MinNeul's Home

Ketulusan Itu Bernama Ibu


#20HariNulisDuet – Day 2

 Type: Flashfiction

Author: @ittibanwife & @SeiraAiren

Ketulusan Itu Bernama Ibu

Tik… Tok… Tik.. Tok..  detak jarum jam dalam ruangan berukuran 10×15 cm itu menjadi satu-satunya suara yang terdengar. Seorang gadis dengan pandangan sayu terus memandangi pergerakan jarum jamnya. Tak terasa,waktunya berangkat. Ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu dan  menempuh perjalanan menuju bandara.

******

 Pesawat yang  ditumpanginya telah landing, “Ibu, aku pulang,”batin gadis itu, pertama kali terlintas keinginannya untuk bertemu ibunya setelah beberapa tahun. Kerinduan yang begitu membuncah membuat dadanya terasa sesak. Dalam pikirannya yang terbayang hanyalah sapaan lembut, pelukan hangat dan senyuman yang terukir di wajah ibunya.                                       

Aah, ibuku sedang apa ya? Apakah dia akan terkejut kalo tahu aku datang?” semua pikiran tentang ibunya yang akan menyambutnya dengan berbagai hal membuatnya geli dan tertawa sendiri karena memikirkannya. Setelah dua jam perjalanan, akhirnya sang gadis tiba dirumahnya. Ia masih menyimpan kunci pemberian ibunya. “Assalamualaykum ibu, aku pulang”.

Ia mendapati rumahnya kosong, tidak ada satupun barang berada di ruangan itu. Hanya timbunan debu yang membuatnya terbatuk. Ia berjalan menyusuri ruangan demi ruangan mencari keberadaan sang ibu, tapi hasilnya nihil.  Sepertinya sudah lama rumah ini ditinggalkan oleh pemiliknya.  Gadis itu berteriak,mencoba kalau kalau ibunya memang tak mendengarnya,”Ibu, aku pulang. Ibu ada dimana?”

Ia pun berjalan keluar rumah dan merasa kalau halamanya tak sekotor ini dulu. “Kemana ibu?” Ia berfikir sangat keras, mencoba menerka-nerka dimana Ibunya berada?

Ia memutar otak dan berpikir, mungkinkah ibunya pindah rumah? Tapi kenapa ia tidak diberitahu? Hatinya mulai was was, ia khawatir sesuatu terjadi pada ibunya. Di tengah kekalutan itu, seseorang menepuk pundaknya. Gadis itu menoleh dan mendapati seorang pemuda yang tak dikenalnya sedang berdiri di hadapannya. “Apa kamu yang bernama  Yasmin?” Gadis itu mengangguk.

“Ini ada surat untukmu,”ujar pemuda itu seraya menyerahkan selembar kertas pada Yasmin.

Gadis yang bernama Yasmin itu meraih kertas yang diberikan pemuda itu dengan pandangan sulit diartikan, antara bingung, cemas dan juga takut. Dibacanya paragraf demi paragraf dalam kertas itu dan tangisnya pecah seketika.  Tidak mungkin ibu meninggalkan aku sendiri, ini pasti bohong! Yasmin mencari keberadaan pemuda tadi,namun pemuda itu telah pergi entah kemana. Yasmin pun berlari menuju jalan, melihat sekitar siapa tau ada orang yang dikenalnya lewat, namun jalanan depan rumahnya sepi. Dan lagi ia tidak begitu banyak mengenal orang  di daerah itu.

Yasmin berjalan menuju sebuah rumah yang berada di sebelah rumahnya. , ia pun mengetuk pintu. Tak lama, seorang wanita paruh baya keluar dan mendapati seorang gadis menangis di teras rumahnya.  Wanita itu merasa mengenali sosok gadis dihadapannya, namun ia tak bisa mengingat namanya. Ditatapnya sang gadis seraya bertanya, “Nona muda, kenapa menangis?”

“Ahh, Bibi?” Ia buru-buru berdiri menghapus airmatanya,dan melanjutkan kata katanya “Aku Yasmin Bibi, Yasmin. Aku putri Ibu Rosi. Apa Bibi mengingatku?” tanyanya antusias .

“Yasmin? Yasmin siapa? Anaknya Rosi? tapi..” belum selesai Bibi itu bicara yasmin memotongnya lag, “Iya ini Yasmin Bibi, Yasmin dulu yang sering main dengan Bang Yogi, apa Bibi lupa?” “oh, kau rupanya.. Iya aku ingat.. Oh mari masuk..” kemudian Yasmin pun mengikuti wanita itu masuk kerumah.

Di sebuah ruangan dengan dinding bata tanpa cat tembok itu Yasmin duduk ditemani oleh wanita paruh baya yang adalah bibinya, adik dari ibunya. Yasmin menyerahkan selembar kertas yang didapatnya dari pemuda yang tak dikenalnya tadi, dengan nafas menderu Yasmin bertanya, “Bibi, apakah benar, ibu…”kerongkongan Yasmin terasa kering, ia seakan tak sanggup melanjutkan perkataannya. Wanita dihadapan Yasmin langsung memeluknya, “Iya nak,kau harus sabar yaa.. Ibumu telah pergi mendahului kita.”

