MinNeul's Home

D-31 {Mineulicius Story} Pillow Talk


Bu2QAg-CAAAILxu.jpg large

 

Title : Mineulicius Story  (Pillow Talk)

Author : Dierenz

Length : 1.172 words

Main Cast : Lee Sungmin, Jung Haneul (OC)

Disclaimer : Lee Sungmin belongs to himself, SM Entertainment, his family and GOD. But the story belonging to me. His character which I wrote is mine. Copy-Paste my story is NOT ALLOWED without my permission.

Happy Reading ^o^

 

It’s not about who you’ve been with, it’s about who you end up with…

Sometime the heart doesn’t know what it wants until it find what it needs.

            “Apakah kau tahu bahwa di dunia ini, banyak orang mencintai seseorang yang bahkan bicara dengannya langsung lebih dari lima menit saja pun belum pernah,”ungkap Haneul malam itu.

Sungmin membenarkan posisi tidurnya, mencari posisi yang lebih nyaman. Malam ini adalah sesi pillow talk-nya bersama Haneul. Salah satu dari banyak aktivitas couple time yang sengaja Sungmin dan Haneul agendakan diantara banyaknya kegiatan mereka.

“Benarkah ada orang seperti itu?” kali ini Sungmin sudah menemukan posisi nyamannya lalu berlanjut menatap Haneul yang sedang bermain-main dengan ujung rambut panjangnya.

“Tentu saja ada. Itulah mengapa orang bilang cinta itu unik.”

“Apa kau pernah merasakan hal itu?”

“Merasakan apa?” Haneul menghentikan aktivitas bermain dengan ujung rambutnya untuk menoleh menatap Sungmin.

“Itu yang kau bilang mencintai seseorang yang bahkan bicara dengannya langsung lebih dari 5 menit saja belum pernah,” Sungmin menunjukan ekspresi penasaran.

“Pernah.”

Jawaban singkat Haneul sukses membuat kedua mata Sungmin membulat, “Really?!”

Haneul mengangguk. “Kalau kau?”

Sungmin terlihat berpikir, mengingat-ingat peristiwa lalu dihidupnya. “Sepertinya, tidak.”

”Kadang perempuan hanya bisa menunggu. Disertai harapan bahwa orang yang ia sukai akan menyukainya juga lalu menyatakan perasaannya. Dan pada akhirnya, harapan itu menjadi kosong karena tidak akan pernah terwujud,”Haneul tersenyum getir.

Sungmin berdehem,”Nampaknya bahasan kita malam ini akan berbicara tentang masa lalu, begitukah?”

“Aku hanya ingin tahu. Apakah sebelum denganku, kau pernah menaruh hati untuk perempuan lain? Ahh, tentu saja pernah. Aku bukan ingin mengungkit yang telah berlalu. Bukankah kita sudah berjanji untuk berdamai dengan masa lalu masing-masing. Tapi, aku hanya ingin tahu ceritanya. Apakah boleh?” Haneul menyampaikan apa yang ada dipikirannya saat itu dalam satu tarikan napas.

Sungmin menarik napas panjang, “Bagaimana dengan perempuan disampingku ini, apa kau mau membagi cerita tentang apa saja yang sudah terjadi dikehidupan cintanya sebelum denganku?”

Haneul terhenyak. Pertanyaan tipe seperti ini kemungkinan memang akan muncul. Seharusnya ia tak perlu kaget. Tapi entah mengapa ia seperti berada dalam posisi terdakwa yang sedang diinterogasi oleh kepolisian. Terjadi keheningan diantara keduanya. Hingga suara Sungmin terdengar, “Sayang, kalau memang tidak siap untuk membahas tentang hal ini, mungkin kita bisa ganti tema pembicaraan.”

Aniya,”jawab Haneul cepat. “Aku akan cerita.”

Kali ini Sungmin yang terkejut. Tapi keterkejutan itu tak berlangsung lama. Saat Haneul mulai membuka suara, pada saat itu juga Sungmin tahu bahwa istrinya itu butuh untuk didengarkan.

