MinNeul's Home

The Story Of Edelweis & Sunflower (6)


Author: @ittibanwife & @andray1009

(Project Duet Fashion Terorist’s Wife with Handel & Gretel Owner’s Wife)

Disclaimer : This is just FanFiction. The Casts belongs to their self, , their family and GOD. But the story belonging to us. Copy-Paste our story is NOT ALLOWED without our permission.

Happy Reading ^-^

Don’t forget to leave your comment, gamsahamnida my beloved reader :3

Kura-kura kecil itu sudah pulang rumahnya. Ya, Ddangkoming sudah kembali. Sekarang ia sudah bertengger manis di telapak tangan MinHee.

“Oh ya, terima kasih kau sudah menemukan kura-kuraku, Jong Jin-ssi,” Ujar MinHee pada namja itu.

Ne. Sebenarnya bukan aku yg menemukannya, tapi Hyung-ku. Waktu kami baru pindahan di seberang rumahmu, aku masih berada di kedai kopi milik kedua orang tua kami, dan Hyung-ku lah yang menemukan Ddangkomingmu di semak-semak halaman rumah. Karena Jongwoon Hyung tidak tahu kura-kura itu milik siapa, makanya dia pelihara saja. Untung kau menyebarkan pamflet itu,” cerita JongJin, tetangga baru MinHee.

“Hihi… Kau tahu, Ddangkoming sangat berarti untukku. Eh, tapi sepertinya, dia agak gemuk sekarang. Sepertinya dia bahagia di rumahmu,” kata MinHee sambil terus memperhatikan kura-kuranya.

“Hm, mungkin karena di rumahku ada kura-kura betina,” Kata Jongjin.

“Ada apa?” tanya MinHee.

“Kura-kura betina milik Hyung-ku. Kau mau lihat?”

MinHee mengangguk dengan antusias.

“Waaaaah lucu banget! Siapa namanya?” MinHee mengelus-elus tempurung kura-kura betina milik seseorang yang bernama Jongwoon.

Molla. Hyung-ku belum memberinya nama,” kata Jongjin. “Oh ya, aku harus kembali ke kedai kopi, kalau kau masih mau disini juga tidak apa-apa sih,” lanjutnya.

“Eh, kau mau pergi ya? Ya sudah, aku pulang saja,” ujar MinHee.

“Aku pulang!” suara seseorang dari arah ruang tamu.

“Nah, itu Hyung-ku! Biar dia yang menemanimu ya. Dia lebih tahu tentang kura-kura. Aku tinggal dulu, MinHee-ssi. Senang bertemu denganmu, annyeong!” kata Jongjin panjang lebar sambil bersiap-siap memakai mantelnya.

“Hati-hati, Jongjin-ssi!” Kata MinHee, lalu konsentrasinya kembali tertuang pada dua ekor kura-kura dalam satu kandang di hadapannya itu.

“Annyeonghaseyo,” sapa seseorang.

MinHee menoleh kearah datangnya suara, “Annyeonghaseyo,” MinHee cepat-cepat berdiri dari sikap duduknya, lalu membungkuk.

“Aku Kim Jongwoon. Tadi Jongjin sempat bercerita sedikit tentang kau dan kura-kuramu,” kata seorang namja yang malam itu berbalut kaos hitam dengan setelan jeans, lalu beberapa gelang hitam yang melingkar dipergelangan tangannya.

“Aku Han MinHee. Senang bertemu denganmu,” kata MinHee.

Jongwoon mendekat, “Aku menemukannya di semak-semak depan rumahku. Tapi aku memberinya makan dengan baik kok, kau tenang saja,” katanya.

MinHee tersenyum, “Ne, aku tahu. Bahkan sepertinya Ddangkoming senang berada di dekat kura2-kura betinamu.”

“Ah yaaaa! Ddangkoming nama yang lucu untuk kura-kura kecil sepertinya! Kura-kura betinaku belum punya nama, kasihan sekali,” Jongwoon mengambil sebuah kardus bertuliskan ‘Makanan kura-kura’.

“Sini biar ku bantu,” MinHee membantu Jongwoon memberi makan dua kura-kura itu, “Mmmm… Gimana kalau namanya Ddangkomaeng? Bagus nggak?” tanyanya.

