai. Liburan musim panas ini benar-benar sangat menyenangkan.

-The End-

4 responses

  1. aah~ totuwiiit prikitiww~😄
    aaah~ aku suka kalo labumin manggil jinggajummha ‘onyee~’
    kasian teuk oppa, duitnya abis yak /sodorin recehan😄
    seru~! \(^-^)/

    July 22, 2011 at 11:31 AM

    • blushing… :3
      biarin ajah, sekali-kali ngebuat leader bangkrut… hwhwhwhw~
      gomawo sudah mampir, baca & juga komen..🙂 *hughug*

      July 27, 2011 at 9:53 AM

  2. Dina… akhirnya di repost juga hehehehehe qt berhasil malakin uri Bee… Hebat deh kita berdua hehehehe

    July 22, 2011 at 1:27 PM

    • Yohaaaaa~~senangnya… XDD akhirnya kita bisa liburan bareng…🙂 *peluk Minhwa Eon & Teuk Oppa*

      July 27, 2011 at 9:54 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s