MinNeul's Home

The Story of Edelweis & Sunflower (9)


Author: @ittibanwife & @andray1009

(Project Duet Fashion Terorist’s Wife with Handel & Gretel Owner’s Wife)

Disclaimer : This is just FanFiction. The Casts belongs to their self, , their family and GOD. But the story belonging to us. Copy-Paste our story is NOT ALLOWED without our permission.

Happy Reading ^-^

Don’t forget to leave your comment, gamsahamnida my beloved reader :3

Eonnie, kenalkan ini Kim Jongwoon, tetanggaku. Jongwoon-ssi, ini Haneul Eonnie, sahabatku.” Minhee memperkenalkan kedua sahabatnya.

Annyeonghaseyo, Jung Haneul imnida, bangapseumnida.”

Annyeonghaseyo, Kim Jongwoon imnida, bangapseumnida.”

Omo~!” Haneul teringat sesuatu. “Apa disini juga menjual makanan untuk hamster? Jika ada, aku ingin membelinya.”

“Eh? Aku tidak tahu kau punya hamster, Eonnie,” kata Minhee.

“Tadi aku lihat makanan hamster, aku ambilkan ya,” Jongwoon beranjak mengambil sekotak makanan hamster.

Ne, kamsa hamnida Jongwoon-ssi,” kata Haneul. “Ada seseorang yang memberikan hamster beberapa hari yang lalu padaku. Hmmm sebenarnya aku tidak ingin punya binatang peliharaan, maka dari itu aku memberikannya pada Jinyoung, adikku,” jelas Haneul pada Minhee.

“Seseorang? Siapa itu?” tanya Minhee ingin tahu.

“Euung~ Seseorang yang melamarku,” wajah Haneul mulai berubah warna menjadi kemerahan.

“Aaaa… Si Pangeran Ganteng itu toooh… Sudah ku duga dia pasti pria yang baik,” goda Minhee.

“Ehm… Ini makanan hamsternya,” Jongwoon kembali dengan dua kantong berisi makanan-makanan binatang.

“Ahh, ne.” Haneul menerima makanan hamster yang diberikan Jongwoon.

“Oh ya, jika kalian sedang ada waktu luang, maukah kalian datang ke kafe ku?” Jongwoon menawarkan.

“Minhee-ya, pembicaraan tentang orang itu kita lanjutkan nanti saja, aku tidak enak, ada orang lain disini,” bisik Haneul pada Minhee. “Kafe? Kau punya kafe? Apa namanya? Di daerah mana?” Haneul bertanya dengan antusias.

“Dekat kok dari sini. Kaja…,” ajak Jongwoon. Ketiganya pun berjalan bersama menuju kafe Jongwoon.

***

          Akhirnya sampai juga mereka di kafe itu. Handel & Gretel. Sebuah coffeeshop franchise yang nyaman beraksen cokelat yang cukup terkenal di Seoul itu milik keluarga Jongwoon. Disana sudah ada barista Jongjin yang sedang sibuk meracik kopinya, serta ibunda Jongwoon di kasir. Jongwoon mempersilakan Haneul dan Minhee untuk duduk, lalu ia pergi ke dapur.

“Wow… Tempatnya asyik juga buat hangout ya Eon… Nyaman sekali.” ujar Minhee yang asyik memperhatikan sekeliling dan mengagumi kesempurnaan desain coffeeshop seorang Kim Jongwoon itu.

Ne, aku setuju denganmu. Sepertinya coffeeshop ini akan masuk ke dalam list tempat hangout favoritku!” seru Haneul.

Minhee mengangguk, “Oh iya eon, ada berita baru apa lagi nih tentang Pangeran Ganteng itu?” MinHee membuka pembicaraan.

Haneul menghela nafas, “Orang itu, dia melakukan banyak usaha supaya aku bisa mengatakan ‘Yes, I do’. Kau tahu, setiap hari ada saja yang dilakukannya untukku. Dan aku baru menyadari, sepertinya ia sudah memperhatikanku sejak lama. Dia tahu apa yang aku suka dan apa yang aku tak suka, agak menggelikan sebenarnya. Dia begitu tahu aku, tapi aku sendiri tidak tahu bagaimana dirinya, ini tidak adil bukan? Aku juga ingin mengenalnya sebelum… Euuum… Sebelum- mungkin – aku berkata IYA “.

