MinNeul's Home

Another Side From Mineulicius Story


Title : Another Side From Mineulicius Story

Author : Dierenz

Length : Ficlet 

Main Cast : Lee Sungmin, Jung Haneul (OC), Lee Heera (OC)

Disclaimer : Lee Sungmin belongs to himself, SM Entertainment, his family and GOD.. But the story belonging to me. His character which I wrote is mine. Copy-Paste my story is NOT ALLOWED without my permission.


@Orange Room, Wednesday, March 14 08.00 AM KST

Sudah lebih dari satu jam Haneul hanya memandangi layar berukuran 14 inch dihadapannya tanpa melakukan apapun, berbagai ide yang menari-menari dipikirannya beberapa jam lalu, menguap dan tak tersisa sedikitpun. Ia menyandarkan bahu pada kursi yang menopang tubuhnya, memejamkan mata dan berharap ide itu datang lagi. Namun harapan hanyalah tinggal harapan, alih-alih mendapatkan ide, ia malah mengantuk dan dengan gerakan perlahan, Haneul sudah menempelkan kepalanya pada meja dihadapannya. Dalam hitungan detik, ia pun sudah tertidur.

-Haneul’s dream-

“Apa kau yakin kau adalah satu-satunya pemilik hati lelaki kesayanganmu itu?”

Haneul mendengar sebuah suara yang bergema memenuhi ruangan putih tempat dimana ia berpijak saat ini.

“Cih, Jung Haneul. Kau terlalu polos. Apa kau pikir Cinderella Story itu nyata?”

Suara itu kembali terdengar. Haneul berusaha mencari sumber suara, namun ia tak dapat menemukannya. Ruangan putih ini membuatnya silau. Ia sekan-akan tak bisa meihat apapun kecuali dirinya sendiri.

“Apa jadinya jika seorang Jung Haneul bukan lagi satu-satunya bagi Lee Sungmin?”

“Yya! Siapa kau?!!”Haneul berteriak. Ia kesal karena tak dapat menemukan si pemilik suara.

Kali ini terdengar suara tawa di ruangan itu, membuat Haneul merinding. Suara tawa itu seperti menyindirnya.

“Akulah wanita itu. Wanita yang akan menjadi satu-satunya bagi Lee Sungmin.”

Kekesalan Haneul memuncak. Ia mengepalkan kedua tangannya, “Yya! Siapapun kau, aku tidak akan pernah membiarkanmu mengusik kebahagiaanku. Carilah lelaki lain untukmu, dan jangan pernah mendekati lelaki kesayanganku!”

Haneul tak pernah semarah ini. Nafasnya memburu, dadanya naik turun. Kemarahan itu berubah menjadi kesedihan. Dari setetes hingga menjadi bertetes tetes airmata menghiasi wajahnya. Membuatnya terlihat begitu menyedihkan. Haneul menangis seperti anak kecil yang tidak rela barang miliknya diambil begitu saja.

Suara terakhir yang ia dengar sebelum iterbangun dari mimpinya, “Ahhh, membosankan sekali jika dalam sebuah cerita tidak ada orang ketiganya.”

Haneul membuka mata perlahan, ia mengerjap-ngerjap dan berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia sedang berada di ruangannya yang beraroma jeruk. Bukan di ruangan putih yang membuat indera penghilatannya mengalami kesulitan.

“Aaaaaa, jadi tadi itu mimpi. Tapi, kenapa terasa nyata?”gumam Haneul. Ditatapnya layar komputer di depannya dan kini jemarinya sudah asik mengetik kata demi kata, merangkainya menjadi kalimat .

“Selesai!” Haneul manatap dengan puas hasil karyanya. Ia membaca ulang sambil mengeditnya dibeberapa bagian.

Haneul memutar tubuhnya kearah samping, dilihatnya jam berbentuk jeruk yang terletak di meja kerjanya itu, “Omo! Selama itukah aku mengetik? Tidak terasa sama sekali. Apa ini akibat mimpi tadi?”

Suara langkah kaki terdengar semakin dekat, Haneul menoleh dan mendapati lelaki yang selalu bisa menjadi inspirasi baginya itu sedang tersenyum ke arahnya.

“Sedang apa?”tanyanya

“Membuat cerita baru, untuk kita.”

