MinNeul's Home

Surat Cinta Untuk Adikku, Inu


Surat Cinta Untuk Adikku, Inu

 @ibnuhafidz1
#30HariMenulisSuratCinta Day 8

Kelahirannya sudah sangat ditunggu oleh Ibu dan Ayahnya. Bahkan, sang Ayah menunggui proses kelahirannya yang begitu lama. Sang bayi susah untuk keluar dari rahim ibunya. Ketika sang Ayah harus sudah berangkat kerja karna tidak bisa mengambil cuti, sang bayi itupun lahir, berjenis kelamin laki-laki.

 Bayi itu diberi nama

Ibnu Hafidz

 

Nama yang penuh dengan harapan dan doa. Ayah dan ibu bayi itu sangat berharap sang anak kelak bisa menjadi seorang hafidz Qur’an…

Hari demi hari,, sang bayi mulai tumbuh… Namun, sepertinya ada suatu yang janggal dalam tubuhnya. Ibu dan ayah bayi itu segera memeriksakannya ke dokter. Dan ternyata ada flek dalam paru-parunya. Sang bayi pun diharuskan untuk menginap di rumah sakit khusus paru-paru & jantung yang ada di daerah Jakarta. Ayah & ibu bayi terlihat sedih. Tak tega melihat bayi mereka yang masih merah harus dipasang berbagai alat di tubuh mungilnya itu. Bahkan, dokter bilang.. kemungkinan sang bayi untuk bisa bertahan hidup sangat kecil.

Ayah & ibu bayi hanya bisa berikhtiar & berdoa serta menyerahkan hasil akhirnya pada Sang Kuasa.

Alhamdulillah… Syukur yang tak terhingga, sang bayi perlahan mulai menunjukan tanda-tanda sembuh. Perlahan-lahan.. berbagai alat kesehatan dicopot dari tubuhnya.

Sang bayi pun diperbolehkan pulang.

Namun… ternyata semuanya belum selesai. Sang bayi yang mulai beranjak balita harus tetap melakukan chek up secara rutin untuk mengontrol kesehatannya. Ia pun dicekoki  berbagai obat antibiotik hingga sepertinya ia sudah terbiasa dengan bau obat-obatan…

Jika kita melihat fisik sang balita,, siapa sangka dibalik tubuh gemuk dan pipi chubbynya itu.. ternyata ada penyakit yang dideritanya.

Setiap orang yang bertemu dengannya pasti langsung ingin mencubit pipinya itu. Ia memang sangat menggemaskan. Ia begitu aktif, loncat sana-sini. Bahkan Sang ibu kewalahan menjaganya.

Bertahun-tahun kemudian… saatnya ia masuk sekolah SD. Ia mulai menunjukan tingkahnya.Seringkali membuat Ayah & ibu jengkel. Sering membuat tetehnya marah bahkan sampai nangis. Sering juga menjaili adik perempuannya yang masih kecil.

Masuk SMP, ayah & ibu menyekolahkannya di Islamic Boarding School  yang ada di daerah Ciawi. Di sekolah itulah ia mulai belajar bahasa arab, mulai menghafal Al-Qur’an. Terjadi perubahan di dalam dirinya. Yang tadinya susah untuk bangun shubuh,, tanpa disuruh.. ia sudah bangun dengan sendirinya.

Tapi entah kenapa, ia jadi lebih murung dan pendiam. Ayah dan ibu mencari tau sebabnya. Ternyata, ia mengalami kekerasan fisik. Ia sering dipukul dengan rotan oleh ustadz yang ada di sekolah itu. Ia menunjukan bekas luka pukulan itu. Ayah & ibu langsung mengambil tindakan. Ia pun keluar dari sekolah itu dan dipindahkan ke SMP IT di daerah Cimanggu Bogor. Di SMP IT itu, ia menjadi unggulan karna kemampuan bahasa arabnya yang bagus dibanding dgn teman-temannya yang lain. Selain itu, kemampuan menghafal Al-qur’annya juga sangat cepat.

Lulus SMP,, ayah & dan ibu menyekolahkannya di Madrasah Aliyah Negri (MAN). Sifatnya berubah lagi… Ia mulai meninggalkan hafalan Al-qur’annya. Ia lebih senang berkumpul dengan teman-temannya ketimbang les bahasa arab. Emosinya pun tidak stabil, ia jadi sering marah-marah dan yang menjadi sasarannya siapa lagi kalo bukan seisi rumah. Moodnya gampang berubah. Kadang, kalo lagi baik.. ia akan dengan senang hati membantu ibu, teteh dan adiknya. Tapi, kalo malesnya lagi kumat.. jangankan dimintain bantuan, ditanya dikit aja udah dikasih muka jutek… hadeuuu.. bener-bener ABG labil..  Keinginan untuk belajarnya juga jadi menurun. Lebih sering mendengarkan musik-musik yang amburadul ga jelas dibanding menyentuh buku pelajarannya.

Ibnu Hafidz…

 adik laki-lakiku… Anak laki-laki satu-satunya di keluargaku… kembalilah dek.. kembalilah menjadi inu yang baik.. inu yang sering menjadi imam shalat di rumah ketika ayah sedang dinas di luar kota. Inu yang suaranya begitu indah ketika sedang tilawah. Inu yang membuat tetehnya malu karna hafalannya yang lebih banyak dibanding tetehnya sendiri.

Dedicated for my brother inu yang kini sudah menjadi mahasiswa di Universitas Islam Negri. Kami bangga padamu! Tanpa sadar, kau sudah bertambah tinggi. Bahkan, lebih tinggi dariku dek.. Bukan lagi inu yang lehernya tidak keliatan karna saking gemuknya. 

 Inu yang sekarang adalah inu yang sedang merasakan masa-masa remajanya menuju seorang lelaki dewasa.

smoga ALLAH senantiasa melindungimu dek… memberkahi setiap langkahmu.. menjadikanmu anak yang soleh.. Banyaklah berdoa dan belajar karna kau yang akan menggantikan ayah ketika nanti ayah harus pergi meninggalkan kita…


Salam cinta karna ALLAH….

^^Dina Amalia^^

@ittibanwife

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s