“Bagus, bagus! Daebak!” seru Jongwoon.

“Oke, mulai saat ini, namamu Ddangkomaeng yaaa kura-kura lucu,” kata MinHee.

Jongwoon memperhatikan gerak-gerik yeoja disebelahnya yang sangat menunjukkan ketertarikannya terhadap binatang kesukaannya ini.

“Kau suka kura-kura ya?” tanya Jongwoon iseng.

MinHee mengangguk, “Suka banget!” jawabnya tanpa menatap lawan bicaranya, pandangannya terus tertuju pada binatang-binatang berukuran kecil dihadapannya.

“Kalau kau suka, kau boleh merawat Ddangkomaengku di rumahmu.”

MinHee menoleh perlahan, “Mwo? Jinjjayo?” tanyanya tidak percaya.

“Aku serius. Ambillah. Tapi izinkan aku menjenguknya sesekali,” kata Jongwoon.

“Tapi… Tapi nanti,”

“Sudah, bawa saja dia. Ddangkoming dan Ddangkomaeng sama-sama membutuhkan teman agar keduanya tidak kesepian kan? Kalau kau pergi, memangnya kau tega membiarkan Ddangkoming mu kesepian?” tanya Jongwoon.

MinHee berpikir, “Keurae. Gamsahamnida,” kata MinHee.

Jongwoon tersenyum, “Cheonmaneyo. Oh ya, sudah pukul sembilan. Sebaiknya kau pulang. Aku antar ya,” kata Jongwoon.

“Ah tidak usah, aku bisa pulang sendiri kok. Lagian rumahku kan diseberang,” tolak MinHee halus.
“Kalau begitu, aku antar kau sampai pintu rumahku,” kata Jongwoon.

“Hahahaha… Ya sudah kalau begitu.”

Jongwoon memindahkan kura-kura betinanya ke dalam kardus kecil yang dibawa MinHee, lalu memberikannya pada yeoja itu.

“Tolong rawat kura-kuraku ya,” katanya.

“Pasti!” balas MinHee.

Jongwoon pun mengantar MinHee sampai ke depan rumahnya, tapi ia terus memperhatikan gadis itu untuk memastikannya kembali dengan selamat sampai ke rumahnya.

*****

Keesokan harinya, MinHee berjalan dengan riang menuju kafetaria setelah menghadiri mata kuliah terakhirnya hari itu. Dan disana, ia mendapati Haneul yang sedang duduk sendirian, dengan sepiring tteokbeoki yang masih utuh dihadapannya.

Eonniiiie!!! Tau tidak, Ddangkoming sudah ketemuuuu!!!” seru MinHee.

Haneul menoleh dan melihat MinHee dengan mata yang berbinar-binar memancarkan kebahagiaan. Haneul berusaha untuk tersenyum walau sebenarnya di dalam pikirannya sedang berkecamuk sebuah peristiwa yang hampir saja membuat jantungnya copot. Untunglah Haneul tak punya riwayat penyakit jantung turunan.

“Ohh, syukurlah Ddangkoming sudah kembali,” Haneul menjawab dengan ekspresi datar.

MinHee merasa ada yang aneh dengan sahabat sekaligus Eonnie-nya itu. Ia pun menahan diri untuk terlihat terlalu antusias ingin menceritakan tentang kembalinya Ddangkoming.

Waeyo Eonnie? Ada yang sedang mengganggu pikiranmu?” tebak MinHee.

Anio. Keundae, Min Hee-ya, jika ada seorang lelaki yang melamarmu, memintamu menikah dengannya secara tiba-tiba, apa yang akan kau lakukan?” Ekspresi wajah Haneul menunjukan bahwa ia sedang berbicara serius.

MinHee menelan ludah, ia bingung harus menjawab apa, “Euuu… Aha! Pertama-tama, aku ingin mengenalnya lebih jauh dulu, dan membuktikan seberapa besar tekadnya untuk mendapatkanku. Aku akan lihat usahanya, seberapa gigih dia untuk mengambil hatiku, dan aku akan yakin karena itu. Nah, apalagi kalau caranya romantis, seperti menulis puisi-puisi indah begituuuuu… Aaaaaahhhh mau mau mauuuu!!!” MinHee malah berkhayal.