Jinja? Boleh aku lihat?”

“Tapi janji yaa, tidak boleh protes.”

Eo,”lelaki itu mengangguk.

Ditatapnya wajah lelaki favoritnya itu. Wajahnya ketika sedang serius memang sangat menggemaskan. Tak heran jika banyak orang yang ingin menjadikan lelaki ini miliknya. Berbagai ekspresi ditunjukan lelaki yang sanggup membuat suasana hati Haneul berubah-ubah secepat kilat. Lelaki itu tersenyum, lalu mengangkat alis, terlihat bingung. Tak lama berselang ia merengut, cemberut, mendengus. Lalu ekspresi murung dan sedih tergambar di wajahnya.

“Aku sudah selesai membacanya,”ucapnya lalu menatap Haneul dengan pandangan sayu.

“Bagaimana? Bagus tidak?” Haneul mencondongkan tubuhnya, lebih dekat pada lelakinya, ia ingin mendengarkan pendapat darinya dengan seksama.

“Kau ingin tahu pendapatku?”

Eo,”Haneul mengangguk dengan cepat.

Nan, anjoahe,”jawabnya singkat.

Wae?”Haneul merengutkan dahinya. “Aku sudah mengetiknya selama berjam-jam.”

“Yya, Jung Haneul. Apa-apain ini? Kau membuatku terlihat seperti orang jahat,”ucapnya seraya menunjuk hasil tulisan Haneul. “Aku berada diantara dua wanita, Jung Haneul dan Lee Heera. Ish, Lee Heera? Nuguya?”

“Lee Sungmin-ssi, kau tahu, sebuah cerita akan menjadi menarik jika ada konflik di dalamnya. Dan aku memutuskan untuk memasukan pemain baru dalam cerita kita, Lee Heera.”

“Bagaimana mungkin? Selama ini, pembaca tahunya kalau aku itu sosok yang setia. Yang tidak akan tega menyakiti seekor lalat pun.”

“Eiiy, kau terlalu berlebihan. Apa kau paham bahasa yang digunakan lalat itu, huh?”

“Aku tidak suka. Nan shiero, ubah jalan ceritanya.”

Andwaeyo, aku suka ini,”Haneul tetap pada pendiriannya.

“Belum juga ceritanya dimulai, kita sudah berbeda pendapat seperti ini. Bagaimana jika cerita ini benar-benar terealisasi?”keluh Sungmin.

“Sepertinya perbedaan pendapat diantara kita akan semakin seru. Jarang-jarang bukan, Jung Haneul bertengkar hebat dengan Lee Sungmin?”Haneul memandangi hasil karyanya lagi. “Panda, coba panda baca dengan seksama bagian ini,” Haneul menunjuk part dimana Lee Heera mendeskripsikan dirinya. “Lee Heera ini, perempuan yang hebat bukan? pembaca pasti akan suka. Ada hal-hal yang tak bisa dilakukan Haneul, tapi bisa dilakukan dengan baik oleh Heera, bukankah itu menarik, eo?”

Sungmin menyerah. Ia tahu dengan pasti sifat teguh pendirian Haneul yang satu ini. Tidak ada yang bisa menghalangi ataupun merubah keinginan yang sudah diyakininya itu. Dan Sungmin pun menurutinya.

Keurae, aku setuju. Bukankah aku pernah berjanji akan selalu mendukung apapun bentuk tulisanmu. Seorang penulis bebas menulis apapun yang ia mau bukan?”

“Tidak juga. Penulis tetap harus memikirkan efek seperti apa yang ditimbulkan dari tulisannya,” jelas Haneul.  “Jja~untuk langkah awal, Lee Sungmin harus mengucapkan ‘Saengil Chukhahamnida’ karena hari ini Lee Heera berulang tahun.” Haneul membuka laci meja kerjanya dan mengambil sebuah handycam. “Aku akan merekamnya, siap?” tanya Haneul memastikan.

“Aku harus bilang apa?”Sungmin terlihat bingung.

“Ucapan selamat ulang tahun, disertai dengan doa dan harapan-harapan. Chakaman,” Haneul menata rambut Sungmin, “Aaaaa, sepertinya aku harus memberikan sedikit polesan di wajahmu.” Haneul berlari kecil menuju meja riasnya dan tak lama kemudian ia sudah kembali dengan kotak make up miliknya. Dengan terampil, Haneul memoles wajah Sungmin, menata rambutnya dan memakaikan setelan jas di tubuh Sungmin.”

