MinNeul's Home

The Story Of Edelweis & Sunflower (4)


Author: @ittibanwife & @andray1009

(Project Duet Fashion Terorist’s Wife with Handel & Gretel Owner’s Wife)

Disclaimer : This is just FanFiction. The Casts belongs to their self, , their family and GOD. But the story belonging to us. Copy-Paste our story is NOT ALLOWED without our permission.

Happy Reading ^-^

Don’t forget to leave your comment, gamsahamnida my beloved reader :3

Tak seorang pun ingin dilupakan, apalagi secara tiba-tiba, seperti aku yang berjuang terus menanam jejak di batinmu.

Haneul menghela nafas, “Rupanya, orang ini masih belum menyerah juga? Apa istimewanya aku hingga kau berusaha untuk bisa mendapatkanku? Menjadikan aku milikmu. Apa itu suatu kebangaan untukmu?’ Haneul berbicara seolah-olah lelaki itu ada di hadapannya.”

Karena ia adalah Edelweis yang istimewa. Ia tumbuh di puncak tertinggi, begitu sulit menggapainya, butuh perjuangan meraihnya.

I’m limited edition, yes that’s me! Tidak mudah bukan mendapatkan kepercayaanku. Kau harus mencobanya lebih keras lagi.”

Haneul beranjak dari tempatnya duduk dan meninggalkan layar komputer yang sedang membuka laman blog milik seorang pemuda. Tak lama, Haneul sudah kembali duduk di depan layar komputernya dengan ditemani secangkir hot chocolate dan setangkup roti. Sambil tak berhenti mengunyah, Haneul menikmati rangkaian puisi yang ditulis pemuda itu di blognya. Inspiratif, romantis, manis, dan serangkaian kata-kata pujian lainnya menghiasi kolom komentar di blog itu. Haneul bukan tak tahu siapa dia, walau ia memakai nama pena sekalipun, Haneul bisa menebak sosok dibalik puisi-puisi indah yang dibuatnya. Hanya saja, bersikap seakan-akan tidak tahu kebenarannya terkadang bisa menjadi tepat untuk kondisi tertentu, termasuk kondisinya saat ini.

-3 weeks ago- 

Eonnie, help me, buatkan aku puisi, “Min Hee merajuk pada Haneul.

Mwo? Pusisi? Apa tidak salah kau meminta bantuan padaku? Kalau kau minta dibuatkan gambar atau scrapbook, dengan senang hati aku buatkan, tapi ini PUISI?” Haneul memberi penegasan di kata terakhirnya.

Min Hee mendengus, “Huhu, lalu aku harus meminta bantuan pada siapa? Aku sendiri tak pandai menulis puisi.”

Think smart girl~ It’s high technology era, dirimu bisa meminta bantuan pada benda mati sekalipun,” ucapan Haneul menimbulkan cengiran khas di wajah MinHee.

“Hahahaha, Eonnie!! gamsahaeyo,” dengan gerakan kilat MinHee memeluk Haneul dan kini ia sudah melesat pergi meninggalkan Haneul yang terbengong-bengong dengan sikapnya.

*****

Eonniiiiiii!!!” panggil MinHee dari kejauhan. Ia langsung berlari kearah Haneul yang sedang menggambar di taman kampus.

“Aku dapat A loh, kata dosen mata kuliah kajian sastra, puisiku keren! Oh iya,  aku ingin menunjukkan sesuatu padamu,” cerita MinHee antusias.

Ia mengeluarkan laptopnya. Lima menit kemudian, MinHee mengarahkan laptopnya yang sedang membuka laman blog seseorang pada Haneul, “Bisa tolong dibaca salah satu puisinya? Aku yakin Eonnie pasti akan bilang orang ini Jjang~! Bisa-bisanya ia merangkai kata sekeren ini! Aku saja sampai ingin terbang rasanya setelah membaca puisi-puisi hasil karyanya.”