“Kehidupan cintaku mungkin bagi banyak orang terkesan membosankan. Sebelum denganmu, aku tak pernah sekalipun merasakan yang namanya berkencan. Bisa dikatakan aku ini terlalu pengecut untuk bisa menyatakan perasaanku. Atau mungkin bisa dikatakan aku ini takut jika cintaku tertolak dan membuat orang yang aku sukai itu merasa tidak nyaman. Aku hanya bisa memendam setiap rasa yang ada dan tak bisa mengungkapkannya secara langsung,” Haneul mengambil jeda sebelum kembali melanjutkan ceritanya. “Menurut sahabat-sahabatku, aku ini tipe perempuan yang memiliki kekuatan cinta yang tak biasa. Aku sanggup bertahan menyukai seorang lelaki dalam jangka waktu yang lama, tanpa sekalipun merubah perasaanku padanya. Bahkan, ketika lelaki itu memiliki kekasih, aku tetap berharap bahwa kelak ia akan tahu perasaanku. Dan selalu pada akhirnya aku merasa lelah karena suatu masa yang aku tunggu itu tidak juga datang,”suara Haneul bergetar. Ia berusaha untuk menahan air mata yang sudah memaksa untuk keluar. “Sebelum denganmu, aku memang pernah menyukai beberapa lelaki. Tapi tidak ada satu pun yang berhasil. Hanya aku yang merasakan perasaan suka itu. One side love. Adakah yang lebih menyedihkan selain cinta satu pihak?” Haneul menatap lurus ke arah manik mata milik Sungmin. “Hingga seorang Lee Sungmin datang dikehidupanku. Dan harus kuakui bahwa pada awalnya aku sama sekali tidak tertarik. Pada saat itu aku sedang berada dalam fase lelah dan jenuh untuk mencari hati yang baru,” tetes bening itu tak kuasa lagi Haneul bendung. Pertahanannya untuk tidak menangis akhirnya runtuh juga. Sungmin menarik Haneul kedalam pelukannya. Ia mengusap-usap punggung Haneul, lalu mengecup puncak kepalanya lembut. Membiarkan perempuan kesayangannya itu menumpahkan segala yang ia rasakan dalam tangisan. Sungmin tak pernah mau menginterupsi Haneul pada saat istrinya itu menangis. Yang bisa ia lakukan adalah memberikan semangat melalui sentuhan-sentuhan lembutnya. Haneul bukanlah anak kecil yang harus dibujuk agar tangisnya mereda, dan Sungmin tahu betul bahwa Haneul akan berhenti menangis dengan sendirinya. Perempuan favoritnya itu sedikit banyak telah belajar untuk menjadi seorang perempuan yang kuat. Tapi, tak bisa dipungkiri bahwa menangis adalah hak asasi setiap manusia yang bisa keluar kapan pun dan dimana pun.

Mianhae, jeongmal mianhae karena kau masih harus melihatku menangis lagi,” ungkap Haneul sambil menghapus sisa-sisa air mata dipipinya.

Gwaenchana,” Sungmin masih terus mengusap-usap punggung Haneul dengan lembut. “Aku, Lee Sungmin, datang memasuki dunia seorang Jung Haneul yang ajaib,” ungkap Sungmin. “Pada awalnya aku pun tak yakin. Karena kita berdua bertemu berkat paksaan dari orang tua bukan? Tapi seperti yang sering aku bilang, bukan aku yang memilihmu atau kau yang memilihku, tapi Tuhan yang menyatukan hati kita,”Sungmin mengecup kening Haneul, hidung, lalu bibirnya. Sebuah kecupan yang manis.

“Apa istriku ini sudah selesai bercerita?”

Haneul mengangguk.

“Yakin tidak ingin ada yang disampaikan lagi?”

Haneul mengangguk untuk kedua kalinya.

“Kalau begitu, aku akan mulai bercerita. Tentang kehidupan cinta seorang Lee Sungmin. Apa kau siap?”

Lagi-lagi Haneul mengangguk.

“Sebelum bertemu Jung Haneul aku pernah menjalin hubungan dengan tiga wanita. Aku tak perlu menyebutkan namanya. Yang perlu kau tahu bahwa wanita yang pertama usianya sama denganku, yang kedua lebih tua dariku, dan yang ketiga lebih muda dariku. Aku pernah merasakan yang namanya jatuh cinta lalu patah hati sebanyak tiga kali itu. Apakah terdengar seperti cerita drama melankolis?”tanya Sungmin pada Haneul.

“Euung, sedikit,”jawab Haneul.

”Kau perlu tahu bahwa, teman-teman perempuan yang mengenalku dulu itu memperlakukanku sebagai seseorang yang nyaman untuk dijadikan tempat bercerita tapi tidak untuk dijadikan kekasih. Entahlah, mungkin mereka menilai aku ini terlalu lembut atau terlalu feminim. Tch,”keluh Sungmin.

Haneul menatap Sungmin lekat, mencoba merekam dengan jelas setiap ekspresi juga bentuk wajah suaminya itu kedalam memorinya. Wajah ini, wajah yang akan selalu ia ingat sampai kapanpun. Sungmin melanjutkan ceritanya, “Hingga sampailah aku pada suatu keputusan, bahwa aku tidak akan menaruh nama orang yang aku cintai kelak dihatiku. Tapi dalam untaian doa agar nama kami mengangkasa, mengetuk pintu-pintu langit agar cintaku dan cintanya tetap terjaga, mengabadi.” Haneul melihat sebuah lengkungan senyum tercipta diwajah lelaki kesayangannya itu. Ia pun ikut tersenyum. “Jadi, sesudah kau berikrar seperti itu tak lama kemudian Tuhan mempertemukan kita, begitukah?”

“Betul sekali,” jawab Sungmin. “Aku suka cara Tuhan mempertemukan kita, menumbuhkan rasa diantara kita, kemudian tak lupa menjaganya juga.”

“Ini bukan tentang dengan siapa kau menghabiskan waktu dan hari-harimu selama ini, tapi ini tentang dengan siapa pada akhirnya kau menyerahkan seutuhnya rasa cinta yang Tuhan berikan” sela Haneul.