“Apakah harus serapi ini?”tanya Sungmin yang kembali dibuat bingung dengan tingkah Haneul.

Eo, tentu saja. Lee Sungmin harus terlihat sangat amat tampan.”

“Tanpa make up pun, aku sudah terlihat tampan,”ucap Sungmin sambil merapikan tatanan rambutnya.

“Hahahaha, araso. Hajiman, aku ingin Lee Sungmin terlihat berkali-kali lipat lebih tampan dan memukau.”

Sungmin terbatuk, “Terimakasih untuk pujiannya.”

“Jja~kita mulai yaa, Hana deul set, ACTION!” Haneul memberi aba-aba dan Sungmin pun mulai mengucapkan kata-kata seperti yang dicontohkan Haneul.

Annyeong Haseyo, Lee Heera-ssi.”

“CUT!” potong Haneul. “Panda, gunakanlah bahasa informal. ‘Heera-ya, annyeong’ seperti itu,”Haneul memberi contoh pada Sungmin.

Ne, araso ibu sutradara,”Sungmin hanya bisa mengangguk pasrah.

“Kita mulai lagi yaa, Hana deul set, ACTION!”

“Heera-ya, annyeong *Sungmin tersenyum*

 Eotakhae? Aku sebenarnya tidak tahu harus berkata apa?”

“CUT! Panda, jangan seperti itu,”Haneul merengut. “Panda harus terlihat meyakinkan.”

Sungmin mengacak rambutnya, “Keurae, keurae, ayo kita coba lagi.”

Setelah melewati berpuluh puluh  menit, rekaman itu pun selesai. Haneul menatap hasil video recording-nya dengan senyum puas.

“Panda, ayo kita liat sama-sama,”ucap Haneul sambil meraih tangan Sungmin dan meminta lelaki itu duduk di sebelahnya.

Haneul dan Sungmin melihat tanyangan  video yang baru saja mereka buat.

“Heera-ya, annyeong ^-^”

14 Maret, dua puluh empat tahun yang lalu, bumi ini tersenyum karena seorang gadis cantik terlahir dari rahim ibunya. Gadis itu diberi nama Lee Heera. Nama yang cantik, seperti parasmu yang juga cantik.

Haneul terkekeh.

“Yya! Kau menertawaiku?”

Ani,”Haneul menggeleng dengan cepat.

“Selamat atas kelahiranmu ke dunia ini dan terimakasih sudah menjalani kehidupanmu selama 24 tahun ini dengan baik. Sehingga aku kini bisa mengenalmu. Lee Heera, Saengil Chukahamnida. Aku tidak bisa memberikan apapun untukmu, tapi semoga sebuah lagu ini bisa membuat harimu menjadi lebih ceria.

I remember the image of you who waited for me again today
From time to time, when things get though, I always think of you
Thank you… when I’m happy we all laugh together… and loving hearts are always abounding
Now, having just received your heart, I’ll give everything back to you

A little bit closer, love… I’ll always protect you so we’re like how we are now
When you’re feeling exhausted and hurt and pained… all you have to do is lean on me
Always, HAPPY TOGETHER

It’s just a little bit different… even if those there are cold glares or someone says something, I just hope that you wont change
Thank you… for crying all together when I’m feeling down… for always staying together and protecting each other
Now, having just receieved your heart, I’ll give everything back to you

A little bit closer, love… I’ll always protect you so we’re like how we are now
When you’re feeling exhausted and hurt and pained… all you have to do is lean on me
Always, HAPPY TOGETHER

Even when the tears that are hidden from the world flow
Because the dazzling you is with me, I can gain strength and laugh again…
Always, HAPPY TOGETHER

You’re my everything… you’re my best… my person… no matter what anyone says, you’re my love~

A little bit closer, love… I’ll always be by your side so we’re like how we are now
When you’re feeling exhausted and hurt and pained… all you have to do is lean on me

Don’t say that you can’t. don’t say that you’ll fail
Even if noone acknowledges you, you can do it
Now don’t change and smile all together… everyone here will now always be happy
Love, happiness… from now on
Love, happiness… forever and ever
Love, happiness… you and me
Love, happiness… doing it together
Forever, HAPPY TOGETHER

-Happy Together English Version-

 

“Heera-ya, I just wanna say, you and me, yeongwonhi happy together, Saranghanda.”

