MinNeul's Home

The Story Of Edelweis & Sunflower (11)


Author: @ittibanwife & @andray1009

(Project Duet Fashion Terorist’s Wife with Handel & Gretel Owner’s Wife)

Disclaimer : This is just FanFiction. The Casts belongs to their self, , their family and GOD. But the story belonging to us. Copy-Paste our story is NOT ALLOWED without our permission.

Happy Reading ^-^

Don’t forget to leave your comment, gamsahamnida my beloved reader :3

Namja itu menoleh kearah Minhee yang sedang berlari mendekat. Namja berinisial DH berambut keemasan itu tersenyum.

Annyeong,” Sapanya riang.

“Eh, annyeoooong,” Balas Minhee sambil mengatur nafasnya. “Aku ingin mengembalikan ini, sebentar ya…,” Minhee membuka salah satu resleting tas talinya. Ah, sial. Dimana sih gantungan kunci clownfish itu… Aduuuuh…. Minhee merutuk dalam hati.

Namja berambut keemasan itu terlihat bingung melihat apa yang dilakukan yeoja dihadapannya, “Ada apa sih?” tanyanya kemudian.

“Hehehe…,” Minhee cengengesan, “Eeuuu… aku menemukan gantungan kuncimu yang terjatuh di perpustakaan, tapi aku lupa membawanya hari ini.”

“Benarkah? Tolong kembalikan padaku ya! Jebal, jebal, jebal…,” kata namja itu sambil mengguncang-guncang tubuh Minhee.

“I-iya iya… Tapi aku lupa membawanya nih…,”

“Hm, kalau begitu besok temui aku di ruang musik pukul empat sore. Bagaimana?”

Minhee mengangguk.

Namja itu pun tersenyum (lagi) yang membuat ia terlihat imut seperti malaikat dan tetap tampan seperti dewa. Lalu ia pergi.

Di sisi lain, Haneul sudah ingin pergi dari suasana yang membuatnya tak nyaman. Bertemu dengan seseorang yang sudah ia tetapkan sebagai ‘musuh abadi’ cukup membuat nafasnya sesak. Hingga sebuah tangan itu menyentuh lengan Haneul, atau lebih tepatnya ia berusaha menahan perempuan yang ada dihadapannya itu agar tidak pergi.

“Lepaskan tanganmu itu dariku!”

Kyuhyun tak bergeming, ia tetap pada posisinya, bahkan kini tangan milik Kyuhyun mencengkeram lengan Haneul dengan lebih kuat membuat Haneul kesakitan.

“Sebenarnya maumu itu apa? Kau sangat menyebalkan!” Nafas Haneul menderu menahan amarah yang sudah ingin ia luapkan.

“Haneul-yang, mianhae,” lirih Kyuhyun.

Untuk pertama kalinya dalam hidup Haneul, ia mendengar Cho Kyuhyun meminta maaf. Haneul terdiam, masih tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Ketika ia mencoba untuk mengembalikan pikirannya pada kondisi semula, Kyuhyun menatapnya intens membuatnya tenggelam dalam sorot matanya itu.

“Haneul-yang, kau mau kan memaafkanku.” Kata Kyuhyun tulus.

Hati Haneul sedikit goyah, ia tak bisa mengabaikan tatapan penuh harap dari Kyuhyun.

Haneul menunduk, tak ingin lagi melihat sorot mata itu. “Lepaskan aku, Kyuhyun-ssi!”

Andwae, aku tidak akan melepaskanmu, aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi.”

“Aku bilang, lepaskan aku!” nada suara Haneul mulai meninggi, membuat beberapa orang yang berada didekat taman itu menoleh pada mereka berdua. “Lepaskan aku atau aku akan teriak bahwa ada orang gila yang menyakitiku!” ancam Haneul.