“Jadi begitu ya,” Haneul terlihat bingung.

“Apa ada seseorang yang melamar Eonnie?” Tanya MinHee semangat.

“Eh?” Haneul terkejut dengan pertanyaan yang baru saja dilontarkan MinHee. Kedua pipinya mulai merona. “Bagaimana kau bisa tahu?”

“Hahaha… MinHee si Peramal,” MinHee sok-sok membanggakan diri. “Eonniiiie cerita dooooonk!!!”

-A few days ago-

Senja hari di Kota Seoul. Haneul masih asik dengan aktivitas favoritnya, memandang keindangan langit sore yang berwarna jingga dengan ditemani pensil dan kertas gambarnya. Ia duduk di hamparan rumput yang hijau. Aktifitasnya sedikit terusik ketika sekumpulan anak kecil berusia sekitar 5 sampai dengan 6 tahun datang dan duduk di dekatnya. Anak-anak kecil itu terus saja berceloteh membuat pandangan Haneul teralihkan dari langit sore pada kelucuan mereka.

Seorang anak perempuan menghampiri Haneul dan menyapanya, “Annyeong Haseyo Eonnie.”

Haneul membalas sapaan gadis kecil itu. Dan selanjutnya, Haneul sudah menjadi bagian dari mereka. Bermain bersama anak-anak adalah hal yang menyenangkan baginya, bagi seorang Jung Haneul. Sebuah buku cerita kini berada di dalam genggamannya. Anak-anak itu meminta Haneul untuk membacakan cerita. Haneul jadi teringat semasa sekolah dulu, ia memang hobi menjadi seorang story teller. Bahkan, ia sempat menjuarai beberapa lomba story telling. Dengan semangat Haneul mulai membaca paragraf demi paragraf diikuti dengan mimik wajah dan intonasi yang berubah-ubah, sesuai dengan teknik story telling yang pernah dipelajarinya. Pada paragraf akhir, Haneul mulai menyadari bahwa cerita yang sejak tadi dibacanya itu mengingatkannya pada kisah hidupnya sendiri. Haneul mendapati beberapa huruf tertulis di akhir cerita itu.

“L S M to J H N”

Haneul mengejanya seakan-akan ia baru saja belajar membaca. Hatinya berdesir ketika ia menebak bahwa J H N adalah inisial dari namanya, lalu LSM?

Haneul bertanya-tanya dalam hati. Dalam jarak yang tak jauh dari tempat duduknya, terdengar suara petikan gitar, lalu seperti dikomandoi, sekumpulan anak kecil di hadapan Haneul menyanyikan lagu “Marry you”

Love, oh baby my girl
Geudan naui jeonbu neunbu shige areumdaun
Naui shinbu shini jushin seonmul
Haengbokhangayo geudaeui kkaman neuneseo nunmuri heureujyo
Kkaman meori pappuri dwol ddaekkajido
Naui sarang naui geudae saranghal deoseul na maengsehalgeyo

My dazzlingly beautiful bride
You are a gift from god
We’ll be very happy, your black eyes well up with tears
Even if your black memerizing hair turns white
My love, you my love, I swear I love you

Geudaereul saranghandaneun malpyeongsaeng maeil haejigo shipeo
Saying I love you is what I want to do the most everyday in my life


Would you marry me? Neol saranghago akkimyeo saragaro shipeo
Would you marry me? I want to love you, treasure you, and live with you

Geudaga jami deul ddaemada nae pare haewojugo shipeo
I want you to lean on my shoulders each time you sleep

Would you marry me? Ireon naui maeum heorakhaejurae?
Would you marry me? With this heart of mine, will you accept me?

