MinNeul's Home

{Jung Family Story} Happy Birthday Jung Jinyoung ^^


Title : {Jung Family Story} Happy Birthday Jung Jinyoung ^^

Author : Dierenz

Length : 1.747 words

Main Cast :

Jung Jinyoung (B1A4)

Jung Family :

1. Jung Hajin (Ayah)

2. Jung Hyera (Ibu)

3. Jung Haneul

4. Jung Hyekung

Disclaimer : The casts belong to theirself, But the story belonging to me.The character which I wrote is mine. Copy-Paste my story is NOT ALLOWED without my permission.

Happy Reading^^

Aegi-ya.”

Ne, Eomma.”Haneul kecil membaringkan kepalanya diatas pangkuan seorang wanita yang sering ia panggil malaikat tak bersayap, bidadari bumi. Jung Hyera, wanita itu mengelus rambut Haneul dengan lembut.

“Haneul tahu, sebentar lagi Haneul akan punya adik.”

Dongsaeng? Jinja?”

“Iya, namdongsaeng. Apa Haneul senang?”

“Apa nanti aku bisa mengajaknya bermain?” Haneul balik bertanya.

“Tentu saja. Haneul tidak akan sendiri lagi, adik akan menemani Haneul bermain. Dan, Haneul juga harus menjaga adik dengan baik, aratchi?”

Arasoyo Eomma. Keundae, adik datang darimana?” wajah polos Haneul membuat Hyera tersenyum simpul.

“Adik diberikan Tuhan pada kita, untuk kita jaga, kita sayangi. Adik juga akan memberikan kebahagiaan bagi keluarga kita.”

“Bagaimana jika adik nakal? Bagaimana jika adik tidak mau menurut padaku, tidak mau bermain denganku. Aku sering melihat adik dari teman-temanku, mereka sangat menyebalkan!” keluh Haneul.

“Mungkin ada saatnya nanti adik menjadi sedikit nakal atau menyebalkan, tapi Haneul tetap harus mengajari adik hal-hal yang baik. Tidak dengan cara yang kasar. Dengan kelembutan. Lembut bukan berarti lemah. Karena lembut adalah sifat dasar seorang wanita. Wanita dan kelembutan adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan.”

“Aku tidak mengerti dengan apa yang sedang Eomma bicarakan,” Haneul kecil menatap sang ibu dengan pandangan seakan-akan meminta penjelasan yang lebih.  Nyonya Jung terkekeh dan mencubit gemas pipi Haneul. Ia membetulkan posisi duduknya, lalu mulai menjelaskan secara perlahan tentang hal yang tidak dimengerti oleh putrinya itu.

*****

“Namanya Jinyoung, Jung Jinyoung,” jelas Jung Hajin, ayah Haneul. Ia menatap haru seorang bayi mungil dengan kulit kemerah-merahan yang sedang tertidur lelap dalam dekapan ibunya.

“Haneul sayang, kemari nak, lihat adikmu,” ibu Haneul meminta putrinya untuk mendekat. Haneul masih terdiam ditempatnya, tidak bergerak sedikitpun. “Haneul-ah, waeyo? Ayo kesini,” lagi lagi Hyera memanggil putrinya.

Perlahan Haneul menggerakkan kaki, dilihatnya Jinyoung kecil yang masih tertidur lelap. Ia berusaha untuk tidak menimbulkan suara, tak ingin membangunkan adiknya itu. Haneul sedikit ragu untuk melihatnya, namun rasa bahagia mulai menyelesup masuk, menghangatkan hatinya ketika untuk pertama kalinya Haneul melihat adik laki-lakinya tersenyum dalam tidur lelapnya. Haneul ikut tersenyum. Ada bahagia yang tak bisa terkatakan. Haneul ingin segera melihat adiknya tumbuh besar, mengajaknya bermain, mengajarinya banyak hal, mengenalkannya pada teman-temannya. ‘Kini aku sudah punya adik!” luapan hati Haneul membuat wajahnya melukiskan senyuman cerah.

“Jinyoungie tampan bukan?” Hyera memandangi Jinyoung dan Haneul bergantian.

Haneul mengangguk. “Jinyoung-ah, naneun neo Nuna-ieyo. Panggil aku Nuna, aratchi?”

“Jung Jinyoung kelak akan tumbuh menjadi anak yang sehat. Dia akan jadi lelaki tampan yang hebat. Menjadi seorang pemimpin yang dihormati. Kami menyayangimu Jinyoungie,” Jung Hajin mengecup kening putranya itu.

*******

Isak tangis itu masih belum reda, Haneul dihadapkan pada situasi yang membuatnya bingung. Dilihatnya luka dilutut Jinyoung, Haneul sudah mengobati dan menutupnya dengan perban namun Jinyoung masih tetap menangis.