Awalnya Haneul cuek, namun berkat usaha MinHee yang tak berhenti ngoceh mempromosikan puisi-puisi yang keren itu, Haneul pun menoleh dan mulai membacanya bait demi bait. Haneul bukanlah orang yang mudah tersentuh oleh kata-kata manis, tetapi spesial untuk penyair yang satu ini, sepertinya Haneul memiliki penilaian tersendiri. MinHee tersenyum puas melihat Eonnie-nya yang kini sedang asik membaca rangkaian puisi yang ditunjukannya.

-Flashback End-

Bisakah kau mempercayaiku seperti aku mempercayaimu? Bisakah kau menjaga hatimu seperti aku yang selalu berusaha menjaga hatiku.

Kau bagaikan pensil warna yang mewarnai hari-hariku dengan berbagai warna yang ada pada dirimu.

Jingga~ bukankah itu yang mewakili sosokmu? Namun bagiku, kau terlihat indah di semua warna. Aku ingin kau percaya padaku. Suatu saat nanti, aku akan menjemputmu, ketika saatnya tiba. Bisakah kau menungguku?

Karna tanpamu, tak ada pernikahan bagiku. 

Dan cintaku padamu, adalah surga, yang tak bisa kumasuki jika tanpamu.

“Uhuk,” kalimat terakhir yang baru saja dibaca Haneul membuatnya tersedak. Ia menepuk dada dan meraih cangkir yang ada di hadapannya. Diseruputnya Hot Chocolate itu dengan perlahan.

Degh~ Haneul merasakan detak jantungnya berpacu lebih cepat, ia memijat keningnya yang terasa pening. Dengan gerakan lambat ia menutup laman blog itu dan mematikan komputernya. “Apa benar penyair itu, dia?”

10 responses

  1. asitawikandi

    yakin deh pasti blogger misterius itu umin.. *sotau*

    February 15, 2012 at 12:43 PM

    • hahahahaha.. pengennya Sungmin yaa?😉

      February 24, 2012 at 4:27 PM

      • asitawikandi

        iya umin aja ^^ hihi
        oiya unnie abis dari singapore ya? mana oleh2nya? *bongkar2 tas unnie nyari kyu*

        February 25, 2012 at 11:23 AM

      • iyaaah… oleh-olehnya ada dikosanku, sini main..😉
        kyukyunya ga muat dimasukin ke koper, hwhwhwhwhw xDD

        February 26, 2012 at 3:50 PM

  2. gallagher girl

    gyaaaaaa~ >,_<
    lugas banget… tanpa pake pengandaian
    omoma~
    apa blog itu blog umin bukan?
    nggak sabar pengin tahu lanjuttannya ^^
    oh ya… aku mo nanya ff ini publishnya tiap kapan?

    February 21, 2012 at 5:38 PM

    • hehehe, langsung to the point yaah itu penyairnya..
      Blognya Sungmin? Let’s see😀😀
      FF ini sebenernya niatan awalnya publish tiap hari sampe ke endingnya, tapi berhubung diriku musti ngikut Sungmin ke Singapore beberapa hari yang lalu, jadi penulisan FF ini tertunda..😦 makasiih yaa sudah baca ^-^

      February 22, 2012 at 12:28 PM

      • gallagher girl

        gyaaa…
        ru pulang dari singapura ya??
        kok nggak bilang2, kan bisa ngajak2 ^^
        ss4… kapan ya di indonesia??

        February 25, 2012 at 8:18 PM

      • iyaaaah… satu minggu yang lalu masih da di Singapur, hikseu.. jadi inget memori SS4SG😦
        aku memang ga koar-koar dan banyak kasih tau orang, hihi.. tapi nanti rencananya mau nyeritain perjalanan selama ke SG disini, tunggu saja..😀 SS4 Indonesia, mudah-mudahan jadi akhir April ini kata promotornya..

        February 26, 2012 at 4:06 PM

  3. gallagher girl

    gyaaa…
    ru pulang dari singapura ya??
    kok nggak bilang2, kan bisa ngajak2 ^^
    sushow… kapan ya di indonesia??

    February 25, 2012 at 8:19 PM

  4. Pingback: The Story Of Edelweis & Sunflower (12) « Pumpkin & Orange

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s