Haneul menunduk , mencoba mengatur perasannya sendiri, dan sedetik kemudian ia tersenyum, “Gamsahaeyo Lee Sungmin-ssi,”

“Terimakasih untuk apa?”

“Untuk video ini.”

“Kau,”Sungmin memperhatikan wajah Haneul dengan seksama, “Cemburu?” tepat sasaran. Ekspresi wajah Haneul berubah, “Ani, ani,”sangkal Haneul.

“Eeiiy, kau tidak akan pernah bisa berakting dihadapanku.”

Haneul berusaha mengalihkan topik pembicaraan, “Jja~aku akan menunjukan rekaman video ini pada Heera Eonnie,”ucap Haneul dan ia pun melangkahkan kakinya meninggalkan Sungmin.

Chakamannyo, Heera Eonnie?”Sungmin mengangkit alis. “Jadi, Lee Heera itu ada? Bukan tokoh fiksi atau sosok imaginatif yang kau ciptakan sendiri?”

Eo,”Haneul mengangguk.

“Yya! Jung Haneul, cepat hapus video itu!”

Andwae! Aku harus memberikannya pada Heera Eonnie,”Haneul berlari secepat yang ia bisa dan Sungmin pun mengejarnya.

=======================

Jja~ Jjang, This is it, special for Lee Heera Eonnie or Eka Purnama Sari Eonnie ^-^

Saengil Chukhahamnida Eonnie.. *huuuuugsss* /kecups

Ini yang bisa aku kasih buat Eonnie, semoga suka.. aku buatnya ngebut, jadi maaf yaa kalo rada-rada gaje, kkkk xD

Last but not least, aku sayang Eonnie.. saranghae.. ( ˘з(◦˘⌣˘◦) ♥

 

 

Heera Eonnie & Haneul

 *pinjem fotonya Ulzzang* xD 

12 responses

  1. mybabyLiOnew

    1st ya?? *celingak celinguk*

    aq gak ngerti T.T
    mianhaeyo~~~~

    mineulicius lainnya dtggu.. dgn khdrn belasan ank haneul n uminnya …. hahaha yg jrg nongol tpinya

    March 15, 2012 at 12:00 PM

    • Yuph, you’re the first!!😀
      hehe, gwaenchanayo…

      kkkk, anak2nya Haneul sibuk sekolah sama kuliah, jadi jarang nongol.. :p
      Terimakasih sudah baca Mimi-ya.. ^-^

      March 16, 2012 at 3:55 PM

  2. Huaaaaaaaaaa.. kasian deh umin dipasang-pasangi.. JJang!! *Komen apa ini**

    March 15, 2012 at 2:36 PM

    • kkkk, Haneulnya lagi pengen buat cerita baru, makanya Sungmin yang jadi korban (?)
      terimakasih sudah baca.. ^-^

      March 16, 2012 at 3:56 PM

  3. minfemme

    kerennnn!!!!! suka banget saenggg >//< #hug~ gomawoooo….. :*

    March 15, 2012 at 5:06 PM

    • berhasil juga akhirnya eonnie komen disini.. chukhaeyo!!😀 kkkkk, cheonmaneyo Eonnie.. ^-^ terimakasih juga sudah baca & komen..🙂

      March 16, 2012 at 3:57 PM

  4. bagus ceritanya. simpel tapi menarik🙂
    keep writing ya eon~

    March 20, 2012 at 8:30 PM

  5. Carol

    Ish haneul onnie sukanya menggali kubur sendiri ya. Udh tau bakal sakit hati masih aja nyuruh si om imut buat video. Ah onnie udah mengacak-acak hatiku. Cih bahasaku apa bgt

    March 21, 2012 at 9:04 PM

    • om imut??!!!! AAAAAAAAAA~~ brb ngakak… xDD
      bahasamu itu lohhhh… hahahahaha…
      mengacak-ngacak hatimu? Omoooo… gimana cara ngerapihinnya lagi?? Eotokhae?

      March 31, 2012 at 10:37 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s