“Jinyoung-ah, uljima. Lihat, lukamu sudah Nuna obati. Laki-laki harus kuat, tidak boleh mudah menangis.”

Dengan sesegukan Jinyoung bertanya, “Aaa apa lu lukanya aa kan me meningalkan be bekas?”

Aigo,” Haneul menghela nafas. “Kau tau Jinyoungie, laki-laki tanpa bekas luka itu tidak keren!”

“Be be gi tu tu kah?”

Eo, jinja! Jja~ayo bangun. Nuna akan membelikanmu layang-layang kalau kau berhenti menangis.”

Jinyoung menyeka air matanya lalu berdiri, “Nuna, gendong aku.”

“Apa kau tidak bisa berjalan?”

Jinyoung menggeleng, “Kalau nanti kaki milikku ini infeksi bagaimana?”

Arasso, kajja,” Haneul pun menggendong Jinyoung dipunggungnya. “Kelak ketika nanti kita sudah dewasa, gantian kau yang harus menggendong Nuna, aratchi?”

Jinyoung menggangguk, “Aku akan menggendong Nuna sampai ke Namsam Tower, ke Jejudo, kemana lagi? Pokoknya aku akan menggendong Nuna ke semua tempat yang Nuna sukai.

Haneul terkekeh, “Bisa-bisa nanti kau membuat kekasihku cemburu.”

Andwae! Haneul Nuna tidak boleh punya namja chingu.”

Mwo? Maksudmu?”

“Aku akan mencarikan pangeran tampan dan baik hati yang akan melamar Nuna untuk menjadi istrinya.”

Haneul tertawa. “Itu hanya terjadi didunia dongeng saja.”

Nuna tidak percaya dengan adanya pangeran tampan dan baik hati?”

“Sayangnya tidak.”

“Aku ini contohnya,” Jinyoung tidak bisa lagi menahan tawanya. Ia tampak begitu senang setiap kali berhasil menjaili kakak perempuannya itu. Sementara Haneul sangat ingin bisa menjitak Jinyoung saat itu juga.

*****

Nunaaaaaaaaaa! Apa yang kau lakukan pada kamarku?!” Jinyoung baru saja pulang saat mendapati kamarnya sudah berubah bentuk.

Haneul menghentikan kegiatan membacanya lalu menoleh ke arah Jinyoung yang sudah berdiri dihadapannya dengan tatapan kesal.

“Kau sudah pulang Youngie-ya?”

Nuna, kembalikan kamarku seperti semula!”

Haneul menaruh buku yang tadi dibacanya,  “Aku hanya ingin membuatnya terlihat lebih rapi, apa salah?”

Nan, shireo!” teriak Jinyoung.

Suara teriakan Jinyoung membuat Jung Hyera, ibu dari kakak beradik Jung ini melepas celemeknya, kemudian menghampiri Haneul dan Jinyoung, “Ada apa ini?”

Eomma, Haneul Nuna membuat kamarku jadi terlihat aneh. Aku tidak suka!”

“Betul seperti itu, Haneul-ah?”

Aniyo, Eomma. Aku hanya membereskannya saja.”

“Tapi aku tidak suka!” protes Jinyoung “Kamarku jadi wangi jeruk dan seperti kamar perempuan. Nuna, aku ini namja, bukan yeoja!”

“Apa kau meyemprotkan aroma jeruk dikamarnya Jinyoung?” Nyonya Jung menatap putri kecilnya.

Haneul nyengir dan memperlihatkan deretan gigi putihnya, “Hanya sedikit,” tangan Haneul membentuk sebuah lingkaran kecil. “Itu supaya kamarnya tidak bau.”

Aigo Haneul-ah,” Jung Hyera menepuk dahinya.

Mianhaeyo Youngie-ya,” Haneul menunjukkan rasa bersalahnya. “Tadi Nuna sedang membereskan kamar Hyekung, kau tau kan Nuna dan adik kita, Hyekung sama-sama menyukai aroma jeruk, jadi ketika Nuna membereskan kamarmu, tanpa sengaja Nuna menyemprotkan aroma itu juga.”

Jinyoung menghela nafas berat, “Dwaeseo,” lalu melengos, meninggalkan ibu dan kakak perempuannya.

“Oiya, Nuna lihat ada foto seorang perempuan berseragam yang sama dengan seragammu, siapa dia? Kekasihmu ya?”

“Nunaaaaaaaaaaaaaaaaaa!” teriakan Jinyoung kembali terdengar menyapu ruang keluarga Jung.

Haneul tertawa kecil diikuti oleh gelengan kepala Nyonya Jung, “ Ckckckck, kalian ini.”

******

November 2009

“Aku pulang,” suara Jinyoung membuat Tuan dan Nyonya Jung beserta kedua putrinya menoleh secara bersamaan.