Haneul mendesah frustasi, “Perasaanku kacau hanya karena memikirkan orang itu. Ia seperti bayangan, kemanapun aku pergi, aku bisa merasakan keberadaannya, menjagaku, memperhatikanku. Bahkan ia menunjukkan kecemburuannya ketika aku sedang bersepeda bersama Wookie. Aigoooo~ Aku tak tahu lagi bagaimana caranya menyingkirkan orang itu dari kehidupanku, terlebih dari pikiranku. Minhee-ya, eotokachi?”

“Wow… Dia keren!” seru Minhee. “Ini seperti permainan! Aku suka sekali… Aku harus mencari tahu siapa Lee Sungmin sebenarnya.” Minhee bersemangat.

Mianhae, telah membuat kalian berdua menunggu lama,” Jongwoon kembali dari dapur dengan tiga gelas minuman berukuran regular dan sepiring muffin. Ia meletakkan makanan dan minuman itu di meja, lalu ia duduk disebelah Minhee.

“Whoaaaa apa ini?” MinHee mengaduk-aduk minuman dihadapannya.

“Iced Blacktea Latte, semoga kalian suka ya,” kata Jongwoon. Minhee dan Haneul pun mulai meminum perlahan Iced Blacktea Latte mereka. “Oh ya, tadi aku dengar, ada yang menyebut nama Lee Sungmin,” Jongwoon membuka pembicaraan.

Eh, itu,”Minhee melirik Haneul yang juga sedang menatap ke arahnya.

“Emm, Jongwoon-ssi, apa kau mengenal Lee Sungmin?” Minhee bertanya dengan hati-hati tanpa melepaskan pandangannya dari Haneul.

Ne, aku mengenalnya.” jawab Jongwoon.

Jinjjayo?” kali ini Haneul yang berbicara, “Apa kau dekat dengannya?”

“Aku pernah beberapa kali bertemu dengannya. Dan ia juga pernah membantuku. Keundae, ada urusan apa kalian dengan Sungmin?”

“Kalau itu, biar Haneul Eonnie yang jawab,” Minhee lagi-lagi melirik ke arah Haneul.

“Aku butuh informasi tentang Lee Sungmin, bisa kau ceritakan padaku?” pinta Haneul.

“Sungmin yang aku kenal adalah orang yang tidak banyak berbicara, tapi ia ramah dan hangat. Sepengetahuanku, temannya banyak. Mungkin karena ia perhatian dan lembut, terutama pada wanita. Tidak heran jika para wanita nyaman berteman dengannya dan menjadikan ia sebagai tempat bercerita. Tapi bukan berarti ia seorang playboy, Sungminnie hanya berusaha bersikap baik pada semua orang, itu yang aku tahu tentang Sungmin, ” jelas Jongwoon pada kedua gadis dihadapannya.

“Hyung! Bisa tolong jaga kasir sebentar?” teriak Jongjin dari balik bar.

Ne!” balas Jongwoon. “Aku tinggal sebentar ya, sepertinya eomma sedang ke kamar kecil, aku harus menggantikannya berjaga di kasir. Aku tidak akan lama,” ujar Jongwoon, lalu ia beranjak menuju kasir.

“Heum… Kalau tahu begini, aku tidak perlu susah-susah cari info tentang Lee Sungmin pada Cho Kyuhyun yang menyebalkan itu.” kata MinHee sambil mengunyah muffinnya.

“Cho Kyuhyun? Sepertinya ini bukan pertama kalinya kau menyebut nama itu, dan terasa tidak asing ditelingaku,” Haneul terlihat berpikir. “Cho Kyuhyun, Cho Kyuhyun, Cho Kyuhyun,” Haneul mengulang-ngulang nama itu, “Matta! Aku ingat sekarang! Cho Kyuhyun itu..”

======================

3 responses

  1. asitawikandi

    nah loh nah loh.. yang kenal umin ternyata banyak juga..

    March 12, 2012 at 3:59 PM

  2. Pingback: The Story Of Edelweis & Sunflower (12) « Pumpkin & Orange

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s