Kyuhyun menyerah. Ia tak ingin membuat Haneul sakit lagi. Dilepaskannya tangan mungil milik Haneul, dan dengan gerakan cepat Haneul sudah menghilang dari pandangan Kyuhyun tanpa sepatahkata pun.

Haneul berlari sekencang yang ia bisa. Dengan airmata berurai dan lengan berdenyut, Haneul menahan rasa sakit akibat cengkeraman erat Kyuhyun.

***

Sebenarnya Haneul tidak ingin menangis, terlebih menangisi seseorang yang sudah tidak ia anggap keberadaannya. Namun rupanya, bulir-bulir bening itu sulit diajak kompromi. Ia mengalir semakin deras membasahi kedua pipi Haneul, membuat penampilannya terlihat berantakan. Ia tak mungkin pulang ke rumah dalam kondisi seperti ini, tapi ia juga tak tahu harus melangkahkan kakinya kemana. Haneul juga tak berharap ada orang baik hati yang akan menghiburnya, menyodorkan sapu tangan untuknya atau meminjamkan bahunya, itu hanya terjadi dalam drama, pikir Haneul.

Setelah cukup lama berjalan tak tentu arah, rasa pegal mulai ia rasakan. Ia memutuskan untuk duduk di trotoar pinggir jalan sambil merutukki diri, “Issshhh… Semua ini gara-gara lelaki menyebalkan itu.”

Entah darimana asalnya, kini dihadapan Haneul sudah ada sebuah es krim rasa cokelat yang menggoda selera. “Mau es krim?” Suara itu membuat Haneul menoleh, mencari sumbernya.

Dilihatnya seorang lelaki berkacamata hitam dengan setelan kemeja merah muda yang dibalut dengan cardigan putih tersenyum manis kearahnya, “Su-Sungmin-ssi…,” Haneul tak bisa menyembunyikan wajah kagetnya. Entah seperti apa penampilannya saat ini, yang pasti ia malu berhadapan dengan Sungmin.

Tunggu! Kenapa ia harus malu? Bukankah Sungmin bukan siapa-siapa baginya? Tapi, sebagai seorang perempuan, ia ingin selalu terlihat cantik dihadapan lelaki manapun.

Sungmin kembali menyodorkan es krim cokelat itu, “Kau tahu, dengan mengkonsumsi es krim, itu bisa membuat suasana hati menjadi lebih baik,” ungkap Sungmin. “Jangan khawatir, aku tidak menaruh racun ataupun sesuatu yang berbahaya di es krim ini. Mana mungkin aku melakukan hal itu pada seorang perempuan yang kelak akan menjadi istriku,” Sungmin tersenyum geli mendengar perkataannya sendiri.

“Cih… Kau terlalu percaya diri, Sungmin-ssi,” ketus Haneul. Ia meraih es krim cokelat dari genggaman Sungmin dan mulai melahapnya. Tak perlu waktu lama bagi Haneul menghabiskan es krim itu. Segaris senyum terlukis diwajahnya.

“Apa kau merasa lebih baik?” Tanya Sungmin.

Haneul buru-buru mengembalikan ekspresi wajahnya yang datar tanpa senyum, “Eo, gomapseumnida, Sungmin-ssi.” Ujarnya. Sungmin mengangguk.

“Syukurlah. Eung~ mau kuantar pulang? Atau kau ingin aku mengajakmu jalan-jalan? Kita belum pernah berkencan, bukan?” Haneul hanya bisa melongo mendengar kata-kata yang muncul dari mulut Sungmin.

Demi Tuhan, darimana asalnya lelaki yang sangat percaya diri ini? Dia pikir aku ini kekasihnya?

“Sungmin-ssi, sepertinya ada suatu hal yang perlu aku tegaskan. Aku, Jung Haneul, belum memutuskan apakah aku akan menerima lamaranmu atau tidak, jadi tolong jangan perlakukan aku seolah-olah aku adalah calon istrimu.” Haneul menegaskan.