“Jinyoung Oppa!” Hyekung berlari menghampiri kakak laki-lakinya itu.

Annyeong Kungie-ya,” Jinyoung tersenyum melihat adik perempuannya yang lucu dan menggemaskan. Namun senyuman itu tak bisa menutupi rasa lelah diwajahnya.

Uri Adeul sudah pulang,” Hyera menyambut kedatangan putranya dengan pelukan.

Jja~ karena semuanya sudah berkumpul, kita mulai saja makan malamnya,” Jung Hajin, sang kepala keluarga memberi intruksi pada anggota keluarganya.

Jal mokkosemnida,” kelimanya menyantap makan malam hari itu dengan lahap. Tidak ada yang paling membahagiakan di dunia ini selain bisa berkumpul bersama dengan orang-orang yang kita sayangi, merasakan kehangatan keluarga, saling berbagi cerita, canda juga tawa. Jinyoung tahu betul, baginya harta yang paling berharga itu, keluarga. Disaat ia merasakan lelah yang bertumpuk, pulang ke rumah adalah pilihan yang tepat. Disaat ia butuh penyemangat, mendengar suara Ayah, ibu, kakak dan adiknya merupakan sebuah vitamin yang tidak ada tandingannya.

Jinyoung kini sedang menjalani training untuk menjadi seorang idola. Ini adalah mimpinya sejak dulu dan ia akan berusaha untuk mewujudkannya. Walaupun tidak mudah, walau ia harus kehilangan banyak waktu bersama dengan keluarganya, juga kehilangan waktu bermain bersama teman-teman sekolahnya, namun Jinyoung meyakini ini semua ia lakukan demi kesuksesannya kelak.

*****

18 November 2012

At MBC Music Core

Na honje iroke nol dugu onun gil

Ijulge jiulge kkamahge taborin nae sarang

Jinyoung, CNU, Sandeul, Baro, Gongchan, Daebak, Biwan e po

Teriakan BANA memenuhi seisi studio dimana B1A4 sedang menampilkan comeback stage mereka. Puluhan BANA meneriakan fanchant dan membawa berbagai atribut untuk mendukung kelima lelaki tampan dan berbakat ini.

Suara sang leader, Jinyoung yang pertama kali terdengar membuka lagu, diikuti dengan Sandeul kemudian CNU, Baro dan Gongchan. Hari ini adalah hari yang spesial, terutama bagi Jinyoung. Tepat ditanggal ini, dua puluh dua tahun yang lalu ia dilahirkan. Dan kini, ia bisa melihat dua sosok yang sangat dikenalnya, berdiri diantara barisan BANA yang lain, membawa cheering towel bertuliskan B1A4 Jinyoung, mereka adalah kakak perempuannya, Jung Haneul dan adik perempuannya, Jung Hyekung. Jinyoung tidak menyangka Nuna dan adiknya bisa senekat ini. Jika para BANA tahu bahwa diantara mereka ada dua orang perempuan kesayangan Jinyoung, maka sudah bisa dipastikan Haneul dan Hyekung tidak akan keluar dari ruangan ini dengan aman.

To my younger brother, Jung Jinyoung

Saengil chukhaeyo youngie-ya ~^^ lelaki manis dengan mata seperti elang. Lelaki pemalu yang sangat manja dengan kakak perempuannya namun kini bisa memimpin empat laki-laki lainnya, menjadi seorang leader.

Kau tahu, kelahiranmu dulu sudah sangat ditunggu-tunggu oleh Appa dan Eomma. Bahkan, uri Appa  menunggui proses kelahiranmu yang begitu lama. Kau susah untuk keluar dari rahim Eomma. Ketika Appa sudah harus berangkat kerja karena tidak bisa mengambil cuti, kaupun lahir. Bayi laki-laki itu kami beri nama, Jung Jinyoung. Nama yang penuh dengan harapan dan doa. Orang tua kita sangat berharap agar kelak putranya bisa tumbuh menjadi seorang anak yang sehat, menjadi seorang lelaki hebat.

Hari demi hari, kau pun semakin tumbuh dewasa. Aku senang karena aku tidak sendiri lagi, aku punya adik yang bisa kuajak bermain bersama, berbagi makanan bersama, bahkan tak jarang kita tidur dikasur yang sama.  Namun, seringkali pula kau membuat Nuna-mu ini kesal. Ingat tidak, kau pernah merusak boneka-bonekaku? Kau juga pernah mengacak-acak kamarku, mengambil jatah makananku. Tapi, aku tidak akan pernah bilang bahwa kau anak yang nakal. Uri Eomma bilang, Jinyoung sedang berkreasi.