Pyeongsaeng gyeote isseulge, I do
Neol saranghaneun geol, I do
To accompany you for the whole lifetime, I do
To love you, I do

Neungwa biga wado akkyeojuyeonseo, I do
Neoreul jikyeojulge, my love
Regardless of snow and rain, i will be there to protect you, I do
Let me be the one to protect you, my love

Hayan deureseureul ipeun geudae teokshidoreul ipeun naui moseup
Balgeoreumeul matchumteo geodneun uri jeo dalnimgwa byeore, I swear
Geojitmal shilheo uishimshilheo
Saranghaneun daui gongju, stay with me
You wearing the white bridal gown, me wearing the suit
Both of us walking in sync towards the stars and moon, I swear
No lies, no suspicion
My dearest princess, stay with me

Uriga naireul meogeodo useumyeo saragago shipeo
Even if we are becoming older, we will smile and live on

Would you marry me? Naui modeun nareul hamkke haejurae?
Would you marry me? Are you willing to live the rest of your life with me?

Himdeulgo eoryeowodo, I do
Neul daega isseulga, I do
No matter how weary and tired we are, I do
I will always be by your side, I do

Uri hamkkehaneun malheun nal dongan, I do
maeil gamsahalge, my love
The days when we will spend together, I do
Everyday will my heart be thankful, my love

Orae jeonbuteo neoreul wihae junbuhan
Nae sone bitnaneun banjireul badajwo
I have prepared this (ring) for you since a long time ago,
Please take this shiny ring in my hand

Oneulgwa gateun mameuro jigeumui yaksok gieohalge
Would you marry me?
Just like the mood today, remember the promise that we’re making now
Would you marry me?

Pyeongsaeng gyeote isseulge, I do
Neol saranghaneun geol, I do
Neungwa biga wado akkyeojuyeonseo, I do
Neoreul jikyeojulge, I do…
To accompany you for the whole lifetime,I do
To love you, I do
Regardless of snow and rain, I will be there to protect you, I do
Let me be the one to protect you, I do…

Naega geudaeeoge deuril geoseun sarangbakke eopjyo
Geujeo geuppuningeol bujalgeoseopjyo
Seotureoboigo malhi bujokhaedo naui sarang
Naui geudae jikyeojulgeyo
Hangajiman yaksokhaejurae? Museunil isseodo
Uri seoro saranghagido… geuppuniya
The only thing that I can give you is love
Although it’s insignificant
Even though there are areas which I lack
I will protect the love between us, me and you
Let’s make a promise, no matter what happens we will still be in love
And even so…

(Background)
I do
Neul daega isseulga, I do
Uri hamkkehaneun malheun nal dongan, I do
Maeil gamsahalge, my love
I do
I will always be by your side, I do
The days when we will spend together, I do
Everyday will my heart be thankful, my love

Nawa gyeolhanhaejurae? I do
Will you marry me? I do

Haneul semakin bingung, ia tak tahu apa yang sedang terjadi saat ini.  Kebingungannya terjawab ketika lagu usai dan sang gitaris kini berjalan mendekat. Haneul melihat  sosok pemuda dengan t-shirt putih yang dipadupadankan dengan cardigan hitam.

“Jung Haneul-ssi,” sapanya. “Lee Sungmin imnida,” suaranya lembut namun tegas.

“Eh?” Haneul terkesiap.

Bangapseumnida” lelaki yang bernama Lee Sungmin itu membungkukkan badannya. Haneul pun melakukan hal yang sama. Setelah itu,  Sungmin memberikan sebuah bouqet bunga favorit Haneul, Edelweis. “Ini untukmu.”

“Ah, Ne. Gamsahamnida,”Haneul terlihat kikuk.

Dengan gerakan kilat, Sungmin sudah berlutut di hadapan Haneul dan memperlihatkan sebuah cincin seraya bertanya, “Jung Haneul-ssi, Would you be my wife?”

Seperti tertimpa benda yang sangat berat, Haneul merasakan kepalanya berputar dan ia kehilangan keseimbangan.

-Flashback Ending-

“Ini gila bukan? Aku sama sekali tidak mengenal lelaki itu. Dan tiba-tiba ia datang untuk memintaku menjadi istrinya.  Tapi, aku curiga kalau si penyair itu adalah dia.”