Sungmin terkekeh, “Apakah aku merasa seperti itu?Padahal aku hanya melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan seorang teman baik pada temannya yang sedang membutuhkan pertolongan.”

Haneul tercekat, ia tak tahu lagi harus bagaimana menghadapai lelaki dihadapannya ini. “Ya sudah, terserah kau saja.” Haneul melangkahkan kakinya, menjauh dari Sungmin yang sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Rupanya tidak mudah menaklukkan perempuan yang satu ini,” gumam Sungmin sambil mengekuarkan Samsung galaxy note miliknya. Disentuhnya touchscreen note nya itu dan ia pun mulai menulis beberapa kalimat.

***

          “Kyaaaaa telat telat telaaaaaat! Aduuuuh bisa-bisa dia marah!” Minhee terus berlari sepanjang koridor fakultas seni sambil memegang erat sebuah gantungan kunci ikan badut berinisial DH.

Sampai akhirnya ia berada di depan ruang musik, MinHee mengatur nafasnya, dan membuka pintu ruang musik perlahan. Ruang musik universitas itu memang tidak begitu besar, namun tertata rapi. Didalamnya terdapat beberapa buah gitar klasik, gitar elektrik, dan juga sebuah bass yang tergantung di dinding. Lalu ada dua buah drumset lengkap, dan disebelah setiap drum terdapat sebuah tas hitam besar berisi stik-stik drum baru. Lalu disana juga terdapat sebuah keyboard. Diujung ruang musik itu, terdapat sebuah piano putih yang terkesan elegan dan mahal, hanya mahasiswa-mahasiswa yang punya surat izin saja yang boleh memainkan piano itu.

Minhee tercengang melihat sesosok pria berambut keemasan yang dikuncir kebelakang, sedang duduk dibalik piano mewah itu. Lagu yang dinyanyikannya  sembari bermain piano itu merasuki emosinya. Ia benar-benar menjiwai lagu itu.

“Nan geudaemanui oppa, geudaen namanui yeoja, hangsang nae gyeote isseo julge… Nan geudaemanui oppa, dalkomhan uri sarang oppan neoman saranghallae…,”

I am your only oppa, you are my only girl, always be by your side…

I am your only oppa, how sweet our love, oppa will always love you…

Namja berambut keemasan itu menundukkan kepalanya diakhir lagu yang barusan dinyanyikannya. Lalu Minhee bertepuk tangan pelan, “Daebak! Daebak!!!” serunya.

Namja itu pun terkejut, lalu ia berdiri dari kursi piano, “Eh, MinheessiAnnyeonghaseyo,” sapanya sambil membungkuk.

Annyeooooong!!!” balas Minhee sambil berjalan mendekat. “Aku suka sekali lagu yang barusan kau nyanyikan. Kau yang membuatnya?” Tanya Minhee iseng.

Namja keren yang sore itu berbalut kaos hitam lengan pendek bergambar sebuah tokoh animasi dari film Nightmare Before Christmas itu mengangguk malu.

“Bagus sekali,” kata Minhee. “Ah iya, ini. Aku bawa gantungan kuncimu.” Minhee memberikan gantungan kunci ikan badut itu pada namja dihadapannya.

Mata namja itu terlihat berbinar, “Kamsahamnida, kamsahamnida!!!” dengan sigap ia mengambil gantungan kunci miliknya, lalu ia bergegas mengambil tas ranselnya diatas piano.

“Kalau kau menyayangi benda itu, lain kali jangan ceroboh meninggalkannya di sembarang tempat,” kata Minhee.

Ne, benda ini memang sangat berharga. Oh iya, aku Lee Donghae. Dan kau pasti Minhee.” Kata namja berambut keemasan itu yang ternyata bernama Donghae sambil membungkuk.

“Ah, iya. Aku Minhee. Bangapseumnida, Donghae-ssi.” Kata Minhee balas membungkuk. “Oh iya, bagaimana kau bisa tahu namaku?” Tanya Minhee.