“Dan terkadang hati ini memang tidak tahu apa yang benar-benar ia inginkan. Berkelana, mencari, kemudian baru bisa menemukan apa yang benar-benar ia butuhkan, bukan sekedar keinginan,” timpal Sungmin.

“Pada akhirnya, Lee Sungmin dan Jung Haneul akan selalu menemukan kesamaan dan kesepakatan dari semua yang mereka lalui dan perbincangkan,”Sungmin dan Haneul mengucapkan kalimat andalan mereka secara hampir bersamaan. Pillow Talk malam itu ditutup dengan saling memeluk dan tersenyum sebelum keduanya terlelap bersama hangatnya udara musim panas.

 

 ==================

Hi! I’m back ^o^

adakah yang merindukanku?😄

10 responses

  1. Annyeong eonni..!!!
    intro dulu ah, erlin imnida. 90line. kebetulan jadi follower eonni di twitter juga. hihihi😛
    awal tau eonni gara-gara blog ini. dan awal tau blog ini gara-gara Sungmin.
    Aaaah…!!! bias kita sama eonni. *jingkrak-jingkrak*

    seriusan, blog ini keren eonni, inspiring banget. udah cukup lama sih aku ikutin, cuma baru sekarang berani comment. mianhaeyo eonni. *bow*

    dan seriusan juga, seneng banget akhirnya mineulicious comeback. kembali membayangkan sosok Sungmin yang eonni gambarkan sebagai suami idaman. mudah-mudahan Allah (segera) mempertemukan sosok lelaki yang bisa melengkapi aku kelak, seperti Sungmin yang melengkapi Haneul. Aamiin.

    deeeeh, jadi curhat.
    intinya salam kenal ya eonni.
    keep writing, keep inspiring. Fighting..!!! >.<

    August 12, 2014 at 10:54 PM

    • Annyeong Erlin ^^

      wuahh..nama belakang kita samaan😀
      hihihi.. *toss*

      Terima kasyih sudah mampir & meninggalkan jejakmu disini, it means a lot for me, ciyuuus… kecup dulu ahh :3

      Aamiin Allahumma Aamiin ^^

      thanks a bunch dear❤

      September 14, 2014 at 6:47 PM

  2. This one is good! Love it.. Plot getting better, and the way you delivered story itself it even excellent🙂 Keep it up

    August 13, 2014 at 11:42 AM

    • woaaaah… eonnie❤

      Thank you for visit & leave your comment, kiss kiss kiss :*

      September 14, 2014 at 6:48 PM

  3. rasanya sudah lama sekali aku nggk baca tulisan eonnie…
    mianhae, sebenarnya aku juga sudah lama ngikutin blog ini tapi emang jarang comment… hehe..
    itu manis sekali sesi pillow talk mereka🙂
    tapi kenapa dengan judulnya eon D-31?
    ..
    tetap menulis ya…ditunggu karya lainnya

    August 13, 2014 at 12:28 PM

    • Heyho ^^

      terima kasyiih yaa sudah baca & ninggalin jejakmu disini :*

      D-31 itu maksudnya, euuung.. D-31 jelang annivnya MinNeul, huehehehe ^^v

      September 14, 2014 at 6:49 PM

  4. eonni~~~~
    still remember me? hahaha
    baby sandeul apa kabar? udah lahiran yaa??
    ㅋㅋㅋ

    September 11, 2014 at 11:47 PM

    • of course😀

      apa kabarmu? kangeeen yaaa syudah lama syekali ga interaksi kita ;;____;;

      baby sandeul sekarang sudah berumur 1 tahun 6 bulan, lagi lucu-lucunya banget :3

      September 14, 2014 at 6:50 PM

  5. pikachu

    aku kangen banget sama kaka:””) tapi kaka ngilang gitu aja bagaikan ditelan Sungmin/? wkwk aku masih aja ngangenin tulisan kaka sampe reread semua ff terdahulumu. and finally kaka is back~
    seperti biasa yaa Sungmin Oppa itu selalu manyiiiiis disetiap tulisan kaka:) yap kaka juga selalu jadi inspirasi aku buat ngehayal yang bagus-bagus nan positif ttg Sungmin Oppa wkwkwkwk xD
    longtime no see u ka:) how’s ur life? i miss u~ hm btw, update terus ya kaa perkembangan si baby sandeul kkk

    September 14, 2014 at 9:38 PM

    • aku hibernasi dulu untuk sementara, kemarin-kemarin syibuuuks sama kerjaan kantor, tapi sekarang udah lebih luang ^^
      kangen juga posting-posting cerita diblog, kangen bales-balesan komen sama reader, mihihihihi… terima kasyiih yaa sudah berkenan baca tulisan-tulisanku..kiss kiss kiss :*

      kayanya aku memang spesialis cerita yang manis-manis deh.. hahahaha..klo nulis yang rada antagonis atau angst gitu belum terlalu mahir (?)

      siyaaaaap, udah ada beberapa ide tulisan buat baby deul, tinggal dieksekusi trus posting deh❤

      September 15, 2014 at 7:27 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s