*****

Yasmin membuka mata, peluh membanjiri tubuhnya. Lagi-lagi ia bermimpi buruk. Mimpi yang terasa sangat nyata.  Apa mungkin ini sebuah teguran untuknya? Teguran karna ia sudah begitu lama mengabaikan keberadaan sang ibu. Ia menatap frame foto di meja kecil sebelah tempat tidurnya. Ada fotonya bersama sang ibu. Ia rindu semua perlakuan ibunya pada dirinya. Ia rindu omelannya, nasehatnya, perhatiannya, dan segala bentuk kasih sayangnya.

“Ibu maafkan aku,” lirihnya. “Aku memang bodoh, anak yang tidak berbakti, bagaimana mungkin ibu pergi untuk selamanya sedangkan aku tidak tahu?”

Airmatanya mengalir deras dan membanjiri pipi nya.

*****

 “Nak,nanti kalau sudah sampai Jakarta, jangan lupa sering-sering kirim surat.”                                                 “Pasti ibu, aku akan sering kirim surat dan ibu sesekali harus ke Jakarta juga.”

“Iya. Tapi lebih baik uangnya khan buat keperluan kamu daripada Ibu main kesana. “

“Ok, aku paham. Ibu, kereta sudah mau berangkat, aku naik dulu.”

“Iya hati-hati ya nak.”

*****

 Yasmin masih terus menangis sambil memeluk satu-satunya peninggalan sang ibu. Sebuah surat untuknya.

Yasmin, putriku..

Bagaimana kabarmu?

Ibu berharap semoga putri kebangaanku ini selalu dalam keadaan sehat dan bahagia.  Apakah kau makan secara teratur nak? Jangan lupa minum vitamin,karena kau sangat kurus sekarang.  Ibu selalu melihatmu walaupun ibu tidak bersamamu.

Tangisnya semakin membuncah, ketika ia membaca paragraf selanjutnya.

Yasmin,apakah kau senang berada disana nak? Ibu khawatir kenapa kau tidak menelfon? Bukankah ibu membelikanmu ponsel untk menelfon ibu? 

Yasmin pun teringat paket ponsel yang sejak pertama ia menerimanya tidak pernah ia pakai.

Putriku, maafkan ibumu.. Maafkan aku yang tak bisa selamanya membersamai langkahmu, jika ibu pergi, Ibu ingin kau tetap menjadi putri kebanggaanku.

Tahukah nak kenapa ibu memberikan nama Yasmin padamu? Karena Yasmin adalah bunga melati, yang akan menebarkan keharuman dimanapun ia berada.                                                 

Ingatlah selalu nak, pada akhirnya seorang ibu akan memafkan apapun kesalahan yang pernah dibuat anaknya. Setelah membaca surat ini mungkin ibu sudah tidak bisa memelukmu lagi, tapi percayalah nak, masih ada Tuhan yang mencintaimu melebihi cintaku.

================

 Word Count : 871

 

11 responses

  1. Eh itu di edit ya unni yang paragraf Ketulusan Itu Bernama Ibu

    Ibu berharap semoga putri kebangaanku ini selalu dalam keadaan sehat dan bahagia. “Apakah kau makan secara teratur nak? Jangan lupa minum vitamin,karena kau sangat kurus sekarang. “” Ini kan ada komenanya yasmin ya??

    Kekeke~~ Ohh jadi gini ya.. lumayan panjang.. hahaha^^ Daebakk!! Project Sukses!!
    mau Post project gathering ahh~~ sekalian

    February 11, 2012 at 1:56 PM

    • hu um, ada yang aku edit..😀
      soalnya kalo diselipin komennya Yasmin jadi agak mengurangi kesyahduannya menurutku..
      Thanks a lot for being my writing partner Seonnie.. :3

      February 12, 2012 at 9:59 PM

      • Kyaa~~

        Haneul Unnie today aku gak nuliss.. Ummm =,= aniway besok gak mau percaya ma orang asing yang ngajakin nuliss..😦 **SAd**

        February 12, 2012 at 10:04 PM

      • huwaaaaa,, sabar yaaa sayang… emang paling aman kalo yang jadi partner nulisnya udah kita kenal sebelumnya… Fighting!! tetap semangat buat nulis yaah..😀

        February 12, 2012 at 10:15 PM

      • ^^ Ofcourse~~ iya unnie itu yang sangat amat aman!!
        huhuhu~~

        February 12, 2012 at 10:22 PM

      • Daebakkk pokoknya!!

        February 12, 2012 at 10:04 PM

  2. ocii

    brb cari tisu.. :”(
    jadi itu mimpi yg menjadi kenyataankah???
    hiks…
    masi ningung ini. jadi bener ibumua udah ga ada???
    aku yg ga pernah tinggal jauh dr ibu jd ngerasa sedih segitu sibukkah kita kalo jauh dr ibu sampe ga sempet ngasi kabar atau apa.
    kyaaaaaaaaa bagus bagus, ibu ya itu ibu disaat kapan pun pasti yg diinget anaknya

    February 11, 2012 at 7:23 PM

    • *nyodorin Ocii tisu*
      ibunya udah meninggal.. itu kenyataannya..😦
      ini bisa dijadikan pelajaran buat kita semua, seberapapun sibuknya kita, harus tetep inget sama ibu..

      February 12, 2012 at 10:59 PM

  3. -deson-

    Hiksss…
    aku terharu bacanya hehe
    keren onn

    February 12, 2012 at 9:07 PM

    • cerita tentang orang tua especially ibu memang selalu bisa buat terharu bukan?
      makasih yaa sudah baca ^-^

      February 12, 2012 at 10:17 PM

  4. Pingback: Daftar Tulisan #20HariNulisDuet « orangepumpkingirl

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s