MinNeul's Home

This Is About My Dreams


 

Dreams

Korea, negara yang sedang digemari banyak kawula muda di negeri ini. Korea dengan begitu banyak pesonanya telah membuatku jatuh hati sejak dua belas tahun yang lalu. Ketika itu aku masih duduk dibangku SMP. Awal mengenal Korea bersumber dari Drama yang aku tonton. Disaat teman-teman sebayaku banyak membicarakan tentang F4 dan serial Meteor Garden, aku lebih memilih untuk mengenal negara Korea. Negara yang membuatku bercita-cita, “Suatu saat nanti aku akan berkunjung kesana.”

Di masa SMA aku masih tetap menjadikan Korea sebagai negara favorit. Aku masih ingat, dulu Korea belum setenar sekarang. Aku merasa eksklusif karena menyukai hal-hal yang tidak banyak orang tahu. Bahkan dulu, untuk bisa menonton K-drama, aku biasanya rutin meminjam CD pada rental penyewaan karena tak banyak yang menjual CD Original Drama Korea.

Lulus dari SMA, keinginan untuk bisa melanjutkan kuliah ke negara yang terkenal dengan ginsengnya itu masih tetap ada. Namun rupanya, terbentur dengan kedua orangtua yang tidak mengizinkan putri kecil mereka berada jauh dari pengawasan. Aku pun harus mengubur dalam-dalam keinginanku untuk bisa melanjutkan sekolah disana dan lebih memilih untuk kuliah di Institut Pertanian Bogor lewat jalur PMDK (tanpa tes).

Berbicara tentang Korea, pasti tak bisa lepas dari drama, budaya, makanan, dan juga idol grupnya. Super Junior, salah satu grup yang berhasil membawa nama Korea mendunia. Demam Korea pun ada dimana-mana. Tentang Super Junior, banyak orang yang bertanya-tanya kenapa aku bisa sangat menyukai Suju? Ahhh, rasa-rasanya butuh banyak waktu dan juga tulisan untuk menceritakan tentang mereka. Yang pasti mereka sudah menjadi bagian dari diriku. Tak bisa dipungkiri keberadaan SJ seperti mengganti kekosongan peran kakak laki-laki dikehidupanku. Memang bukan kakak asli yang bisa dimintain tolong ini itu, ataupun nganterin kesana kemari, but still they’re so precious and really inspired me especially for writing. Aku tak pernah menganggap SJ sebagai idola, aku juga tidak pernah memajang foto ataupun poster SJ di kamar. Bagiku, SJ adalah keluarga, kakak laki-lakiku, karena usia mereka yang memang diatasku. Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali teman-temanku bertanya dan keheranan tentang hobiku yang satu ini, mencari tahu segala sesuatu tentang SJ. Tapi selama ini aku tak mau dan tak pernah mendewakan apalagi menuhankan SJ. Aku hanya ingin mengambil hal-hal positif dari mereka yang bisa memberikanku motivasi. Menjadi seorang ELF (Everlasting Friends ; sebutan untuk fans SJ) juga bukan sesuatu yang negatif. Aku jadi tahu ‘dunia’ baru. Karena selama ini aku hanya berada di zona nyaman. ‘Dunia’ baru itu adalah dunia seorang fangirl. Aku jadi semakin termotivasi untuk memperbaiki bahasa Inggris dan mempelajari bahasa Korea. Aku banyak mendapatkan teman sesama fangirl dari berbagai daerah di Indonesia dan juga beberapa negara. Aku diberi kesempatan menjadi admin dari fanbasenya Super Junior, terlibat aktif dalam setiap project, event dan gathering yang berhubungan dengan SJ.

Sejak menyukai Super Junior, aku jadi suka menulis. Maksudnya belajar menulis serius. Karena memang sedari kecil, aku sudah suka menulis, tapi hanya terbatas di buku diary. Baru beberapa tahun lalu aku memberanikan diri untuk memposting hasil tulisanku diblog. Aku suka menulis fanfiction. Dan apabila tidak ada halangan, aku akan segera menerbitkan buku kumpulan fanfiction hasil karyaku melalui selfpublishing tahun ini.