Ingatkah ketika kita kecil dulu, setiap orang yang bertemu denganmu pasti langsung ingin mencubit pipimu itu. Kau memang sangat menggemaskan. Jung Jinyoung adikku begitu aktif, loncat sana-sini. Bahkan uri Eomma sempat merasa kewalahan dalam menjagamu. Ingatkah peristiwa ketika kau hampir saja menelan paku kedalam mulut? Untung saja uri Eomma tanggap dan segera mengambil paku itu, kalau tidak, entah apa yang akan terjadi padamu.

Ketika saatnya kau masuk sekolah, Jinyoung kecil mulai menunjukkan bakatnya. Hampir semua benda dirumah, kau rubah menjadi alat musik yang seringkali membuat orang tua kita jengkel. Kau juga sering membuatku marah bahkan sampai menangis. Sering juga menjaili adik perempuan kita, yang waktu itu masih sangat kecil.

Jung Jinyoung, adik laki-lakiku. Anak laki-laki satu-satunya dikeluargaku. Aku menyayangimu! Tetaplah menjadi Jinyoung yang baik. Jinyoung yang sering menjadi tempat Nuna-nya bercerita. Jinyoung yang melindungi kami ketika uri Appa sedang tidak ada. Jinyoung yang suaranya begitu indah ketika sedang bernyanyi. Jinyoung yang pandai menciptakan lagu dan bermain alat musik. Jinyoung yang membuat Nuna-nya bangga karena memiliki adik sepertimu. Ada kalanya kita berbeda pendapat, bahkan tak jarang kita bertengkar. Tapi walau begitu, kau tetaplah adikku

Dedicated to my beloved brother, Jung Jinyoung yang kini sudah menjadi seorang idola. Happy birthday to our handsome, adorable and very talented leader, Jung Jin Young! You have a grown a lot and you are getting more talented than ever.

Kami bangga padamu! Tanpa sadar, kau sudah bertambah tinggi. Bahkan, lebih tinggi dariku. Bukan lagi Jinyoung kecil yang dengan mudahnya bisa aku jitak :p Jinyoung yang sekarang adalah Jinyoung yang sedang merasakan masa-masa remajanya menuju seorang lelaki dewasa.

Semoga Sang Pemilik Kehidupan senantiasa melindungimu, melindungi kita semua. Banyaklah berdoa dan belajar karena kau yang akan menggantikan uri Appa ketika nanti Appa harus pergi meninggalkan kita.

Happy Birthday Jinyoung! ♥

Noona will always be proud of you. And I hope you won’t change and always stay the same.

Jinyoung-ah, nae namdongsaeng, saranghaeyo

From your beloved sister

Jung Haneul

 =============

This is it, special story for my Jinyoung ♥

I Love him as my younger brother.

Ada yang ingin tau kenapa aku suka dia?

Because he looks like my real younger brother😀 not physicly I mean. Jinyoung more handsome than my real younger brother/ slap my face, kkkkk xD

Tapi lebih ke sifatnya, tingkah lakunya, umurnya juga ga beda jauh sama adikku yang cowok. Dan, bukan kebetulan kalau marganya juga sama, muehehehe.. we’re Jung Family! ^^

JInyoung QUOTES

“Although we’re not exceptional idols, we want to kindly go towards everyone with the exact looks you see and I want to make real music that we can enjoy together. For you to not get tired at any time you see us and you’ll want to see us more and listen to our music more, we’ll work hard to not disappoint.”

‘Guys! Since you’re all doing so well right now, let’s never lose our focus and be modest and cool singers. I love you. Fighting! Let’s Fly B1A4!!

“My target since I was a trainee is to become a singer that doesn’t change even as time goes by and doesn’t forget the initial goal. If I feel myself changing, I will control it and catch my heart again. I want to be with my members forever like the way we were in the bginning. With that promise, I will work hard all the time, today and tomorrow.”

“There are still many lacking parts so I have been studying how I can have better gestures and expressions. My aim is to be able to show a more improved image each time I go on stage. I want to gain more weight and work on my figure too. I will also work hard on studying composing and become a well-rounded leader of B1A4. Woah~ If I want to do all this, it looks like I will have to work really hard?”

No matter where and when, I must be a modest and down-to-earth person.

2 responses

  1. Jiyoungie oppa~~~
    Saengil chukkae… ^^
    (lempar diri sebagai kado)

    Whoa…
    Eonnie jjang.. /wink/ ^^
    Eonni, itu fotonya haneul eonni??

    Eonni~~~~
    Mineul kapan di update lagi??

    November 18, 2012 at 9:51 PM

    • kurang huruf ‘n’ sayangku, cintaku.. mihihihi.. nanti adikku protes loh :p klo jiyoung mah kwon jiyoung GD xD

      Bukaaaaan.. hhahahaha itu ulzzangnya Haneul, aku mah ga seputih itu :p

      Kangen Mineul yaa? aku lagi nulis cerita baru Mineul, tunggu aja yaah.. ^,^

      November 23, 2012 at 8:37 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s