“Waaaaaaaah….,” MinHee menikmati cerita Haneul sambil bertopang dagu, “Kayak apa sih Lee Sungmin itu? Aku jadi penasaran,” kata Minhee lalu ia menatap Haneul dengan tatapan bingung, “Eh??? Kau jawab apa Eonnie? Terus, penyair yang mana?” tanyanya.

“Lee Sungmin itu, tidak terlalu tampan. Tidak seperti kriteria pria idamanku. Kau tau khan, aku suka namja yang memiliki eyes smiling, lesung pipi dan berkacamata. Tapi, untuk pertemuan pertama, aku suka melihat matanya dan caranya tersenyum, terlihat sangat imut. Aku belum menjawabnya. Aku bingung harus mengiyakan atau menolaknya. Ini pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab. Min Hee-ya, masa kau lupa dengan penyair yang waktu itu kau tunjukkan laman blognya padaku.”

MinHee mencoba-coba mengingatnya, “AAAAA! AKU TAHU!!!” Tanpa sadar ia berteriak di kafetaria yang lumayan ramai itu.

“Yya~ Han Min Hee! Kecilkan volume suaramu atau Ddangkoming akan kujadikan kura-kura goreng sebagai menu makan malamku.”

“WAH! Kau dilamar sama pencipta puisi-puisi manis itu Eonnie???? Aaaaaa aku tidak bisa bayangkan… Jelas saja caranya melamarmu romantis sekaliiiiii….”

“Sangat romantis sampai membuatku merinding,” aku Haneul. “Tapi yang membuatku tak habis pikir, kenapa ia begitu percaya diri memintaku menjadi istrinya, apa ia tidak takut jika aku menolaknya?”

Haneul menajamkan pandangan matanya, mencoba melihat ke suatu sudut. “Min Hee-ya, coba kau lihat arah jam 3, lelaki yang sedang duduk disana, itulah yang namanya Lee Sungmin.”

Sesuai dengan petunjuk Haneul, MinHee melihat ke arah dimana Sungmin sedang duduk sambil berkutat dengan laptopnya.

“Haissh, kenapa aku baru menyadari kalau dia satu kampus dengan kita?!!” Keundae, kau mau khan membantuku?” tanya Haneul atau lebih tepatnya dikatakan sebagai perintah.

Min Hee bergidik, “Eonnie, kenapa kau jadi menyeramkan?”

“Hahahaha.. Mianhae, apa aku terlihat seperti itu? Min Hee-ya, bantu aku menyelidiki tentang orang itu, eo?”

Min Hee mengangguk, “Pasti! Aku akan mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang dia, Eonnie tenang saja.”

Haneul merasakan sensasi merinding itu lagi,  dan ketika ia menoleh, pemuda yang sedang dibicarakannya kini sudah ada di hadapan Haneul dengan senyuman yang sama seperti sore pertama mereka bertemu.

 ==========

19 responses

  1. Unnie akuu bingung knapa si umin muncul tiba-tiba =,=a??

    February 24, 2012 at 6:35 PM

    • Udah baca part sebelumnya? kalo udah, kemungkinan ga akan bingung, cmiiiiiw…😉

      February 24, 2012 at 8:54 PM

      • Udahh di Blognya Andra.. Aduhh beneran deh unnie.. itu si unnie keinget umin yang dulu ngelamar kan.. nah kenapa, atas dasar apa tiba2 umin itu nongol disitu ngelamar unnie.. itu yang aku bingungin.. ckckkc

        February 24, 2012 at 9:21 PM

      • kenapa sungmin bisa muncul tiba-tiba?? Semuanya akan terjawab di part-part selanjutnya..😉 *demen buat reader penasaran* hwwhwhwhwhw xDD

        February 24, 2012 at 10:42 PM

      • Hahahha.. kenal unnie dari mana cobek?? hadee.. tiba-tiba mengganjal.. kekekek~~

        February 25, 2012 at 6:57 AM

      • kkkkk xD ihhh kamyuuuu… mau tau ajah..😉 nanti juga bakalan terungkap..😀

        February 26, 2012 at 3:48 PM

      • Yaa tentuu donkk.. unniee, mana gatheringnya???