Aku percaya dengan sugesti mimpi. Tuliskanlah mimpi-mimpimu secara nyata. Jangan ditulis dalam ingatan saja. Karena pasti kamu akan lupa. Tuliskanlah secara nyata. Hingga suatu hari nanti, yang akan kamu lihat dari rangkaian mimpi yang tertulis itu hanyalah coretan-coretan karena kamu telah berhasil mencapainya.

Korea dan Super Junior, telah tertulis dibuku mimpiku. Bahwa suatu hari nanti aku akan melanjutkan pendidikan dimana SJ berada. Tapi bukan untuk menjadi stalker mereka. Keinginanku sederhana, aku ingin menghirup udara dan memandang langit yang sama dengan Super Junior yang telah menorehkan banyak cerita dihidupku.

Korea, walau ada segelintir orang yang tak suka dengan negara favoritku ini, namun itu tak menyurutkan mimpiku untuk bisa menginjakkan kaki disana. Ada pula yang berkata bahwa nasionalismeku rendah. I’m too addicted with Korean. Actually, that’s not a problem for me. Because I really knew my self. Let me say, I’m falling in love with South Korea but still loving Indonesia as well. Will you trust me?

Aku dilahirkan disini, dengan Bapak dan Ibu warga negara Indonesia. Sejak kecil sudah terbiasa berbahasa Indonesia walau Bapak dari Jogja dan Ibu orang Sunda tapi bahasa yang mereka ajarkan sejak kecil padaku adalah Bahasa Indonesia.

Dibalik segala rasa kecintaanku pada Korea Selatan, aku tetap seorang warga negara Indonesia. Aku tetap ingin berkarya, berkontribusi untuk negeri ini. Aku ingin membuat Indonesia tersenyum.

Mungkin aku belum bisa seperti para atlet yang mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional dengan segudang prestasinya, aku juga bukan musisi yang bisa go internasional dengan musiknya. Aku adalah seorang yang suka menulis dan masih akan terus belajar menulis. Mungkin dengan menulis inilah, aku bisa berkontribusi. Tidak ada yang bisa menghalangi impianmu selain dirimu sendiri. So let’s dream, pray, try, fight, fight and always fighting for your dream. Namun yang perlu diingat, seberapun indahnya mimpi-mimpi kita, jauh lebih indah rencana Tuhan untuk kita. Maka dari itu jangan lupa untuk melibatkan Tuhan dalam setiap impian kita karena DIA-lah sebaik-baiknya penulis skenario hidup.

 

 

 

2 responses

  1. kimnara137

    Eonni, mimpi kita sama. ya, mungkin bukan cuma kita. Tapi Elf yang lain juga pasti ingin berkunjung ke sana. Merasakan apa yang dirasakan SJ di sana. Melihat apa yang mereka lihat. Ya, aku juga ingin kuliah di sana. Tapi sama seperti ortu Eonni, aku pun juga begitu. Mereka tidak bisa membiarkan anak gadisnya ini pergi jauh dari mereka😥

    Tapi memang mimpi itu bukan sekadar imajinasi saja, kan? Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Semoga suatu hari nanti, jika Tuhan mengizinkan, jika semua berjalan dengan baik. KIta pasti bisa ke sana, Eonn! Yakin, dan tetap berharap.

    Hihihi….. kita banyak kesamaan, Eonn.
    FIGHTING!!!!!

    November 7, 2013 at 3:28 PM

    • Keep Fighting Nara-ya!^^

      Mimpi itu tidak boleh padam kecuali maut yang menghampiri :’)

      Aamiin Aamiin Ya Rabbalalamin *hugs*

      November 12, 2013 at 8:34 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s