Donghae tersenyum, “Kau kan aktif di organisasi kampus, mana mungkin aku tidak mengenalmu,” jawabnya sambil mengeluarkan sebuah gantungan kunci ikan badut lagi dari dalam tasnya.

“Wah… Kau punya satu gantungan kunci clownfish lagi? Eh? SA? Inisial juga? Siapa itu?” Minhee memulai celotehnya.

Tapi namja dihadapannya tiba-tiba terdiam, membeku.

[tbc]

10 responses

  1. SA????
    *lihat kamus*

    YA! Ikan amis jelekkkkk….
    *pout*
    *lari ke pelukan Sungjin Seobang*

    Eonni hwaiting nulisnya…😉
    *kecup Sungmin oppa dari jauh* :*
    #eh

    May 18, 2012 at 1:36 AM

    • ikan amis jelek?! *brb ngakak* xDD
      yausudah kamu sama Sungjin saja sana.. *pukpuk*

      eiiiiyyy… Sungmin sudah dikasih cap “Milik Haneul saja* hahahahaha…
      terima kasyiiih sudah baca :3

      May 20, 2012 at 9:03 AM

  2. gallagher girl

    kok rasa-rasanya tiap episode pasti da inisial…
    dan kali ini : SA
    dan kali ini saya bener2 kagak tau SA tuh siapa
    hah~ kak dina suka bikin orang penasaran ya
    ouch… sakit kagak dicengkram setan neraka? hahaha xD *plak*
    tapi… kan dah dikasih ice cream ma min oppa ^-^
    aku juga mau… ice creamnya >o<

    May 21, 2012 at 6:18 AM

    • hihiw, soalnya ini masih part2 awal, jadi tokoh2nya dimunculin dulu..😉
      sengaja buat penasaran, biar baca terus kelanjutannya, ahahahahaha..😀
      setan neraka? *antara pgn ketawa sama kasian* kkkk xD
      iyaaaaaah, Sungmin datang disaat yang tepat.. ^o^
      ice creamnya cuma ada dua, buat Haneul & Sungmin. Kamu minta beliin yang lain saja sana :p
      terima kasih sudah baca ^-^

      May 22, 2012 at 7:50 AM

  3. blackthrone

    Kyaa……
    SA? Itu kan nama manga, Special Academy
    wkwkwk….
    Sungmin di sini agak agak gimana gitu
    wah, aku kaya apa, langsung komen di part 11
    Hahaha….
    Aku pengin ngenalin diri lagi ah
    kan dulu pernah maen ke sini, tapi dah dulu banget
    wkwkwk
    Halo kak dina, namaku dina
    salam kenal…….
    Banzai!!! *brasa mau perang*

    May 21, 2012 at 11:05 PM

    • kemana aja koq baru nongol din? *berasa manggil diri sendiri* kkkk xD
      agak gimana gitu? maksudnya? :p
      Tapi udah baca dari part 1? soalnya kalo baca langsung ke part 11 malah jadi ga nyambung nanti, hwhwhwhwhw
      okeee ^-^ thengkyuuu for reading ^o^ sering-sering main kesini yaaah…😀

      May 22, 2012 at 7:53 AM

      • blacktrone

        dina ga kemana- mana kok kak dina *iya, kaya manggil diri sendiri*
        kan aku selalu stay di dormnya suju
        kekeke…
        aku uda baca part 1 nya tapi part yg tengah belum *lho?*
        ga bingung soalnya udah ada yg mau nyeritain

        June 11, 2012 at 8:54 PM

      • hahahaha… xD

        ne? siapa yang nyeritain? baiiiks sekaliii..😀

        June 25, 2012 at 3:09 PM

  4. blackthrone

    yang nyeritain? cuma relawan kok
    kkkkkk…..

    June 30, 2012 at 1:22 AM

  5. Pingback: The Story Of Edelweis & Sunflower (12) « Pumpkin & Orange

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s