        February 26, 2012 at 7:35 PM

      • Aku posting awal maret yaah.. ^-^ khan anniv rumah labu ini bulan depan😉

        February 26, 2012 at 8:17 PM

      • Hemm.. Okee~~ aku juga mau nglanjutin deh kalo gituu.. hahhah^^

        February 27, 2012 at 12:02 AM

  2. asitawikandi

    bener kan si blogger misterius itu umin.. *bangga, kibas rambut* B) keke~
    widii cara ngelamarnya romantis bangeet unnie.. mau dong dilamar umin x) *dibakar dina unnie*
    keke unnie daebak! hwaiting~!! ^^

    February 25, 2012 at 3:45 PM

    • hahahahaha… gampang ketebak banget yaah kalo itu Sungmin, sebenernya ini masih kurang loh romantisnya.. berhubung authornya lagi ga pengen romantis-romantisan dulu, jadilah ini romantisnya seadanya (?), aaaaaaaa, kamu minta kyukyu aja, Sungmin udah punya Haneul😉 thengkyuuu for reading ^-^

      February 26, 2012 at 3:57 PM

      • asitawikandi

        yah sayang sekali.. ga bayangin kalo gini aja masih seadanya, gimana kalo kadar keromantisannya lg tinggi-tingginya. pasti aku langsung melayang ga balik2 ke bumi x) *eh?
        hihi ga sanggup bayangin kalo dilamar sm kyu kaya gitu. pasti melting akunya x) kyu~ cepet lamar akyu~

        February 28, 2012 at 7:33 AM

      • ahahahahaha.. siap2 megangin sita biar ga melayang😉
        bentar.. bentar.. *mikir* kyu bisa romantis kek gitu gaa yaah?

        March 3, 2012 at 10:07 PM

      • asitawikandi

        kan, pada meragukan kalo kyu bisa romantis -,-
        tapi emang sih, tampang2 kaya kyu,kayanya gabisa seromantis itu.. pasti ntar jatuhnya aneh kalo kaya gitu.
        tenang kyu, tenang.. aku bisa nerima kamu apa adanya.. keke~ ^^ *pukpuk kyu*

        March 5, 2012 at 8:47 AM

      • Hahahaha.. secara evilkyu gitu =.= liat aja pas di WGM China, mungkin kaya gitu versi romantisnya seorang Cho Kyuhyun.
        aihihihihi.. sooo suuuiitlah dirimu ini.. *tsaaah*

        March 9, 2012 at 10:20 PM

      • asitawikandi

        haha iya unnie, ga romantis -.-
        tapi gapapalah.. dia kan romantisnya cuma sama aku :3 wkwk

        March 12, 2012 at 3:48 PM

  3. gallagher girl

    entah kenapa ya, aku ngakak baca ini
    ddangkoming ketemu, dapat pasangan (?) lagi ^^
    ddangkomaeng? ddangkoming?
    pasangan yg lucu (?)
    tuh kan, penyair itu umin
    karna disini lee sung min to jung haneul ^^
    cara nglamarnya malah bikin aku ketawa
    kaya gitu romantis nggak sih?
    dilamar pake edelweis… seperti kata temen lamaku yg juga suka edelweis
    kenapa tiap adegan lamaran slalu pake lagu marry you?
    tapi mang bagus sih, aku juga suka lagunya, pa lagi video waktu rekaman lagu marry you versi japan, disitu umin lucu + imut ^^
    * kok malah ngomongin marry you -_- *
    ayo.. part selanjutnya! ^_^

    February 25, 2012 at 8:13 PM

    • hahahahaha… kasian khan kalo Ddangkomingnya sendirian aja, dia juga butuh pasangan (?)
      wkwkwkwkwk aku juga enggak tau itu romantis apa enggak .____.v kadar keromantisan authornya lagi menurun (?) jatohnya malah lawak yaah.. :p
      tadinya mau pake lagu Now & forever, eh, dipikir-pikir lagu Marry you aja deh.. udah jadi semacam trend di dunia per epepan especially epepnya SJ kalo tiap ngelamar pake lagu Marry you,thengkyuuuu for reading😀

      February 26, 2012 at 4:03 PM

  4. Pingback: The Story Of Edelweis & Sunflower (12) « Pumpkin & Orange

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s